Menpora Kena ”Reshuffle”, Persiapan SEA Games Dinilai Tak Terdampak Signifikan

Menpora baru diharapkan fokus pada tugas pokok dan fungsinya serta memastikan pemerintah tetap mendukung olahraga nasional.

08 Sep 2025 19:49 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo resmi mencopot Dito Ariotedjo dari posisi Menteri Pemuda dan Olahraga di Kabinet Merah Putih dalam reshuffle jilid kedua, Senin (8/9/2025). Pengganti Dito belum dilantik dan diketahui. Namun, pergantian ini dinilai tidak akan menganggu persiapan partisipasi Indonesia dalam ajang olahraga internasional, termasuk SEA Games Thailand 2025.

”Terima kasih untuk semua yang sudah jalan bersama berusaha membuat perubahan di Pemuda dan Olahraga. Semoga dilanjutkan penerus selanjutnya,” kata Dito dalam unggahannya di Instagram, Senin sore.

Dito menjadi satu dari lima menteri yang terkena perombakan Kabinet Merah Putih. Selain Dito, Budi Gunawan juga terkena perombakan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Sri Mulyani dari kursi Menteri Keuangan. Lalu, Abdul Kadir Karding sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran dan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.

Sebanyak empat menteri pengganti dan satu menteri untuk kementerian yang baru dibentuk, yaitu Kementerian Haji dan Umrah, sudah dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin. Namun, pengganti Dito dan Budi belum dilantik dan diketahui.

Quote

Dampak pergantian ini, menurut saya, tidak akan signifikan untuk cabang olahraga.

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo dan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat menghadiri acara ramah tamah bersama jajaran Kemenpora dan awak media di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2024).

Menteri Sekretaris Negara, yang juga juru bicara Presiden Prabowo, Prasetyo Hadi mengatakan, Menpora baru tidak bisa menghadiri pelantikan karena sedang berada di luar kota. Untuk itu akan diadakan pelantikan susulan (Kompas.id, 8/9/2025).

Perombakan Kabinet Merah Putih yang melibatkan Menpora ini terjadi ketika cabang-cabang olahraga mempersiapkan diri menjelang ikut beberapa ajang internasional, termasuk SEA Games Thailand 2025. Meski demikian, pergantian Menpora dinilai tidak akan mengganggu persiapan tersebut.

Hal itu salah satunya diungkapkan Guru Besar Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan UPI Dikdik Zafar Sidik. Menurut Dikdik, dampak pergantian ini tidak akan signifikan mengingat cabang olahraga sudah melakukan persiapan.

”Dampak pergantian ini, menurut saya, tidak akan signifikan untuk cabang olahraga. Tinggal konsistensi kebijakan lama oleh induk organisasi bisa diterjemahkan tidak, kalau bisa diterjemahkan, bisa jalan, tidak akan masalah,” ucap Dikdik.

”Tinggal bagaimana daya dukung yang akan diberikan pemerintah dalam hal ini terkait dengan tata kelola keolahragaan, terkait khususnya menghadapi ajang-ajang internasional itu seperti apa,” tuturnya.

Lifter putra Indonesia, Rizki Juniansyah, melakukan percobaan ketiga angkatan clean and jerk pada seleksi nasional angkat besi untuk SEA Games Thailand 2025 di pemusatan latihan nasional angkat besi di Mess Kwini, Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Beberapa cabang diketahui sudah melakukan seleksi dan mengajukan nama-nama atlet untuk dikaji ulang Kemenpora. Dua di antaranya cabang prioriotas, angkat besi dan panahan.

Angkat besi, misalnya, sudah melakukan seleksi pada akhir Agustus lalu dan langsung menyerahkan rekomendasi atlet ke Kemenpora. Begitu pula panahan yang sudah menggelar seleknas sejak akhir tahun lalu dan menggelar persiapan meliputi tur internasional mulai tahun ini.

”Kami mengajukan delapan nama untuk disiplin recurve dan enam nama untuk compound,” ujar Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) Abdul Razak.

Angkat besi dan panahan juga menjadi bagian dari 13 cabang yang sudah mendapatkan dana untuk pelatnas sejak tahap pertama pada 14 April 2025. Pemerintah lewat Kemenpora menyalurkan total Rp 407,7 miliar pada tahap pertama tersebut.

Pada 30 April 2025, Kemenpora mengucurkan dana pelatnas tahap kedua untik 15 cabang olahraga dan Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI).

Polemik Permenpora

Dikdik melihat pergantian Menpora tak lepas dari evaluasi terkait dengan kebijakan-kebijakannya selama bertugas. Terbaru dan yang menimbulkan polemik adalah kehadiran Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Lingkup Olahraga Prestasi.

Dua hari sebelum dicopot atau pada Sabtu (6/9/2025), Dito sempat mengajak peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat 2025 untuk menyampaikan aspirasi secara langsung soal Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 itu.

Menteri Pemuda dan Olahraga Ario Bimo Nandito Ariotedjo diwawancarai Kompas di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senin (11/11/2024).

Keberadaan Permenpora yang menurut rencana berlaku efektif Oktober 2025 ini menuai pro-kontra di sebagian pengurus induk cabang olahraga karena dinilai sebagai bentuk intervensi pemerintah. Salah satunya Pasal 10 Ayat 2 yang menyebutkan kongres/musyawarah atau sebutan lainnya sebagai forum tertinggi organisasi diselenggarakan setelah mendapatkan rekomendasi dari kementerian.

Di sisi lain, menurut Dikdik, alasan yang mendasari kelahiran Permenpora Nomor 14/2024 juga tidak pernah terjawab. ”Padahal ini berkaitan langsung dengan tata kelola organisasi sampai ke tingkat bawah,” ujar Dikdik.

Sebelumnya, Wamenpora Taufik Hidayat menegaskan, permenpora tersebut tidak dimaksudkan sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap pengelolaan kepengurusan cabang olahraga. Justru, kata Taufik, peraturan itu dibuat untuk menghindari polemik di dalam cabang olahraga, termasuk dualisme.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat memberikan sambutan dalam acara ramah tamah bersama jajaran Kemenpora dan awak media di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2024).

Dito sebelumnya ditunjuk sebagai Menpora Kabinet Merah Putih setelah mengemban peran yang sama pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Pada Kabinet Indonesia Maju, Dito menggantikan Zainudin Amali yang mundur setelah terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.

Dengan penunjukan kembali Dito saat itu, jabatan Menpora tetap mempertahankan ”tradisi” sebelumnya yang dijabat seorang politisi. Sebelum menjadi Menpora pada era pemerintahan Jokowi, pengalaman Dito di dunia olahraga berkisar pada pengalaman menjadi Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Provinsi DKI Jakarta 2015-2019 dan ketua kontingen Indonesia pada perhelatan Olimpiade Remaja Musim Panas 2018.

”Saya berharap Menpora baru melahirkan kebijakan-kebijakan strategis, tidak hanya asal mengeluarkan kebijakan. Lalu, memastikan tugas pemerintah berjalan untuk mengantarkan prestasi olahraga nasional ke tingkat internasional, bukan hanya mengawasi tingkat nasional,” kata Dikdik.

Yang utama, kata Dikdik, Menpora baru harus fokus pada tugas dan fungsinya sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 106 Tahun 2020 tentang Kementerian Pemuda dan Olahraga, antara lain perumusan dan penetapan kebijakan di bidang pemberdayaan pemuda, pengembangan pemuda, pembudayaan olahraga, serta peningkatan prestasi olahraga.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari