Berbagai tekanan, baik dari dalam maupun secara global, bukan menjadi kendala bagi pertumbuhan ekonomi pada 2025 di Provinsi Jatim.
10 Feb 2025 13:17 WIB · Ekonomi
SURABAYA, KOMPAS - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Timur, Adik Dwi Putranto, optimis pertumbuhan ekonomi daerah ini pada 2025 tumbuh sebesar 6 persen. Meski ada tekanan dari dalam maupun global, pertumbuhan ekonomi Jatim lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Demikian diutarakan Adik Dwi Putranto di Surabaya, Senin (10/2/2025) menanggapi pertemuan terkait pertumbuhan ekonomi Jatim triwulan pemangku kebijakan di sektor keuangan di Jatim. Pertemuan yang berlangsung Jumat (7/2/2025) itu sebagai upaya untuk mengawal agar ekonomi Jatim terus tumbuh meski dalam situasi tekanan dari berbagai penjuru
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim Erwin Gunawan Hutapea mengungkapkan, ekonomi Jatim 2024 tumbuh sebesar 4,93 persen Year on Year (YoY). Kinerja ekonomi ditopang oleh komponen investasi sejalan dengan peningkatan investasi non-bangunan, penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) pada awal 2024, serta berlanjutnya proyek konstruksi swasta di kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri.
Ketidakpastian global agaknya belum terlalu “mengganggu” ekonomi di provinsi ini.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/10/04e0b2d9-fcdc-46f8-b112-7a133174ea68_jpg.jpg)
Secara sektoral, membaiknya ekonomi provinsi dengan penduduk 41 juta jiwa ini juga didorong oleh sektor perdagangan dan akomodasi, makan, dan minum, serta konstruksi. Kuatnya pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh terkendalinya inflasi sebesar 1,51 persen (YOY), lebih rendah dibandingkan tahun 2023 sebesar 2,92 persen. dan inflasi nasional sebesar 1,57 persen.
Sejalan dengan capaian kinerja ekonomi Jatim 2024, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Jatim Yunita Linda Sari menyampaikan bahwa kinerja perbankan menunjukkan pertumbuhan yang solid dengan peningkatan kredit sebesar 8,04 persen mencapai Rp 614 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,73 persen menjadi Rp 790 triliun.
Kuatnya perekonomian Jatim 2024 dan terjaganya stabilitas sistem keuangan bisa berlanjut pada 2025
Dalam kesempatan ini, Yunita Linda Sari menyampaikan bahwa solidnya kinerja perbankan 2024 juga sejalan dengan capaian kinerja pasar modal, Industri Keuangan Non-Bank, Dana Pensiun, dan Perusahaan Pembiayaan yang membaik.
Menurut Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Dudung Rudi Hendratna, belanja APBN di Jatim tumbuh kuat ditopang oleh pertumbuhan Belanja Kementerian/Lembaga sebesar 13,74 persen.
Pertumbuhan belanja seiring dioptimalkannya APBN sebagai Shock Absorber, antara lain melalui peningkatan bidang konektivitas dan prasarana umum, bantuan sosial, dan pilkada serentak. Kuatnya kinerja belanja sejalan dengan realisasi pendapatan pajak, kepabeanan dan cukai, serta PNBP yang melampaui target yang ditetapkan sampai dengan akhir 2024.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/10/35218d0f-371a-47b6-9303-781c7ffdde15_jpg.jpg)
Pada kesempatan ini Kepala LPS II Provinsi Jawa Timur, Bambang S. Hidayat, menyampaikan bahwa LPS menjamin penuh lebih dari 608 juta rekening simpanan nasabah di Bank Umum dan 15,8 juta rekening di BPR/BPRS atau mencakup 99,9 persen dari total rekening.
Erwin menambahkan dengan memperhatikan tantangan dan peluang yang ada, prospek ekonomi Jatim 2025 terus membaik, tumbuh pada kisaran 4,7-5,5 persen (YOY), dengan inflasi terkendali pada rentang sasaran nasional 2,5±1 persen.
Melalui penguatan sinergi, inovasi, dan kebijakan yang pro-growth, keempat lembaga optimis dapat berkontribusi signifikan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.
Penulis:
Agnes Swetta PandiaEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari