Mickey 17, Murahnya Nyawa Rakyat Jelata

Bong Joon Ho kembali dengan drama satir berjudul Mickey 17. Meski bernuansa fiksi sains, film ini menyusupkan realitas pahit tentang kekalahan.

21 Mar 2025 10:32 WIB · Hiburan

Oleh Herlambang Jaluardi

Sineas Bong Joon Ho kembali dengan drama bernuansa distopia pada film terbarunya Mickey 17. Kegetiran terasa dalam hampir setiap kalimat lontaran tokoh utama Mickey, diperankan Robert Pattinson. Tokoh ini mewakili kerentanan pekerja rendahan di lingkaran kapitalistik yang setiap saat bisa digantikan.

Di awal film, penonton melihat Mickey (Pattinson) tersungkur di dasar gua es, setelah jatuh dari ketinggian. Mukanya pucat. Juntaian rambut yang keluar dari penutup kepalanya berselaput es. Kesialan sedang terjadi padanya.

Tak lama, “helikopter” tiba. Mickey berharap, itulah pertolongan baginya. Pilot helikopter itu turun, menyambut sahutan Mickey. “Senapan ini masih bagus. Bisa kubawa pulang,” kata Timo, sang pilot, yang diperankan Steven Yeun. Timo pergi setelah mengucapkan kegetiran, “Semoga matimu menyenangkan. Jumpa lagi besok.”

Alih-alih menyelamatkan Mickey, yang sejatinya adalah sahabatnya, Timo justru mengamankan senjata laras panjang, modal penting untuk bertahan di planet baru itu. Mickey dibiarkan tergeletak di sana. Plot film beranjak mundur, kembali ke bumi yang sedang di ambang kehancuran ekologi dan ekonomi.

Mickey Barnes dan Timo terjerat utang pada taipan Darius Blank (Ian Hanmore). Utang itu untuk membuka usaha camilan nachos, yang mereka duga bakal laris. Dugaan itu salah. Usaha bangkrut. Keputusan berutang pada lintah darat adalah keputusan buruk. Mereka dikejar-kejar penagih utang. Simpati pada Mickey muncul. Dia seperti saudara kita yang terjerat pinjaman dengan bunga mencekik, seperti pinjol, misalnya.

Mickey 17

Untuk bertahan, Mickey dan Timo mendaftar sebagai relawan membuka lahan di tempat tinggal baru di planet bernama Niflheim, gagasan politisi Kenneth Marshall (Mark Ruffalo). Dengan muka awut-awutan dan jaket bertudung lusuh, Mickey melamar sebagai “expendables”, posisi dengan bayaran tertinggi. Dia tak tahu pekerjaan macam apa itu.

Belakangan, penonton menyadari bahwa “expendables” adalah pekerjaan paling menyedihkan yang pernah ada. Seorang manusia, dalam hal ini Mickey, disuruh melakukan apa pun dengan nyawa taruhannya. Kalau sampai mati, dia bakal dikopi ulang, dibekali memori yang sama hingga termutakhir. Mickey adalah makhluk fotokopian.

Adegan ketika tersungkur di gua es itu adalah kopian yang ke-17. Dia selalu cemas mati tapi pasrah pada apa pun yang bakal terjadi. Makanya, dia cuek saja saat Timo lebih mementingkan menyelamatkan barang daripada temannya sendiri. Namun, masih ada sejumput sisi manusia pada Mickey, dia masih punya rasa takut.

Quote

Mickey berulang-ulang bilang selau takut mati. Itu juga terjadi padaku. Setiap aku merilis film, aku cemas dan takut.

Di gua itu, muncullah sekawanan binatang penghuni asli planet itu, berbentuk seperti larva, berbulu tipis, berkaki banyak, bergigi tajam nyaris di sisi bawah badannya. Mahkluk yang kelak diberi nama Creepers ini menggemaskan kalau kecil, tapi induknya menakutkan.

Induk makhluk ini hendak menerkamnya. Mickey membatin, “Semoga aku dimakan utuh, tidak pelan-pelan.” Kematian pelan-pelan lebih menyakitkan.

Tapi dia tak jadi dimakan. Mickey bingung. “Hey, aku adalah daging yang enak,” ucapnya. Ucapan ini terasa getir. Seorang jelata yang pernah mati berkali-kali karena tuntutan pekerjaan, justru “diselamatkan” oleh makhluk indigenos yang keberadaannya juga terancam.

Makhluk Creepers ini adalah ancaman bagi cita-cita Marshall yang digambarkan begitu relijius sekaligus narsistik. Dia beranggapan tak bakal ada investor yang mau datang kalau masih ada ancaman. Ini juga diperkuat dengan keinginan istrinya Ylfa (Toni Collete) untuk menangkapi semua Creepers karena dagingnya mengandung saus superenak.

Mickey 17

 

Bekerja sampai mati

Cerita Mickey 17 diangkat dari novel Mickey7 (2022) karangan Edward Ashton. Di film tokoh Mickey adalah penggandaan ke-17, 10 kali lebih banyak dibandingkan versi novelnya. Tapi pada plot mundur, penonton juga dikenalkan pada kegetiran karakter Mickey sebelumnya.

Mickey, misalnya, pernah disuruh berjalan keluar kapal angkasa pengangkut koloni manusia ini. Tujuannya untuk mengetes seberapa jauh radiasi berdampak pada manusia. Jawabannya Cuma, “Oh, Oke.” Tanggapan koleganya juga ringan saja ketika Mickey bisa masuk kapal kembali. “Terima kasih, ya,” kata mereka, seolah yang baru saja dikerjakan Mickey adalah remeh-temeh.

Di sini, Mickey merepresentasikan rakyat jelata yang bekerja mati-matian—dalam arti sebenarnya. Bekerja sampai mati bukan cuma slogan, tapi dia jalani sebetul-betulnya. Semua itu demi memperkaya Marshall dan keluarganya yang tamak. Alur film meningkat ketika terjadi “kesalahan prosedur” sehingga ada dua Mickey di waktu bersamaan: Mickey 17 dan Mickey 18.

Mickey 17

 

Proyek besar

Film Mickey 17 adalah film pertama Bong Joon Ho setelah meraup kesuksesan besar lewat Parasite (2018). Film itu meraih empat Piala Oscar dalam satu malam, termasuk kategori paling bergengsi: film terbaik. Capaian itu adalah rekor tersendiri, Parasite jadi film berbahasa non-Inggris pertama yang digelari film terbaik. Bong juga dapat piala sebagai Sutradara Terbaik.

Kesuksesan itu membuat dia gamang setiap akan berkarya. Kepada Vanity Fair, Bong mengatakan, kegamangannya mirip yang dialami tokoh Mickey. “Mickey berulang-ulang bilang selau takut mati. Itu juga terjadi padaku. Setiap aku merilis film, aku cemas dan takut,” katanya.

Kecemasan Bong mungkin beralasan. Ini adalah karya pertamanya yang bertabur bintang Hollywood, ganjaran atas kesuksesannya di jagat perfilman internasional. Sebelumnya, dia pernah juga menggarap film Okja (2017) yang dibiayai Netfllix, namun skalanya berbeda.

Mickey 17

Kali ini, dia dipercaya mengelola proyek film dengan bujet raksasa, yakni 118 juta dolar AS, bandingkan dengan Parasite yang “hanya” berbujet 11,4 juta dolar AS. Menurut laporan AP, film Mickey 17 berhasil menggusur popularitas film mahal lainnya, yaitu Captain America: Brave New World di pekan pertama penayangannya.

Meski begitu, modal itu tak berbanding lurus dengan pendapatannya. Berdasarkan catatan di situs IMDB yang ditengok pada Kamis (20/3/2025), Mickey 17 “hanya” menghasilkan pendapatan kotor 92,2 juta dolar AS di seluruh dunia. Bandingkan dengan Parasite yang cuan hingga 262,6 juta dolar AS.

Meski dianggap gagal dalam hal pendapatan, film ini terbilang disukai penonton. Situs IMDB memberinya angka 7,1 dari total 10 poin. Sedangkan di situs Rotten Tomatoes film berdurasi 137 menit ini disukai 79 persen dari 1.000 pengguna terverifikasi. Bisa jadi itu alasan studio Warner Bros segera menayangkan film ini di layanan OTT, meski belum diumumkan pelantarnya.

Nuansa sains fiksi dalam film Mickey 17 mungkin terlalu mengawang di benak penonton, apalagi penggemar film Bong Joon Ho yang realis seperti Parasite atau Memories of Murder (2003). Namun, jika boleh membela, kejadian pekerja rendahan yang mati ketika bekerja terasa amat nyata.

Selain itu, pembebasan lahan oleh pemerintah yang mengorbankan penduduk indigenos juga terjadi di banyak tempat. Ucapan tokoh Mickey “segala aspek hidup kita adalah hukuman” terasa getir dan nyata.


Kerabat Kerja

Penulis:

Herlambang Jaluardi
 | 

Editor:

Dwi AS Setianingsih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .