Menyoal ”Guyonan” tentang Penjual Es Teh yang Tidak Lucu

Lontaran Miftah Maulana Habiburrahman ditanggapi negatif berbagai pihak. Meski mengklaim bercanda, apa yang dilakukannya disebut jauh dari kata lucu.

04 Des 2024 14:03 WIB · Politik & Hukum

Oleh Abdullah Fikri Ashri

Potongan video ceramah Miftah Maulana Habiburrahman, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Agama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, viral di media sosial. Ia dianggap mengumpat seorang penjual es teh. Meski mengklaim ”guyonan”, ucapannya dinilai tak lucu oleh banyak kalangan.

Dalam video itu, Miftah berbicara kepada seorang penjual es teh yang berdiri di tengah kerumunan. ”Es tehmu masih banyak enggak? Masih? Ya, sana dijual, g****k,” ucapnya dalam bahasa Jawa dan diakhiri sebuah kata seperti umpatan. Sejumlah orang di panggung pun tertawa.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji Sleman KH Miftah Maulana Habiburrahman menjawab pertanyaan pers di sela-sela Webinar Kebangsaan “Sosok Ideal Pemimpin NU Menjelang Satu Abad” yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Malang (Unisma), di Malang, Jawa Timur, Sabtu (16/10/2021).

Cuplikan video tersebut kemudian viral di media sosial. Di platform X, misalnya, nama Miftah masuk dalam topik populer dengan lebih dari 183.000 unggahan pada Rabu (4/12/2024) siang. Begitu pula dengan kata ”es teh”, menjadi topik yang tren dengan 129.000 lebih unggahan di X.

Miftah mengaku khilaf. ”Saya memang sering bercanda dengan siapa pun. Maka untuk itu, atas candaan yang bersangkutan, saya akan meminta maaf secara langsung dan mudah-mudahan dibukakan pintu maaf untuk saya,” ujarnya dalam video klarifikasinya seperti dikutip dari Kompas TV.

Humor dan lelucon

Lalu, mengapa pernyataan yang dianggap candaan itu tidak lucu, setidaknya bagi sejumlah warganet? Ceramah James Danandjaja, pakar folklor, berjudul ”Lelucon sebagai Salah Satu Bentuk Folklor Lisan” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Desember 1979 bisa jadi pisau analisis.

Menurut James, lelucon dibagi menjadi dua, yakni lelucon atau joke dan humor. ”Perbedaannya, sasaran lelucon ialah pribadi atau kelompok lain, sedangkan sasaran humor lebih pada diri pribadi dan kelompok sendiri,” ujarnya dikutip dalam arsip Kompas, 20 Desember 1979.

Unggahan Partai Gerindra di akun Instagram @gerindra berisi permintaan kepada Gus Miftah meminta maaf atas ucapannya kepada pedagang es teh.

Itu sebabnya, lelucon atau joke sangat mungkin menyinggung perasaan orang karena menyerang pribadi atau kelompoknya. Sebaliknya, humor mengundang tawa karena membahas ”kelemahan” sang pembicaranya sendiri. James mencontohkan pelawak Ateng sebagai orang humoris kala itu.

Ateng, misalnya, kerap menjadikan bangunan fisiknya yang berbeda dengan orang lain sebagai bahan candaan. Penonton pun tidak hanya terhibur, tetapi juga merasa simpati. Tanggapan penonton bisa berbeda jika orang yang kondisi fisiknya bagus bercanda seperti Ateng.

Begitu pula dengan seseorang yang menyebut seorang penjual es teh dengan kata tidak pantas atau merendahkan intelektualitasnya. Meski mungkin maksudnya bercanda, publik bisa jadi menangkapnya sebagai ejekan. Apalagi, sang penjual sedang berusaha mencari sesuap nasi.

Tokoh Timor Timur yang mendekam di LP Cipinang, Xanana Gusmao (kanan), dikunjungi Ketua Umum PB NU KH Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur, awal Februari 1999, di LP Cipinang, Jakarta Timur. Kedua tokoh itu melakukan pembicaraan mengenai situasi Timor Timur. Dalam pertemuan itu, Gus Dur minta jaminan Xanana agar memberikan perlindungan agar warga Timtim yang prointegrasi tidak mendapatkan nasib yang buruk.
Warga melintas mural wajah mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur di Jalan H Ba'an, Poris Plawad Indah, Kota Tangerang, Banten, Minggu (16/5/2021). Sosok Gus Dur terkenal dengan toleransi dan pluralismenya. Kompas/Priyombodo (PRI) 16-05-2021
*** Local Caption *** Ketua PB NU KH Abdurrachman Wahid di tengah sidang pleno penyampaian pemandangan umum, Sabtu (3/12). Dalam sidang itu, hanya Jatim yang mendukung Gus Dur untuk calon Ketua Umum Tanfidziyah dan duet KH Ilyas Ruhiat-KH Sahal Mahfudz untuk Rais Aam Syuriah dan wakilnya. Beberapa wilayah lain, Sumbar, Kalsel dan Jambi mengusulkan nama Abu Hassan MA sebagai Ketua Umum Tanfidziyah. Sebagian besar pengurus wilayah hanya menyebut kriteria calon. Di antaranya ada beberapa wilayah yang memberi tanda-tanda dukungan pada Gus Dur, yaitu DKI Jakarta, Jateng, Sumsel dan Yogyakarta. Sebaliknya ada juga yang menolak Gus Dur.Terkait Berita, Kompas 04 -12-1994, 1Judul Amplop: Muktamar NU
Pelantikan Abdurrahman Wahid sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 1999. Dukungan Partai Kebangkitan Bangsa kepada Gus Dur menandai keterlibatan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama dalam politik praktis. Kompas/Arbain Rambey (ARB) 20-10-1999 *** Local Caption *** Pelantikan Abdurrahman Wahid sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 1999. Dukungan Partai Kebangkitan Bangsa kepada Gus Dur menandai keterlibatan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama dalam politik praktis. Kompas/Arbain Rambey (ARB) 20-10-1999
*** Local Caption *** Presiden Abdurrahman Wahid hadiri peresmian The Habibie Center (THC) di Ruang Cendrawasih Jakarta Convention Center, Senin (22/5/2000). Tampak BJ habibie menyambut kedatangan presiden Abdurrahman Wahid. Terkait berita di Kompas, 23 Mei 2000, hal 1 Judul Amplop: Gus Dur dan Habibie *** Local Caption *** Presiden Abdurrahman Wahid hadiri peresmian The Habibie Center (THC) di Ruang Cendrawasih Jakarta Convention Center, Senin (22/5). Tampak BJ habibie menyambut kedatangan presiden Abdurrahman Wahid. Terkait berita di Kompas, 23 Mei 2000, hal 1 Judul Amplop: Gus Dur dan Habibie *** Local Caption *** Presiden Abdurrahman Wahid hadiri peresmian The Habibie Center (THC) di Ruang Cendrawasih Jakarta Convention Center, Senin (22/5/2000). Tampak BJ habibie menyambut kedatangan presiden Abdurrahman Wahid. Terkait berita di Kompas, 23 Mei 2000, hal 1 Judul Amplop: Gus Dur dan Habibie

Heru Gendut Janarto dalam artikelnya ”Olah Humor ala Gus Dur” di buku Gus Dur, Santri Pas Excellence Teladan Sang Guru Bangsa terbitan Penerbit Buku Kompas (2010) menyebut Presiden RI Keempat itu humoris. Sebab, Gus Dur kerap menjadikan dirinya contoh humor.

”Ia mau berendah hati menelanjangi ’kelemahan’ dan ’kekurangan’ yang dimilikinya. Gus Dur melakukan itu nyaris tanpa reservoir. Karena yang menjadi bulan-bulanan diri sendiri, orang malah jatuh simpati kepadanya,” tulis Heru.

Pembukaan Pameran Lukisan Sang Maha Guru - Sinta Nuriyah Wahid, istri Presiden RI ke 4 Abdurrahman Wahid, membuka pameran lukisan œSang Maha Guru di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (22/11/2018). Lukisan-lukisan di pameran tunggal karya Nabila Dewi Gayatri ini menampilkan sejumlah lukisan potrait Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dengan berbagai elemen sosok Gus Dur. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO (RON) 22-11-2018

Dalam sebuah wawancara dengan majalah Keluarga (1994), misalnya, Gus Dur bilang, ia harus berjuang keras menaklukkan hati Shinta Nuriyah yang kini jadi istrinya. ”Bayangkan, delapan tahun saya nunggu dia supaya mau. Dipikir-pikir, ternyata saya ini memang jelek, ya,” kata Gus Dur.

Pada sebuah pertemuan internasional di Bali, Gus Dur pernah melemparkan humor tentang dirinya dan wakil presiden, Megawati Soekarnoputri. ”Kami berdua akan jadi sebuah tim yang sempurna. Saya tidak bisa melihat, dia tidak bisa omong,” katanya dalam bahasa Inggris.

Sarkasme

Humor juga berbeda dengan sarkasme. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia daring, sarkasme ialah kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain, cemoohan, atau ejekan kasar. Sekilas, sarkasme, seperti ”dasar bodoh” atau ”payah” dapat membuat pendengarnya tertawa.

Namun, di balik itu, menurut Clifford N Lazarus dalam artikelnya di Psychology Today (2012), mereka yang mendapat sarkasme merasa direndahkan. Psikolog ini menyebut sarkasme sebagai intimidasi halus. Dan, sebagian besar pelaku intimidasi adalah pemarah, tidak percaya diri.

Sebaliknya, ketika seseorang berhenti menyampaikan ungkapan sarkasme, ia mulai merasa lebih bahagia dan percaya diri. ”Orang lain dalam hidupnya juga akan mendapatkan manfaat lebih cepat karena mereka tidak perlu lagi mendengar bahasa sarkasme yang menyakitkan,” tulisnya.

Pengunjung menikmati karya Beyond Crap dalam pameran bertajuk "UR My Inspiration : Love Letters to the World" di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/6/2023). Pameran menyuguhkan serangkaian "surat cinta" pada dunia dalam wujud bahasa komik strip dengan menyisipkan narasi humor dan sarkasme. KOMPAS/RADITYA HELABUMI 14-06-2023

Clifford tidak mengatakan sarkasme sepenuhnya buruk. Ungkapan sarkastik kadang diperlukan. Namun, ibarat bumbu dalam hidangan, sarkasme juga tidak boleh berlebihan.

”Sarkasme berlebihan dan terus-menerus akan membuat percakapan terasa pahit bagi penerimanya,” ujarnya.

Ia pun menyebut sarkasme sebagai bentuk permusuhan yang dibalut dalam humor. Cara membedakannya, katanya, sarkasme sepintas membuat tertawa, tetapi terasa tajam menusuk perasaan. Sebaliknya, humor kerap mengundang senyum dan sama sekali tidak berbahaya.

Jadi, apakah ”guyonan” tentang penjual es teh yang tengah viral adalah humor atau joke? Atau bahkan sarkasme? Mungkin ada penonton yang tertawa saat mendengarkan peristiwa itu. Namun, hanya perasaan Anda yang bisa memberikan jawaban sesungguhnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Abdullah Fikri Ashri
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra