TRANSPORTASI

Menyambut Kepunahan Becak Motor di Yogyakarta

Becak motor atau betor dimusnahkan secara bertahap di Kota Yogyakarta dan digantikan becak listrik.

03 Jun 2026 20:02 WIB · Nasional

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Oleh Ferganata Indra Riatmoko

Bangun (34) tersenyum girang ketika memasukkan persneling mundur pada becak listrik yang ia naiki dan berhasil memundurkan becak yang baru pertama kali ia naiki itu, Rabu (3/6/2026). Sensasi mampu bergerak mundur di atas becak tanpa harus turun dari sadel lalu mengerahkan tenaga untuk menarik kendaraan itu merupakan pengalaman baru dan membawa secercah harapan baginya.

Tukang becak bermotor mencoba menggunakan becak listrik setelah  becak bermotor (betor) mereka dihancurkan di halaman UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Pemilik betor tersebut kemudian dialihkan menggunakan becak bertenaga listrik sumbangan PT KAI. Melalui penambahan 50 becak bertenaga listrik tersebut maka kini terdapat sekitar 260 unit becak listrik di Yogyakarta sebagai bagian upaya pengurangan polusi di kawasan pusat kota itu. 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Kegembiraan itu menghapus raut muka muramnya ketika melihat becak bermotor (betor) andalannya remuk redam dihantam mesin ekskavator di halaman UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Giwangan, Yogyakarta, sekitar 45 menit sebelumnya. Siang itu petugas di kantor tersebut menghancurkan 50 unit betor yang biasa beroperasi di kawasan wisata Jalan Malioboro.

Petugas menghancurkan 50 becak bermotor (betor) di halaman UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Pemilik betor tersebut kemudian dialihkan menggunakan becak bertenaga listrik sumbangan PT KAI. Melalui penambahan 50 becak bertenaga listrik tersebut maka kini terdapat sekitar 260 unit becak listrik di Yogyakarta sebagai bagian upaya pengurangan polusi di kawasan pusat kota itu. 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
Petugas menghancurkan 50 becak bermotor (betor) di halaman UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Pemilik betor tersebut kemudian dialihkan menggunakan becak bertenaga listrik sumbangan PT KAI. Melalui penambahan 50 becak bertenaga listrik tersebut maka kini terdapat sekitar 260 unit becak listrik di Yogyakarta sebagai bagian upaya pengurangan polusi di kawasan pusat kota itu. 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
Petugas menghancurkan 50 becak bermotor (betor) di halaman UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Pemilik betor tersebut kemudian dialihkan menggunakan becak bertenaga listrik sumbangan PT KAI. Melalui penambahan 50 becak bertenaga listrik tersebut maka kini terdapat sekitar 260 unit becak listrik di Yogyakarta sebagai bagian upaya pengurangan polusi di kawasan pusat kota itu. 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Satu per satu betor diantar pemiliknya menuju titik penghancuran, termasuk betor milik Bangun. Sebagian petugas juga nampak memotong rangka betor dengan menggunakan alat las untuk memastikan kendaraan itu tidak dapat digunakan lagi.

Beberapa pemilik betor memanfaatkan celah waktu sebelum betor kesayangan mereka dieksekusi dengan mengambil beberapa komponen yang masih bisa digunakan. Bejo (47), salah satu pemilik betor, mengambil karburator yang terpasang di betornya agar dapat dijual kembali. Beberapa pemilik betor lainnya juga membawa galon bekas tempat air mineral untuk menampung bensin yang masih tersisa di tangki bahan bakar.

Bejo mencopot karburator dari betornya yang akan dimusnahkan di Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Pemilik betor yang hadir di tempat tersebut kemudian mendapat penggantian berupa becak bertenaga listrik sumbangan PT KAI. Transformasi sumber tenaga betor menjadi becak listrik adalah bagian upaya pengurangan polusi di Kota Yogyakarta, terutama di kawasan wisata.

Rem cakram pada roda belakang becak listrik.

Becak listrik tersebut dilengkapi motor BLDC 48V 1.000 watt dengan rem cakram bersistem hidrolis pada roda belakangnya. Menurut salah satu petugas, harga masing-masing unit becak listrik itu berkisar Rp 25 juta - Rp 30 juta.

Tukang becak bermotor mencoba menggunakan becak listrik setelah becak bermotor (betor) mereka dihancurkan di halaman UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).
Pengisian daya pada baterai becak listrik.
Tukang becak mengangkut rekannya saat mencoba becak listrik.
Melalui penambahan 50 becak bertenaga listrik dari PT KAI tersebut maka kini terdapat sekitar 260 unit becak listrik di Yogyakarta.
Mencoba menggerakkan becak listrik ke arah belakang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho menyebutkan bahwa 50 becak listrik tersebut sudah dilengkapi sejumlah dokumen yang sah. Keberadaan dokumen khusus kendaraan listrik tersebut diharapkan menjadi jaminan akan kelaikan kendaraan ramah lingkungan itu.

Pemusnahan betor dan peresmian pengoperasian becak listrik itu juga dihadiri oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. Menurutnya, melalui penambahan 50 becak bertenaga listrik tersebut maka kini terdapat sekitar 260 unit becak listrik di Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo (berbaju batik) turut menaiki excavator yang akan digunakan untuk memusnahkan betor di Giwangan, Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Pemerintah Kota Yogyakarta berencana menggandeng berbagai pihak agar pada tahun 2028 sudah terdapat 900 becak listrik yang beroperasi di Kota Gudeg tersebut. Pengalihan betor menjadi becak listrik itu sebagai bagian upaya pengurangan polusi di kawasan Sumbu Filosofi dan untuk mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan pada masyarakat sekaligus wisatawan pengunjung Yogyakarta.

Petugas menghancurkan 50 becak bermotor (betor) di halaman UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Pemilik betor tersebut kemudian dialihkan menggunakan becak bertenaga listrik sumbangan PT KAI. Melalui penambahan 50 becak bertenaga listrik tersebut maka kini terdapat sekitar 260 unit becak listrik di Yogyakarta sebagai bagian upaya pengurangan polusi di kawasan pusat kota itu. 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
Petugas menghancurkan 50 becak bermotor (betor) di halaman UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Pemilik betor tersebut kemudian dialihkan menggunakan becak bertenaga listrik sumbangan PT KAI. Melalui penambahan 50 becak bertenaga listrik tersebut maka kini terdapat sekitar 260 unit becak listrik di Yogyakarta sebagai bagian upaya pengurangan polusi di kawasan pusat kota itu. 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
Petugas menghancurkan 50 becak bermotor (betor) di halaman UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Pemilik betor tersebut kemudian dialihkan menggunakan becak bertenaga listrik sumbangan PT KAI. Melalui penambahan 50 becak bertenaga listrik tersebut maka kini terdapat sekitar 260 unit becak listrik di Yogyakarta sebagai bagian upaya pengurangan polusi di kawasan pusat kota itu. 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko


Kerabat Kerja

Penulis:

Ferganata Indra Riatmoko
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung
 | 

Penyelaras Bahasa:

Yuliana Karim