Persaingan olahraga tak hanya bisa dilihat dari pemenang. Momen dalam pertandingan tak jarang menjadi faktor lebih menarik.
19 Jan 2025 06:15 WIB · Olahraga
Kemampuan, keberanian, dan semangat pantang menyerah. Tiga faktor itu layak untuk menyebut bahwa pemenang pertemuan Gregoria Mariska Tunjung dan An Se-young pada semifinal India Terbuka adalah pertandingannya itu sendiri.
Pertandingan tersebut menjadi semifinal ketujuh dari sepuluh laga yang berlangsung di Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi, Sabtu (18/1/2025). An memenangi pertandingan dengan skor 21-19, 21-16 dan akan berhadapan dengan Pornpawee Chochuwong di final.
Walaupun tak ada wakil tuan rumah yang tampil pada laga itu dan pertandingan berlangsung dua gim, suasana di stadion begitu meriah. ”An Se-young!” yang diteriakkan oleh penggemarnya, termasuk anak-anak kecil India, bersahutan dengan suara ”Gregoria!” atau ”Indonesia” dari pendukung Gregoria yang membawa bendera merah putih.
Teriakan dan tepuk tangan, juga, tak hentinya terdengar dan semakin keras ketika terjadi adu pukulan yang sulit dilakukan. Salah satu momen yang membuat penonton histeris adalah ketika An mempertahankan keunggulan game point dan Gregoria berusaha mempertipis selisih poin, pada skor 20-18 gim pertama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/18/90f04d9465c68d57d4d63735f2cc3189-WhatsApp_Image_2025_01_18_at_21.58.55.jpeg)
Gregoria berusaha menekan dengan membuat An bergerak bagai mengitari lapangan. Dia melambungkan kok ke sudut kanan belakang yang membuat An tak menduganya.
Ketika tunggal putri Korea Selatan itu bisa mengembalikannya, pukulan lanjutan Gregoria diarahkan ke dekat net di sisi kiri. Kali ini, An berlari ke dekat net dengan arah menyilang sambil menjatuhkan diri.
Dengan posisi An yang berada di dekat net, kok dilambungkan lagi ke arah belakang, kali ini ke sisi backhand pemain ranking teratas dunia itu. An bangkit dengan cepat dari jatuhnya, berlari kembali ke belakang dan kok masih bisa dikembalikan. Reli tersebut akhirnya berhenti pada pukulan ke-33 ketika upaya An mengembalikan kok di tengah lapangan, sambil menjatuhkan diri lagi, tak berhasil.
Momen itu hanyalah salah satu yang menarik pada pertandingan selama 43 menit tersebut. Adu chop, pukulan setengah smes dengan gerakan seperti menebang, yang membuat kok jatuh menukik dengan arah menyilang, menjadi pertunjukkan menarik lainnya pada pertandingan tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/19/7cd3dae5f259ec1449df719912f1b456-IMG_20250119_WA0002.jpg)
Saya tetap bersyukur dengan hasil di sini setelah kalah pada babak pertama di Malaysia Terbuka. Masih banyak evaluasi yang harus saya bawa pulang, tapi masuk semifinal adalah pencapaian yang bisa saya jadikan motivasi ke depan.
Setelah kehilangan gim pertama dan tertinggal pada gim kedua, Gregoria memperlihatkan daya juangnya. Dari ketertinggalan 3-7, dia bisa menyamakan skor menjadi 10-10 dan unggul satu poin saat jeda.
Namun, ada faktor yang masih menjadi catatan bagi Gregoria pada pertandingan tersebut. Pada paruh kedua gim kedua, dia beberapa kali kehilangan poin karena unforced error. Setelah skor 14-14, laju penambahan poinnya lebih lambat dibandingkan dengan An. Pergerakan kaki Gregoria, juga, masih lebih lambat dibandingkan dengan lawannya yang selalu terlihat ringan dalam bergerak menutup lapangan.
Momen menarik di antara peraih medali Olimpiade Paris 2024—An mendapat emas, Gregoria dengan perak—berlanjut ketika mereka meninggalkan lapangan. Keduanya berbincang akrab.
Kedua atlet yang telah mengerahkan semua kemampuan itu mendapat pujian dari mantan pebulu tangkis yang menjadi salah satu komentator untuk BWF, Gillian Clark. ”Penggemar bulu tangkis harus merayakan pertandingan tersebut karena menjadi semifinal tunggal putri yang begitu menarik,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/18/edfe49dcefdfd33679917fa9e1a6784e-WhatsApp_Image_2025_01_18_at_21.58.57.jpeg)
Hasil itu membuat Gregoria belum juga bisa mengalahkan An pada 11 pertemuan sejak mereka bersaing dalam kategori yunior, yaitu pada final Kejuaraan Asia Yunior 2017 di Tangerang Selatan, Banten. Namun, tunggal putri Indonesia ranking kelima dunia itu tak begitu menyesal karena telah berusaha dengan maksimal.
”Saya tetap bersyukur dengan hasil di sini setelah kalah pada babak pertama di Malaysia Terbuka. Masih banyak evaluasi yang harus saya bawa pulang, tapi masuk semifinal adalah pencapaian yang bisa saya jadikan motivasi ke depan,” ujar Gregoria.
Gregoria, bersama Jonatan Christie yang juga tampil di semifinal India Terbuka dan kalah dari Viktor Axelsen, 21-17, 14-21, 15-21, akan melanjutkan penampilan di depan pendukung sendiri di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, pada turnamen Indonesia Masters. Mereka bergabung dengan pebulu tangkis Indonesia lainnya pada persaingan yang berlangsung 21-26 Januari.
An absen di Jakarta, tetapi Gregoria akan mendapat pesaing tak kalah berat, seperti Chochuwong, Pusarla V Sindhu yang dikalahkannya pada perempat final India Terbuka, Ratchanok Intanon, serta Wang Zhi Yi yang menjadi unggulan teratas.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .