BULU TANGKIS

Jalan Panjang Atlet Raih Prestasi Bulu Tangkis

Sebuah prestasi tak datang sendiri. Bakat bermain bulu tangkis saja tidak cukup, latihan panjang dengan disiplin penuh menjadi upaya untuk mencapainya.

15 Mei 2026 15:02 WIB · Olahraga

KOMPAS/PRIYOMBODO

Oleh Priyombodo .

Imelda Wigoena

Ketika seorang atlet mengukir prestasi dan naik podium, semua orang menyambutnya dengan sukacita. Apalagi jika atlet itu mewakili sebuah negara yang berlaga di kancah dunia. Tidak hanya dikenal, popularitasnya pun meroket seketika. Lagu kebangsaan mengiringi ketika penganugerahan medali. Ya, atlet menjadi salah satu pejuang yang mampu mengumandangkan lagu kebangsaan di negara lain ketika mencetak prestasi puncak.

Meski demikian, tidak semua dari kita paham bagaimana para atlet berproses. Seperti halnya para pebulu tangkis muda. Mereka berlatih dalam sunyi, tak banyak yang tahu. Hanya tekad diri, dukungan orangtua, dan pelatih. Kemampuan mereka terus diasah dalam ribuan jam latihan menembus batas limit diri. Tidak sedikit tenaga, waktu, dan biaya yang dikeluarkan.

Gambaran itu terlihat saat mengunjungi PB Jaya Raya di bilangan Bintaro, Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (12/5/2026) sore.

Para pebulu tangkis muda berlatih di PB Jaya Raya di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (12/5/2026). PBB Jaya Raya lahir melalui Yayasan Pembangunan Jaya pada 26 Juli 1976. Saat itu Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meminta Direktur PT Pembangunan Jaya Ciputra untuk membina olahraga bulu tangkis. Ciputra kemudian menggandeng pebulu tangkis Rudy Hartono.
Imelda Wigoena
Imelda Wigoena

Di dalam gedung olahraga yang memiliki 16 lapangan karpet itu, puluhan pebulu tangkis muda, baik putra maupun putri, berlatih keras. Keringat bercucuran sudah menjadi santapan sehari-hari para atlet. Mereka berlatih setiap pagi dan sore hari dengan bimbingan pelatih profesional.

Seorang pebulu tangkis muda, Ahmad Fauzan Hilmi, bersama rekannya tampak mempersiapkan kok untuk latihan. Kok tersebut disusun rapi agar mudah digunakan pelatih saat melatih. Hilmi bergantian berlatih pukulan dari kok-kok yang dilancarkan sang pelatih. Sering kali ia diingatkan dengan cukup keras karena gerakan yang salah. Dengan usaha maksimal, Hilmi terus memperbaiki pukulannya.

Menurut Ketua Harian PB Jaya Raya, yang juga seorang legenda bulu tangkis Tanah Air, Imelda Wigoena, sekitar 150 pebulu tangkis muda bernaung di bawah bendera PB Jaya Raya. Mereka ada yang berlatih di GOR PB Jaya Raya Bintaro dan ada pula yang dititipkan di klub-klub satelit di sejumlah daerah.

”Karena mereka masih terlalu muda sehingga masih perlu didampingi orangtua, jadi mereka dititipkan di klub-klub satelit PB Jaya Raya.”

PB Jaya Raya didirikan oleh Direktur PT Pembangunan Jaya, Ciputra, pada 26 Juli 1976. Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin, meminta Ciputra untuk melakukan pembinaan bagi atlet bulu tangkis. Melalui Yayasan Pembangunan Jaya, maka lahirlah PB Jaya Raya. Ciputra menggandeng pebulu tangkis Rudy Hartono untuk mendirikan PB Jaya Raya. Saat itu, lokasi latihan masih berada di Ragunan, Jakarta Selatan. Lalu, pada 15 September 2016, PB Jaya Raya pindah ke fasilitas latihan di Bintaro.

”Tahun ini PB Jaya Raya genap berusia 50 tahun”, tambah Imelda.

Imelda Wigoena
Para pebulu tangkis muda berlatih di PB Jaya Raya di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (12/5/2026). PB Jaya Raya lahir melalui Yayasan Pembangunan Jaya pada 26 Juli 1976. Saat itu Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meminta Direktur PT Pembangunan Jaya Ciputra untuk membina olahraga bulu tangkis. Ciputra kemudian menggandeng pebulu tangkis Rudy Hartono.
Imelda Wigoena

Tempat ini memiliki gedung olahraga dengan 16 lapangan indoor, fasilitas gym, layanan fisioterapi, asrama bagi atlet, serta sekolah setingkat SMP dan SMA. Para pebulu tangkis muda yang berlatih terpilih melalui seleksi ketat audisi di daerah-daerah. Ada juga atlet yang masuk melalui jalur seleksi internal dari klub-klub satelit yang bermitra dengan PB Jaya Raya.

Imelda Wigoena

Tak terasa sore menjelang. Matahari sore menyelinap di balik deretan jendela kaca. Cahayanya menyinari deretan piala di dalam rak kaca yang membisu.

Sore itu mengajarkan tentang bagaimana para atlet digembleng melalui disiplin latihan panjang untuk mencapai sebuah prestasi.

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Priyombodo .
 | 

Editor:

Maria Susy Berindra
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati