Gagal menang di dua gim beruntun tidak membuat posisi Liverpool di posisi teratas Liga Inggris terancam. Inkonsisten para pesaing bantu ”Si Merah” tak tergoyahkan.
15 Jan 2025 10:05 WIB · Olahraga
NOTTINGHAM, RABU – Siklus imbang kembali menghujam Liverpool pada dua gim awal 2025. Walaupun menjauh dari hasil positif, ”Si Merah” masih memimpin dan tak tergoyahkan di puncak klasemen Liga Inggris.
Liverpool datang ke Stadion City Ground, kandang Nottingham Forest, Rabu (15/1/2025) dini hari WIB, dengan ambisi membalas satu-satunya kekalahan mereka di kompetisi domestik musim ini. Namun, tekad itu nyaris buyar ketika penyerang tengah Forest, Chris Wood, membobol gawang Liverpool melalui serangan balik cepat perdana pada menit kedelapan.
Nasib buruk yang membayangi Liverpool dipupuskan sumbangan gol pemain pengganti, Diogo Jota, di menit ke-65. Melalui sentuhan pertamanya setelah masuk menggantikan Ibrahima Konate, Jota membantu Liverpool membawa satu poin berkat hasil akhir 1-1.
Imbang kontra Forest menjadi seri kedua beruntun Liverpool di dua gim awal Liga Inggris setelah pergantian tahun. Sebelumnya, mereka ditahan Manchester United 2-2 di Anfield, 5 Januari lalu.
Dua hasil imbang beruntun itu mengembalikan Si Merah pada rentetan nirmenang yang mereka alami pada awal Desember lalu. Ketika itu, Liverpool ditahan Newcastle United dan Fulham.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/15/316b09d622429568c4a45b46205539e6-wires_photo_41_.jpg)
Di tengah performa yang agak menurun, Liverpool dipastikan masih kokoh di puncak klasemen. Mereka masih unggul enam poin atas Forest yang duduk di peringkat kedua.
Gap poin Liverpool berpeluang didekati Arsenal yang baru menjalani gim ke-21 kontra Tottenham Hotspur, Kamis (16/1/2025) dini hari WIB. Meski begitu, Si Merah masih berpeluang menjaga selisih poin setara dua kemenangan karena masih menyimpan satu laga tunda derbi Merseyside kontra Everton.
Pelatih Liverpool Arne Slot mengakui hasil imbang bukan yang diinginkan dirinya dan skuad asuhannya. Meski begitu, ia berusaha mengambil hikmah karena mampu terhindar dari kekalahan menghadapi Forest yang menjamu Si Merah dengan tren enam kemenangan beruntun.
”Hasil (imbang) ini tidak sesuai keinginan kami. Kami menginginkan tiga poin,” ujar Slot kepada Sky Sports.
”Pada akhirnya, apa yang saya, fans, dan pemain inginkan adalah semua pemain memberikan segalanya selama di setiap laga mereka mainkan. Itu mereka tunjukkan hari ini yang dikombinasikan dengan permainan luar biasa. Saya tidak bisa meminta lebih,” ucapnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/15/a67953cbe1da6f172e4e562f7da0f4d7-wires_photo_39_.jpg)
Ya, Slot tidak keliru menyebut timnya telah mengerahkan segalanya. Liverpool menguasai bola amat dominan dengan 71 persen penguasaan bola. Selama lebih dari 80 menit, setelah kemasukan, Virgil van Dijk dan kawan-kawan menguasai bola dominan di zona tim tuan rumah.
Sebanyak 23 tembakan yang berbuah empat peluang besar dikreasikan Liverpool. Kekurangan mereka adalah kurang klinis menghadapi pertahanan kokoh milik Forest. Liverpool hasilkan 1,99 expected goals (xG). Namun, performa apik duet bek tengah Forest, Murillo dan Nikola Milenkovic, mampu meredam serangan pemuncak klasemen.
Dua bek itu menciptakan secara akumulasi 29 sapuan dan enam tekel sukses. Kiper Forest, Matz Sels, juga melengkapi ketangguhan pertahanan timnya dengan melakukan lima penyelamatan. Performa defensif kokoh adalah kunci utama Forest bisa bersaing di papan atas pada musim ini.
”Sangat sulit menciptakan kesempatan melawan mereka (Forest). Mereka juga hampir setiap pertandingan melakukan serangan balik memastikan dan kami kebobolan lewat momen itu, tetapi kami bermain dengan dominasi total,” kata Slot.
Manajer Forest Nuno Espirito Santo tak kuasa memuji performa gemilang anak asuhannya. Mereka membuktikan bahwa keberadaan mereka di zona empat besar bukan kebetulan mereka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/15/ea1f280c76336b65133d1a3695759b51-wires_photo_44_.jpg)
Forest merupakan tim pertama yang belum bisa dikalahkan Liverpool di era Slot dalam dua gim. Forest pun menjaga selisih empat poin dari Chelsea yang duduk di posisi keempat.
”Momen-momen final laga kami menjalani pertandingan dengan semangat dan hasrat yang besar. Ikatan tim dengan suporter yang dibangun dalam perjalanan ini sangat kuat,” kata Nuno, yang pernah mempersembahkan trofi Liga Arab Saudi edisi 2022-2023 untuk Al-Ittihad, dilansir BBC.
Merujuk jalannya pertandingan, Nuno menyebut performa timnya jauh lebih baik di babak pertama dibandingkan setelah turun minum. Selain mencetak gol, pertahanan Forest juga tampil tanpa cela pada paruh pertama, sehingga tidak ada satu pun tembakan tepat sasaran yang dihasilkan Si Merah.
“Di babak kedua, kami tahu Liverpool akan bereaksi, khususnya ketika para pemain bertalenta mereka memiliki ruang. Matz Sels tampil mengangumkan dan membantu kami tetap mengimbangi gim,” tambahnya.
Ditahan Liverpool memang mengakhiri tren enam kemenangan berturut-turut Forest, tetapi Wood dan kolega berpeluang kembali ke jalur kemenangan pada laga ke-22. Mereka akan kembali memburu kemenangan ketika menghadapi tim juru kunci, Southampton, pada Minggu (19/1/2024), di City Ground.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/15/116f7e0c456a2ec88c568f3e44de5f9e-wires_photo_42_.jpg)
Keperkasaan Liverpool di puncak yang tak tergoyahkan, lalu Forest juga mulai kian nyaman di papan atas dipengaruhi pula oleh performa inkonsisten dua tim besar, yakni Chelsea dan Manchester City.
Chelsea perlu sumbangan gol Reece James pada menit 90+5 untuk terhindar dari kekalahan menghadapi Bournemouth di Stadion Stamford Bridge. Laga itu berakhir sama kuat 2-2. Adapun City melepas keunggulan dua gol lewat brace Phil Foden ketika ditahan dengan skor serupa oleh Brentford.
Hasil itu membuat Chelsea berpeluang keluar dari zona empat besar. Posisi mereka akan digusur oleh Newcastle, jika mampu mengalahkan Wolverhamton Wanderers, Kamis (16/1/2025) WIB. Sementara, City masih betah di peringkat keenam.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari