Meningkatkan Prestasi Olahraga di Level Dunia

Menpora Dito Aritotedjo mengatakan, peningkatan prestasi olahraga Indonesia di level dunia dilakukan lewat pembangunan infrastuktur sampai pemanggilan diaspora.

18 Nov 2024 05:06 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Dito Ariotedjo kembali terpilih sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Ia mengibaratkan pengalaman 1,5 tahun menduduki jabatan yang sama sebelumnya sebagai “bimbingan belajar” alias bimbel. Setelah belajar dan beradaptasi, Dito bertekad untuk langsung bekerja, termasuk untuk meningkatkan prestasi olahraga di level dunia.

Kendati prestasi pada Olimpiade terakhir di Paris 2024 membanggakan dengan raihan dua medali emas, torehan tersebut sebenarnya menunjukkan stagnansi. Tidak ada peningkatan antara prestasi yang diraih di Olimpiade Barcelona 1992 dan 32 tahun setelahnya.

Dito mengatakan, peningkatan prestasi di Olimpiade menjadi salah satu pesan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto kepadanya. Untuk mewujudkannya, Dito ingin mengupayakan dari beragam sisi, mulai pembangunan infrastruktur pusat pelatihan, termasuk melanjutkan kembali proyek Hambalang, sampai strategi jangka pendek berupa pemanggilan diaspora.

Hal ini disampaikan Dito dalam wawancara bersama tim Kompas di kantornya di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2024). Dalam wawancara itu, sosok bernama lengkap Ario Bimo Nandito Ariotedjo ini pun menjawab soal cara pencegahan kasus korupsi yang sempat berulang di Kemenpora serta kehadiran atlet dan olimpian Taufik Hidayat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga. Berikut ini hasil petikan wawancaranya.

Setelah “bimbel” 1,5 tahun, kini Anda sudah siap untuk langsung bekerja. Apa yang akan Anda prioritaskan terutama dalam 100 hari pertama Anda menjabat?

Selain menyiapkan kontingen SEA Games 2025, ASEAN Para Games 2025, dan beberapa single sport yang akan diikuti, kami akan fokus pada struktur organisasi Kemenpora yang baru. Kami memiliki kedeputian baru, yaitu Deputi Peningkatan Industri Olahraga dan kedeputian pemuda kami ubah menjadi Deputi Pelayanan Kepemudaan. Kami akan fokus memantapkan organisasi ini dan memastikan struktur baru Kemenpora ini lebih reliable dan lebih tanggap terkait dengan isu-isu anak muda serta keperluan olahraga ke depannya.

Menteri Pemuda dan Olahraga Ario Bimo Nandito Ariotedjo diwawancarai Kompas di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senin (11/11/2024).

Sementara itu dalam lima tahun ke depan, untuk olahraga, targetnya pemerintahan ini ekosistem olahraga makin matang. Dari segi infrastruktur, fasilitas pelatihan, sampai juga kesejahteraan dan pendidikan atlet.

Kesejahteraan atlet bukan hanya pemerintah memberikan subsidi atau memberikan penghargaan, tetapi juga memastikan ekosistem olahraga yang lebih matang, dari hulu ke hilir. Hulunya berupa fondasi dasar pendidikan sampai pembinaan atlet, hilirnya itu adalah industri dan sportainment. Kalau kita bisa mengkombinasikan dan menghidupkan seluruh lini ini, otomatis akan ada ekosistem yang berorientasi ekonomi di ujungnya. Jadi, itu menghasilkan kejahteraan baru di sektor olahraga.

Sehari setelah dilantik, Anda bersama Wamenpora Taufik Hidayat dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Cibubur Youth Elite Sport Centre yang saat ini tengah dibangun. Ini peruntukannya atlet yang mana?

Ada dua pusat pelatihan olahraga yang dibangun, pertama di Cibubur, DKI Jakarta untuk olahraga Olimpiade dan atlet usia 15-18 tahun. Kedua di Karanganyar, Jawa Tengah untuk atlet Paralimpiade.

Di Cibubur juga nanti akan ada sekolah sehingga kita perkuat dari sisi akademisnya. Insya Allah tahapan berikutnya adalah menjadikan rumah sakit olahraga nasional (RSON) sebagai pusat sport science untuk Indonesia.

Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) yang dikelola Pemerintah Provinsi juga diperuntukan atlet SMA usia 15-18 tahun. Ada pula SLOMPN yang turut melibatkan atlet usia 15-18 tahun. Artinya, dengan rentang usia yang sama, bagaimana memastikan program-program ini tidak tumpang tindih?

Program yang sudah berlangsung saat ini adalah fasilitas dan program yang sudah existing. Kita selalu mengeluh kurangnya fasilitas training center. Dengan SKO dan sekolah-sekolah yang sudah ada sekarang, sangat baik, tapi masih kurang juga.

Jadi ke depan, justru kita ingin makin perbanyak training center ini. Yang sudah ada saat ini fasilitasnya makin baik. Di Cibubur juga nanti skalanya dunia, ya insya Allah ini semakin baik.

Hari pertama setelah dilantik menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga serta Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo dan Taufik Hidayat bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau Cibubur Youth Elite Sport Center di Ciracas, Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Hari pertama setelah dilantik menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga serta Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo dan Taufik Hidayat bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau Cibubur Youth Elite Sport Center di Ciracas, Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Hari pertama setelah dilantik menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga serta Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo dan Taufik Hidayat bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau Cibubur Youth Elite Sport Center di Ciracas, Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Hari pertama setelah dilantik menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga serta Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo dan Taufik Hidayat bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau Cibubur Youth Elite Sport Center di Ciracas, Jakarta, Selasa (22/10/2024).

Bapak Presiden Prabowo sangat menginginkan Indonesia ini semakin banyak fasilitas pemusatan olahraga yang terpadu dan standarnya standar tinggi.

Nanti akan ada suatu pembagian yang tersendiri, tapi semua programnya itu akan tersinergi, jadi saling melengkapi. Cibubur, misalnya, kan cuma bisa 300-400 atlet dari sembilan cabang olimpiade.  Jadi, memang kita sangat membutuhkan banyak sekali training center.

Dalam rapat koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, awal November lalu, dibahas tentang kelanjutan proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang yang sempat terganjal korupsi. Mengapa muncul lagi pembahasan untuk melanjutkan proyek tersebut?

Kementerian PU merupakan mitra strategis Kemenpora dalam pembangunan fasilitas olahraga. Saat ini banyak sekali agenda-agenda prioritas bersama PU. Di antaranya Cibubur, Karanganyar, dan pusat pelatihan atletik di Pengalengan, Jawa Barat yang baru kami resmikan.

Pada 2025, harusnya (pelatnas bulu tangkis) Cipayung juga sudah masuk dalam program prioritas. Kami juga membahas positioning dengan kondisi hambalang. Saya kemarin sudah mengunjungi langsung Hambalang. Lahannya 31 hektare, ini sangat ideal untuk fasilitas training center.

Mungkin kalau saya punya mimpi dan tujuan, saya akan memohon izin ke Presiden untuk meneruskan proyek Hambalang ini. Beberapa fasilitasnya sudah di atas 50 persen. Jadi, ini saya rasa tidak ada alasan untuk tidak menyelesaikan minimal yang sudah terbangun saat ini.

Sudah ada dua dormitory, satu pusat untuk sport science, satu GOR, dan ada untuk (fasilitas) atletiknya juga. Jalan di kompleksnya juga sangat bagus.

Saya rasa ini harus kami lanjutkan. Kemarin saya baru sebatas sounding pertama ke Bapak Presiden. Beliau menanyakan kemungkinan-kemungkinannya. Kemarin saya juga baru berkoordinasi dengan Pak Menko Infrastruktur, Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Ini dalam proses kami akan meneliti lagi, tapi kalau lihat kasat mata, menurut saya ini proyek yang harus kita selesaikan.

Kita masih membutuhkan training center. Daripada mencari lahan lagi, susah lagi. Ini sudah ada lahan, 31 hektare, asetnya Kemenpora, kenapa kita harus mencari yang lain.

Proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) yang mangkrak di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/9). Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meninjau proyek tersebut mengatakan pemerintah akan melanjutkan pembangunan P3SON paling cepat tahun 2017. Kawasan itu rencananya akan dijadikan pusat pendidikan guru olahraga. Kompas/Priyombodo (PRI) 04-09-2016

Kalau Cibubur atlet usia 15-18 tahun, di Hambalang nanti bisa yang usia di atasnya, mungkin senior. Atau campuran. Ini semuanya untuk memperkuat potensi atlet kita di kancah dunia dan melahirkan para generasi muda dari pendidikan olahraga.

Jika pendidikan olahraga dikombinasikan dengan pendidikan akademis yang baik, saya yakin ini bisa menjadikan suatu generasi muda yang unggul di sektor manapun. Jadi, tidak akan ada ruginya.

Soal prestasi di kancah dunia, terutama di Olimpiade, Indonesia masih stagnan dalam 32 tahun karena prestasi di Paris dengan dua emas itu sama dengan prestasi di Barcelona 1992. Selain membangun pemusatan latihan, terobosan kebijakan apa dari Kemenpora agar prestasi dari tingkat Asian Games sampai Olimpiade bisa meningkat? Apalagi, Indonesia menargetkan menembus peringkat kelima Olimpiade 2044.

Kunci lainnya adalah bagaimana ke depan kita bisa men-encourage cabang olahraga agar bisa dikelola dengan profesional dan result-oriented. Federasi harus membuat peta jalan yang tepat. Kemenpora tidak bisa intervensi 100 persen, tetap bergantung pada federasi olahraga.

Untuk itu, kita harus saling bahu-membahu. Jadi manajemen federasi ini juga akan menentukan. Saat ini, Alhamdulillah atmosfer ekosistem dan juga semangatnya sangat positif. Jadi saya optimistis.

Saya sampaikan juga waktu di DPR, bagaimana kita memiliki potensi yang masih bisa kita gali, yaitu potensi diaspora. Kita mencari atlet-atlet berdarah Indonesia yang mungkin banyak tinggal di luar. Ini bisa memperkuat cabang-cabang olahraga yang di Olimpiade.

Olimpiade Paris 2024 itu kita sangat bahagia karena meraih dua emas. Yang membahagiakan lagi adalah cabang olahraga yang mendapatkan ini, memang sesuai hasil reviu, memang bukan cabang olahraga tradisi. Jadi, ini menggambarkan adanya penyebaran prestasi di cabang olahraga.

(Sejak Olimpiade pertama Indonesia di Helsinski 1952, angkat besi selalu mengirimkan wakilnya. Mulai Olimpiade Sydney 2000, angkat besi menciptakan tradisi medali dengan total mempersembahkan 15 medali perak dan perunggu sebelum emas di Paris 2024 menyempurnakannya. Adapun panjat tebing disiplin speed, yang mempersembahkan medali emas di Paris 2024, baru dilombakan pertama kali)

Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah, berpose dengan medali emas yang diraihnya pada cabang angkat besi kelas 73 kg Olimpiade Paris 2024 di Perancis, Jumat (9/8/2024) dini hari WIB. *** Local Caption *** Gold medalist Rizki Juniansyah of Indonesia celebrates on the podium during the medal ceremony for the men's 73kg weightlifting event, at the 2024 Summer Olympics, Thursday, Aug. 8, 2024, in Paris, France. (AP Photo/Kin Cheung)

Alhamdulillah bulu tangkis juga dapat medali, walaupun bukan emas. Bayangkan kalau kemarin bulu tangkis ini sudah rapi organisasinya, menghasilkan emas, berarti lebih banyak lagi (prestasi Indonesia). Ini yang ingin kami pastikan sampai Olimpiade 2028 ini. Kami sedang mengkaji dan menyusun tata kelola, jangan sampai ada kejadian lagi dinamika internal organisasi memengaruhi pembinaan kebanggaan Merah Putih di kancah dunia.

Bagaimana strategi dan kebijakan untuk olahraga yang menyediakan banyak medali emas, seperti atletik, renang, dan senam?

Dari saya sejak jadi Menpora sebelumnya, saya selalu ungkapan, Indonesia harus bisa bangkit di tiga cabang olahraga utama, yakni renang, atletik, senam. Selama ini renang dan atletik dapat tiket ke Olimpiade dari wildcard. Kalau senam, Alhamdulillah, akhirnya kemarin kita sejarah bisa lolos.

Nah ini saya juga berpikir, tiga cabang olahraga ini kita harus percepat. Mungkin memang satu-satunya jalan atau jalan jangka pendeknya kita cari diaspora. Tapi sekarang untuk atletik, dengan kita membangun pemusatan latihan di Pangalengan di lahan 10 hektare, dengan tahap pertama masih sekitar 3-4 hektare, itu sudah sangat baik. Sudah melibatkan biomekanikaal, sport science, dan juga fasilitas atletik yang sangat baik. Jadi ini saya optimistis, ini kita akan melahirkan (Lalu Muhammad) Zohri-zohri yang baru dari sana.

Kalau renang, mungkin secara antropometri, ilmunya fisik, kadang kita membandingkan orang Indonesia dengan Eropa dan Amerika itu jauh sekali. Makanya mungkin kita harus mencari diaspora. Tapi, tetap kita fokus ke pembinaan di nasional.

Kasus korupsi di tubuh Kemenpora sempat berulang pada 2009 hingga 2019. Apa langkah yang akan dilakukan agar citra Kemenpora sebagai lembaga yang kerap tersandung kasus korupsi di masa lalu, kini bisa bersih?

Saya selalu mengingatkan di setiap momen-momen forum di internal kami, “Jangan sampai kita tidak bisa pulang ke rumah”. Saya juga melihat bagaimana kesejahteraan itu penting, maka dari itu Insya Allah dalam waktu dekat, tunjangan kinerja Kemenpora naik. Itu sangat mempengaruhi kebutuhan dari para pegawai internal kami.

Saat ini, saya juga sudah merekrut tenaga ahli yang sebelumnya adalah Satuan Tugas KPK, membantu saya bagaimana jangan sampai ada celah, bahkan di kebijakan. Sebab, ternyata itu bisa merugikan negara ataupun bisa masuk pidana korupsi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng, Jakarta, Kamis (17/10/2013). Sebelum ditahan, Andi menjalani pemeriksaan sebanyak tiga kali. Mantan juru bicara kepresidenan ini, seusai diperiksa selama enam jam, langsung ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Cabang KPK, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang. Kompas/Alif Ichwan (AIC) 17-10-2013 DIMUAT 18/10/13 HAL 1 *** Local Caption *** KPK Tahan Andi Malaranggeng - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (17/10) akhirnya menahan Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi Alfian Malarangeng. Andi ditahan setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan sebanyak tiga kali. Mantan juru bicara presiden ini, usai diperiksa selama enam jam langsung di tahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur Cabang KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang. Kompas/Alif Ichwan (AIC) 17-10-2013

Kami juga melakukan kolaborasi, contohnya dengan Kejaksaan, BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembanguna) dan Kepolisian untuk pendampingan, dari PON, Peparnas, dan lainnya.

Alhamdulillah kemarin juga kita baru kembali peraih predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), dan ini yang harus kita pertahankan.

Untuk pertama kalinya, Kemenpora memiliki Wamenpora dan orang yang ditunjuk mengisi posisi tersebut adalah seorang atlet. Bagaimana Anda “memanfaatkan” kehadiran Taufik Hidayat sebagai Wamenpora dalam hal pelaksanaan program-program di Kemenpora?

Kehadiran mas Taufik ini sangat membuat saya terbantu. Karena pertama, yang namanya dunia kepemudaan dan olahraga itu, kehadiran itu penting. Misalnya kita mau menyemangati atlet kan tidak bisa kita diwakili. Tapi harus ada pucuk pimpinannya yang hadir, dan menyemangati para atlet, pelatih, dan lain-lainnya. Dan apalagi ini sosok olimpian yang sangat menginspirasi generasi muda, dan saya rasa beliau adalah salah satu atlet olimpilian yang dari permainan, kerja keras, dan pengorbanannya sangat bisa dijadikan contoh.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto