Gempa bumi menghantam Myanmar dan Thailand. Dua hari setelahnya warga menunggu kabar kerabat dari runtuhnya proyek pencakar langit di Bangkok.
30 Mar 2025 10:33 WIB · Foto
Sebuah gedung pencakar langit yang masih dalam proses pembangunan tiba-tiba runtuh. Teriakan orang-orang dan pekerja yang berada di sekitar proyek bangunan itu terdengar. Tak berapa lama empasan angin karena ambruknya bangunan itu membawa gumpalan tebal debu yang seakan mengejar mereka yang berlarian menuju daerah aman.
Rekaman peristiwa itu tersiar dan viral lewat sejumlah media sosial pada Jumat (28/3/2025) mengikuti peristiwa gempa bumi dangkal yang menghantam Myanmar dan Thailand. Episentrum gempa berada di kedalaman 10 kilometer, sekitar 16 kilometer barat laut kota Sagaing, Myanmar.
Gempa bumi yang terjadi di sesar ini dikenal juga sebagai gempa geser. Hal itu disebabkan adanya sesar geser (strike-slip fault) antara lempeng India dan lempeng Eurasia. Dua lempeng tektonik ini bergesekan secara menyamping satu dengan lainnya.
Satu hari setelah hantaman gempa, Sabtu (29/3/2025), tim penyelamat berjuang menyelamatkan dan mencari korban di lokasi runtuhnya proyek pencakar langit itu. Mengenakan helm dan alat pelindung diri lainnya mereka bekerja keras di lokasi. Mereka dibantu anjing-anjing penyelamat yang akan mengendus ada tidaknya korban di bawah reruntuhan. Selain itu peralatan konstruksi berat juga diterjunkan untuk menemukan orang-orang yang terjebak di reruntuhan bangunan yang sedang dibangun.
Sementara itu sejumlah orang menunggu kabar dari tim penyelamat. Mereka termangu di bawah tenda yang didirikan di sekitar lokasi ataupun menunggu di balik pagar seng pembatas. Sesekali mereka mengusap air mata dengan sapu tangan. Mereka adalah kerabat dari pekerja proyek yang masih belum diketahui nasibnya. Mereka menunggu kabar dari tim penyelamat yang masih bekerja hingga hari berganti.
Proyek pencakar langit itu menjadi salah satu bangunan yang terdampak gempa. Ribuan bangunan lain di Thailand ataupun Myanmar juga mengalami nasib yang sama. Jumlah korban tewas di kedua negara juga sudah mencapai ribuan orang.
Di Myanmar, hingga Sabtu (29/3/2025) malam, junta militer Myanmar menyebut 1.664 orang dipastikan tewas akibat gempa. Sementara korban cedera tercatat 3.048 orang. Karena pendataan masih berlangsung dan banyak orang belum diketahui nasibnya, dikhawatirkan jumlah korban terus bertambah.
Penulis:
Demitrius Wisnu WidiantoroEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari