Satu gol dan satu asis dari Hwang In-beom menjadikannya protagonis dalam kemenangan ”comeback” Korea Selatan atas Ceko dengan skor 2-1.
12 Jun 2026 14:03 WIB · Olahraga
AFP
GUADALAJARA, JUMAT — Korea Selatan menunjukkan mentalitas pantang menyerah dalam pertandingan dramatis melawan Ceko pada laga kedua Piala Dunia 2026. Hwang In-beom tampil sebagai pahlawan dalam kemenangan dramatis ”Kesatria Taeguk” atas Ceko.
Korea Selatan menang 2-1 atas Ceko dalam laga kedua Grup A di Stadion Guadalajara, Meksiko, Jumat (12/6/2026) pagi WIB. Ketiga gol tercipta di babak kedua saat kedua tim sama-sama tampil terbuka.
Agresivitas, kedisiplinan, dan kekompakan serta semangat juang jadi kunci dalam kemenangan Korsel. Meski tertinggal setelah mendominasi dan menciptakan banyak peluang di babak pertama, Korsel tidak patah arang.
”Ini adalah hasil yang pantas didapatkan Korea Selatan. Mereka memang tim yang lebih baik,” kata mantan striker Irlandia, Clinton Morrison, dikutip dari BBC Sport.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/93fb91afd097310dd371258ab869e170-wires_photo_11.jpg)
Korsel terus menggempur pertahanan Ceko sepanjang babak pertama. Sayangnya, bintang sekaligus kapten Son Heung-min, yang jadi ujung tombak, menyia-nyiakan setidaknya lima peluang di babak pertama.
Sementara itu, Ceko tampil lebih bertahan dan menyerang balik melalui bola-bola crossing dan bola mati. Mereka mengandalkan sundulan dari para pemain yang bertubuh jangkung.
Gol sundulan Ladislav Krejčí membuat pendukung Korsel tertunduk pada babak kedua. Bek jangkung Ceko itu memanfaatkan lemparan ke dalam cepat dari Vladimír Coufal pada menit ke-59. Ceko memang tampil lebih menyerang di babak kedua.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/e8ae254d7200b323fb7dcda87c3e37e8-APTOPIX_Czechia_South_Korea_WCup_Soccer.jpg)
Kebobolan setelah tampil dominan biasanya dapat meruntuhkan moral tim. Penampilan pemain Korsel memang sempat goyah seusai tertinggal. Namun, Korsel yang punya pengalaman lebih banyak tampil di Piala Dunia, yaitu 11 kali beruntun, kemudian menunjukkan kelasnya.
Delapan menit berselang, Hwang In-beom menyamakan kedudukan lewat gol indah setelah melewati dua pemain. Hwang kembali jadi kreator gol setelah mengirimkan umpan yang tak disia-siakan oleh Oh Hyeon-gyu pada menit ke-80.
”Sebelum pertandingan, saya memberikan dua pesan kepada para pemain untuk tidak menyerah sampai akhir dan bersatu sebagai satu tim serta bermain bersama,” kata Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo, dikutip dari Reuters.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/919e7f851333b9d4cb18b67594d0bdd3-wires_photo_10.jpg)
Kecerdasan Hong dalam pertandingan ini patut diacungi jempol. Pergantian pemain di babak kedua terbukti berhasil. Oh Hyeon-gyu yang menggantikan Son pada menit ke-69 berhasil mencetak gol penentu kemenangan.
Hong juga berhasil membangun kekompakan tim dan berjuang hingga akhir. Ia berani mengganti Son, sang megabintang, saat tim butuh tampil efektif. Langkah itu pun dinilai berhasil.
”Agak aneh, Son adalah kaptenmu, pemimpinmu, jimatmu. Saya terkejut Son keluar lapangan. Tapi dia (Hong) percaya kepada pemain cadangannya,” kata Clinton Morrison.
Son Heung-min menjadi nama yang sering disebut di sejumlah pemberitaan menjelang pertandingan. Mantan bintang Tottenham Hotspur itu berambisi menjadi pencetak gol terbanyak Korsel di Piala Dunia dan pemain Asia dengan gol terbanyak di turnamen tersebut.
Dalam tiga edisi Piala Dunia sebelumnya, Son baru mencetak tiga gol. Pada Piala Dunia keempatnya, penyerang 33 tahun ini berpeluang besar menambah gol. Walakin, ia tampil melempem dengan menyia-nyiakan banyak peluang hingga kemudian diganti pada menit ke-69.
Di tengah kondisi itu, Hwang In-beom muncul mencuri panggung. Gelandang Feyenoord tersebut jadi pembeda saat lini serang Korsel tidak efektif dengan mencatatkan satu gol dan satu asis.
Saat timnya tertinggal, Hwang menunjukkan kematangan. Pemain 29 tahun itu tidak menyia-nyiakan umpan terobosan dari Lee Kang-in. Hwang mencetak gol cantik setelah mengelabui bek Robin Hranác dan kiper Matej Kovár.
Aksi Hwang di sisi kiri pertahanan Ceko kembuat Korsel berbalik unggul. Ia melewati kawalan bek, kemudian melepaskan umpan silang ke kotak penalti dan disambut sontekan Oh Hyeon-Gyu.
Opta dilansir The Athletic mencatat, Hwang adalah pemain Korsel ketiga yang mencetak gol sekaligus umpan matang pada Piala Dunia setelah Choi Soon-ho melawan Italia di Meksiko 1986, dan Hong Myung-bo melawan Spanyol di AS 1994.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/e1c548ddd57306130f84b6a01a5373f9-Czechia_South_Korea_WCup_Soccer_5.jpg)
Hwang dalam pertandingan ini juga mencatatkan 73 operan sukses dan merupakan yang terbanyak kedua oleh pemain Korsel dalam pertandingan Piala Dunia sejak 1966. Catatan ini hanya kalah dari rekor Hwang sendiri yang menyelesaikan 79 operan saat melawan Ghana di Qatar 2022.
Selain Hwang, kontribusi pemain lain juga patut diapresiasi. Oh Hyeon-Gyu yang masuk menggantikan Son tampil klinis dengan mencetak satu gol dari satu tembakan ke gawang.
Kemudian, ada pula permainan impresif kiper Kim Seung-gyu. Meski sempat kebobolan, Kim melakukan tiga penyelamatan penting. Salah satunya menggagalkan peluang gol Michal Sadílek pada menit ke-90+3.
Bagi Ceko, kekalahan dari Korsel pada laga pembuka Piala Dunia merupakan hasil pahit. Setelah 20 tahun absen dari turnamen ini, mereka memulai Piala Dunia tanpa poin.
Meski demikian, Pelatih Ceko Miroslav Koubek tetap memuji para pemainnya. ”Kami memang melakukan beberapa kesalahan, tetapi juga menciptakan peluang. Lawan kami sangat cepat,” kata Koubek, dikutip dari Reuters.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/ec57bfb359049a30fe6dcdbebda88830-Czechia_South_Korea_WCup_Soccer_4.jpg)
Koubek menyebut, timnya harus move on ke pertandingan berikutnya melawan Afrika Selatan. Tim perlu tampil lebih menyerang dan kreatif pada sepertiga akhir lapangan. ”Dalam hal serangan, kami masih perlu meningkatkan diri,” ujarnya.
Hasil pertandingan ini membawa Korsel ke posisi kedua Grup A di bawah Meksiko dengan tiga poin dan hanya beda selisih gol. Sementara itu, Ceko berada di posisi ketiga di atas Afrika Selatan yang sama-sama tanpa poin.
Penulis:
Yola SastraEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Nur Adji