Megawati Hangestri masih absen dalam ”final four” PLN Mobile Proliga 2025 antara Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia dan Electric PLN. Namun, timnya menang.
24 Apr 2025 20:48 WIB · Olahraga
SEMARANG, KOMPAS — Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia belum menurunkan salah satu pemain andalannya, Megawati Hangestri Pertiwi, dalam final four PLN Mobile Proliga 2025 di Gedung Olahraga Jatidiri, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/4/2025). Kendati demikian, tim asuhan Jeff Jiang Jie tersebut berhasil meraih kemenangan setelah mengalahkan Electric PLN dengan skor 3-1.
Jeff mengatakan, semua pemainnya bekerja keras pada pertandingan Kamis. Mereka juga disebut bisa melakukan servis yang lebih baik dibanding pertandingan sebelumnya.
Dalam pertandingan itu, Petrokimia unggul di gim pertama (25-20), ketiga (25-19), dan keempat (25-19). Mereka kalah di gim kedua yang berlangsung sengit dengan skor 28-30.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/24/ff8b74be62ca22e0403e937b243d8623-20250424WEN2.jpg)
”Di set kedua, permainan lawan bagus, servisnya bagus. Sementara itu, dari Petrokimia, receive-nya enggak bagus sehingga serangannya juga tidak bisa bagus. Sebenarnya, mainnya tidak jelek, sih, permainan di set kedua memang kompetitif. Dua tim sama-sama bagus,” kata Jeff seusai pertandingan.
Dalam pertandingan tersebut, Megawati masih absen karena sedang dalam masa pemulihan. Menurut Jeff, kondisi Megawati yang tendonnya robek tersebut masih belum pulih 100 persen, tetapi masih 60-70 persen.
Saat ditanya terkait kemungkinan Megawati bakal diturunkan dalam pertandingan selanjutnya, Jeff menyebut, hal itu belum bisa dipastikan. ”Tim mengharapkan dia bisa main, tetapi belum tentu main. Kemungkinan main atau tidaknya masih 50-50,” ucapnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/24/69952d2288e8c743c10fec9189ac8230-20250424WEN4.jpg)
Sementara itu, Maya Kurnia Indri Sari, pemain Petrokimia, berharap supaya Megawati segera pulih dan bisa bergabung dalam pertandingan selanjutnya. Kehadiran Megawati disebutnya bisa menambah kepercayaan diri timnya.
”Namun, saya pikir dengan ada atau tidaknya Megawati di lapangan, Mr Jeff selalu menyiapkan tim ini sebaik mungkin. Kami memang berharap Megawati bisa segera pulih dan bisa bergabung,” ujar Maya.
Menurut Maya, pertandingan pada Kamis bisa berbuah kemenangan karena semua pemain saling mendukung dan saling mengingatkan bahwa setiap pemain hebat dan memiliki nilai. Di samping itu, Jeff juga dinilai selalu memberikan strategi dan sistem bertanding yang mudah dilakukan oleh para pemain.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/24/a10dfe78a854938392ce337f98882554-20250424WEN7.jpg)
Di sisi lain, kekalahan PLN pada Kamis membuat langkah tim asuhan Chamnan Dokmai tersebut menuju grand final kian berat. Kekalahan tersebut merupakan kekalahan yang ketiga bagi juara kedua Proliga musim lalu tersebut. Pekan lalu, tim itu kalah saat melawan Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Pertamina Enduro di Kediri, Jawa Timur.
Untuk bisa lolos ke grand final, PLN harus menang pada tiga laga sisa dengan skor 3-0. Hal itu juga masih harus melihat hasil pertandingan dari tim lawannya.
Asisten Pelatih PLN Wem Suparman menuturkan, timnya bermain tidak sesuai dengan yang diharapkan. ”Anak-anak bermain seperti ada beban harus menang sehingga strategi yang dijalani tidak jalan,” kata Wem seusai laga.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/24/ddb7fac06ac4639f4fc1ffd108c7a533-20250424WEN9.jpg)
Adapun pemain asing PLN, Polina Shemanova, menyebut, timnya sudah bekerja keras. Namun, hasilnya memang dinilai belum memuaskan. Ke depan, mereka bertekad bakal berupaya lebih keras untuk meraih kemenangan.
”Petrokimia sepertinya lebih kuat dan lebih siap. Kami akan tetap bersemangat dan berupaya keras di pertandingan selanjutnya,” ucap Polina.
Pemain asal Rusia itu menuturkan, ke depan, timnya akan mengevaluasi strategi yang diterapkan sebelumnya. Pertama-tama, mereka bakal melakukan analisis terhadap timnya sendiri, kemudian menganalisis tim lawan.
”Fokusnya lebih pada analisis diri sendiri. Setelah tahu kekuatan diri sendiri, baru menganalisis kekuatan lawan,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/24/4b14c118d06d2f93379e727c4c5d17b3-20250424WEN1.jpg)
Dalam pertandingan lain di laga pertama seri kedua final four, tim putra Palembang Bank SumselBabel mengalahkan Surabaya Samator dengan skor 3-1 (35-37, 25-15, 25-15, 25-20). Kekalahan itu merupakan yang ketiga bagi Surabaya Samator dari total tiga laga yang telah dijalani tim asuhan Rodolfo Luis Sanchez tersebut. Pada dua laga sebelumnya, tim itu dikalahkan LavAni Livin’ Transmedia dan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor masing-masing 0-3.
Manajer Surabaya Samator Hadi Sampurno mengaku puas atas kemenangan pada set pertama. Namun, set kedua dan seterusnya, performa tim itu jauh menurun. ”Saya kira ini soal mental. Masalah mental ini belum bisa lepas,” katanya seusai pertandingan.
Sementara itu, Asisten Pelatih Palembang Bank SumselBabel Memet Tarmedi mengaku puas dengan penampilan timnya. Meski sempat tertinggal di set pertama, tim itu bisa meraih kemenangan pada set kedua dan seterusnya.
”Mungkin kepanasan karena kami sudah datang duluan. Jadi, lama pemanasan. Pada set-set berikutnya anak-anak bisa memperbaiki dengan blok-blok,” ujar Memet.
Penulis:
Kristi Dwi UtamiEditor:
Emilius Caesar Alexey