Menuju Indonesia Emas 2045, Apa Saja yang Harus Dipersiapkan Prabowo-Gibran?

Tak hanya program populis, Indonesia memiliki sederet tujuan menuju Indonesia Emas 2045. Tahun 2025 menjadi titik awal untuk membangun fondasi transformasi.

28 Jan 2025 10:01 WIB · Riset

Oleh Andreas Yoga Prasetyo

Artikel ini berisi ulasan tentang:

  1. Seperti apa target pembangunan menuju Indonesia Emas 2045?
  2. Apa saja tahapan Indonesia Emas yang harus dimulai pada 2025?
  3. Apa yang perlu dipersiapkan Prabowo-Gibran dalam lima tahun mendatang?
  4. Bagaimana Prabowo-Gibran membangun fondasi transformasi Indonesia Emas 2045?

Seperti apa target pembangunan menuju Indonesia Emas 2045?

Indonesia telah memiliki peta jalan untuk menuju target Indonesia Emas 2045. Saat 100 tahun kemerdekaan Indonesia, terdapat beberapa target capaian dalam berbagai bidang, antara lain pendidikan, kesehatan, budaya, dan ekonomi. Pada 2024, target-target tersebut resmi tertuang dalam Undang-undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2025-2045.

Dalam undang-undang tersebut, terdapat lima sasaran visi untuk menuju Indonesia Emas 2045. Pertama, Indonesia pada tahun 2045 ditargetkan akan memiliki pendapatan per kapita setara negara maju. Indonesia ditargetkan memiliki pendapatan per kapita kelima terbesar di dunia, yakni sebesar 23.000 dollar AS-30.300 dollar AS. Artinya, pendapatan per kapita Indonesia ditargetkan meningkat empat-enam kali lipat dibandingkan dengan pendapatan per kapita tahun 2024 sebesar 5.200 dollar AS.

Visi kedua adalah menurunkan angka kemiskinan dan mengurangi ketimpangan. Pada tahun 2045, tingkat kemiskinan di Indonesia ditargetkan berada pada kisaran 0,5-0,8 persen. Target ini masih cukup jauh dibandingkan dengan angka kemiskinan Indonesia per September 2024 sebesar 8,57 persen.

Selain itu, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk yang diukur melalui nilai rasio gini juga ditargetkan sebesar 0,29-0,32, atau turun cukup jauh dari nilai rasio gini per September 2024 sebesar 0,381. Nilai rasio gini yang mendekati nol menggambarkan semakin kecilnya ketimpangan pendapatan pada setiap orang.

Visi ketiga adalah kepemimpinan dan pengaruh Indonesia pada dunia internasional. Pada tahun 2045, Indonesia ditargetkan masuk ke dalam 15 besar dunia peringkat Global Power Index (GPI). GPI merupakan indeks yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan pengaruh suatu negara. Pada tahun 2023, Indonesia masih menduduki peringkat ke-61. Indonesia masih berada di bawah Singapura (peringkat ke-25), Malaysia (51), Thailand (53), dan Brunei Darussalam (60).

Sejumlah warga mengikuti upacara bendera Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pancasila, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/6/2024). Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni itu bertemakan Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas Tahun 2045. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.

Visi keempat yang ingin dicapai Indonesia pada tahun 2045 adalah peningkatan daya saing sumber daya manusia. Indeks Modal Manusia (Human Capital Index) pada tahun 2045 ditargetkan mencapai 0,73. Pada tahun 2020, Indeks Modal Manusia Indonesia baru mencapai 0,54. Hal ini menggambarkan produktivitas anak Indonesia baru mencapai 54 persen atau separuh dari kemampuan produktivitas optimalnya sehingga membutuhkan upaya khusus untuk memaksimalkan kemampuan generasi penerus Indonesia.

Visi terakhir adalah menurunnya intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) menuju emisi nol bersih. Pada 2045, tingkat penurunan intensitas emisi gas rumah kaca Indonesia ditargetkan mencapai sebesar 93,5 persen dibandingkan dengan periode intensitas emisi GRK pada 2010.

Untuk mencapai visi terakhir ini, Indonesia juga menargetkan skor indeks kualitas lingkungan hidup meningkat menjadi 83,5 pada tahun 2045. Indeks kualitas lingkungan hidup adalah nilai yang diberikan untuk mengukur kualitas air, kualitas, udara, dan kualitas lahan.

Pada tahun 2022, nilai indeks kualitas lingkungan hidup Indonesia mencapai 72,42, meningkat 0,97 poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Skor indeks ini masih cukup jauh dibandingkan dengan target 2045. Melihat kondisi ini, dibutuhkan upaya ekstra untuk mencapai kenaikan skor indeks secara konsisten hingga tahun 2045.

Lanskap Kota Jakarta yang dipenuhi dengan gedung bertingkat, Rabu (28/2/2024). Berdasar data Badan Pusat Statistik, pada 2023, perekonomian Indonesia tumbuh 5,05 persen secara tahunan. Capaian ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada 2022 yang menyentuh 5,31 persen.

 

Apa saja tahapan Indonesia Emas yang harus dimulai pada 2025?

Untuk mencapai kelima visi ini, telah ditetapkan 8 misi, 17 arah pembangunan, dan 45 indikator yang akan dijadikan sebagai peta jalan fokus kebijakan hingga 2045. Kedelapan misi ini dibagi menjadi empat tahapan untuk dicapai. Tahapan pertama adalah penguatan fondasi transformasi pada 2025-2029.

Pada tahap kedua akselerasi transformasi dilakukan pada tahun 2030-2034. Setelah transformasi dilakukan, pada tahun 2035-2039 ditargetkan Indonesia mulai melakukan ekspansi global pada berbagai bidang. Tahapan terakhir adalah perwujudan Indonesia Emas 2045 yang akan dimulai sejak tahun 2040.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2025-2045, misi atau agenda pembangunan yang telah dirancang harus mulai diterapkan sejak 2025. Artinya, tahun ini merupakan langkah awal untuk mencapai ragam target sesuai visi yang telah ditetapkan menuju Indonesia Emas 2045. Lantas, apa saja pekerjaan rumah pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mencapai misi tersebut?

Dalam lima tahun mendatang, Indonesia akan masuk ke dalam tahapan penguatan fondasi transformasi. Dari delapan misi atau agenda pembangunan hingga 2045, terdapat lima misi yang berkaitan dengan transformasi atau perubahan, yakni transformasi sosial; transformasi ekonomi; transformasi tata kelola; supremasi hukum, stabilitas, dan kepemimpinan Indonesia; serta ketahanan sosial budaya dan ekologi.

Infografik Visi, Misi, dan Arah Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

Apa yang perlu dipersiapkan Prabowo-Gibran dalam lima tahun mendatang?

Fondasi dari kelima misi inilah yang diamanatkan oleh undang-undang untuk dibangun pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga 2029.

Pertama, pada transformasi sosial, terdapat tiga aspek yang menjadi target transformasi, yakni kesehatan, pendidikan, dan pelindungan sosial. Pada aspek kesehatan, beberapa indikator seperti usia harapan hidup, kesehatan ibu dan anak, insidensi tuberkulosis, hingga cakupan kepesertaan jaminan kesehatan nasional harus mulai mendapatkan perhatian. Pasalnya, keempat aspek ini merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perbaikan kesehatan.

Adapun pada aspek pendidikan, angka partisipasi sekolah, hasil pembelajaran, hingga kualitas lulusan perlu menjadi perhatian khusus. Aspek ini merupakan dasar untuk menciptakan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing.

Berikutnya, cakupan kepesertaan pada jaminan sosial ketenagakerjaan juga harus menjadi perhatian utama dalam aspek pelindungan sosial. Dalam lima tahun mendatang, ditargetkan akan semakin banyak masyarakat yang memahami, bahkan mengikuti jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kedua, pada bidang ekonomi, transformasi perlu dilakukan pada lima sektor, yakni ilmu pengetahuan, inovasi, dan produktivitas ekonomi; ekonomi hijau; ekonomi digital; integrasi ekonomi domestik dan global; hingga pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi. Pada sektor ini, cukup banyak fondasi yang harus mulai dibangun seperti perbaikan sektor pariwisata untuk menaikkan devisa, peningkatan jumlah UMKM, hingga bertambahnya lapangan kerja formal.

Ketiga, UU Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2025-2045 juga mengamanatkan agar mulai tahun 2025, transformasi tata kelola dilakukan. Transformasi ini meliputi perbaikan pelayanan publik, pembangunan sistem pemerintahan berbasis elektronik, hingga penyederhanaan regulasi.

Pencari lowongan kerja mengantre di Mall Tamini Square, Jakarta Timur, Kamis (3/9/2024). Bursa kerja yang diinisiasi Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Jakarta Timur ini merupakan upaya pemerintah untuk pengentasan kemiskinan. Pada bursa kerja kali ini diikuti 40 stand perusahaan dengan jumlah 2.000 lowongan kerja. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 03-10-2024

           

Bagaimana Prabowo-Gibran membangun fondasi transformasi Indonesia Emas 2045?

Dari lima misi yang berkaitan dengan transformasi, dua di antaranya merupakan landasan transformasi pada bidang hukum, politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Pada misi tentang supremasi hukum, stabilitas, dan kepemimpinan Indonesia, terdapat beberapa agenda transformasi yang perlu dilakukan seperti menciptakan tatanan hukum yang berkeadilan, stabilitas ekonomi makro, hingga ketangguhan diplomasi dan pertahanan.

Khususnya pada bidang ekonomi makro, landasan transformasi yang perlu dibentuk adalah berupa inklusi keuangan, penurunan inflasi, hingga penerimaan perpajakan. Sementara pada bidang politik, upaya perbaikan indeks demokrasi Indonesia juga perlu mulai dilakukan sejak tahun 2025.

Ketahanan sosial budaya dan ekologi merupakan misi berikutnya dalam kerangka pembentukan landasan transformasi. Untuk membentuk landasan demi mencapai misi ini, dibutuhkan beberapa upaya seperti perbaikan. Pada bidang kebudayaan, misalnya, diperlukan upaya untuk perbaikan indeks pembangunan kebudayaan. Sementara pada bidang ekologi, dibutuhkan perbaikan tata kelola pada bidang ketahanan energi hingga ketahanan air.

Jika mencermati setiap indikator yang merupakan penjabaran dari visi dan misi menuju Indonesia Emas 2045, banyak hal teknis yang perlu memperoleh perhatian dan perbaikan pada masa penguatan fondasi transformasi dalam lima tahun mendatang. Karena itu, tak hanya bertumpu pada program-program populis, pemerintah juga perlu memberikan perhatian pada kualitas pembangunan di berbagai sektor untuk memastikan agenda penguatan fondasi transformasi dapat berjalan sesuai target hingga 2029. (LITBANG KOMPAS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Andreas Yoga Prasetyo
 | 

Editor:

Yohan Wahyu
 | 

Infografik:

Andri Reno Susetyo