Mike Tyson sudah kalah dari Jake Paul saat peraturan duel diumumkan. Tyson terjebak dalam sirkus yang merugikan sekaligus menguntungkan dirinya.
17 Nov 2024 06:38 WIB · Olahraga
”Pria Terjahat Seisi Planet”, begitu Mike Tyson dijuluki pada masa kejayaannya. Mantan juara dunia tinju sejati kelas berat era 1980-an itu terkenal dengan kebrutalan di dalam dan luar ring. Sepasang tangan Tyson seperti mampu menghadirkan dua pilihan untuk para lawan, rumah sakit atau kuburan?
Sosok kejam nan sadis itu sirna saat berhadapan dengan influencer asal Amerika Serikat, Jake Paul, di Stadion AT&T, Texas, Sabtu (16/11/2024) pagi WIB. Tyson, 58 tahun, tidak bisa memanipulasi usianya yang lebih tua 31 tahun daripada Paul. Tanda tanya soal keselamatan yang sering muncul di benak lawan berbalik ke arahnya.
Tyson bertinju selama delapan ronde. Setiap ronde berlangsung dua menit. Total 16 menit dihabiskan untuk saling pukul. Namun, ironisnya, pukulan paling keras Tyson ke wajah Paul justru terjadi sebelumnya. Dia menampar wajah sang pemuda saat berhadapan wajah di konferensi pers, saat Paul sedang tidak siaga.
Bayangkan, Tyson hanya mendaratkan 18 pukulan sepanjang pertarungan. Rata-rata sekali dalam semenit. Jika kembali ke tiga dekade lalu, seluruh pukulan itu mungkin bisa didaratkan dalam satu ronde. Jangan berharap pula Paul yang bukan atlet profesional bisa bertahan setelah bel ronde pertama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/17/97db45a975421fd8880e847350a096fd-AFP_36MM42D.jpg)
Apa daya, saat ini Tyson yang punya rekor 88 persen kemenangan knockout lebih mirip seperti bison tua. Tubuhnya masih kekar, tebal, dan terlihat intimidatif. Namun, dia juga tampak renta. Apalagi ketika bergerak dengan lutut kanan yang memakai penyangga. Dia terlalu tua untuk memainkan salah satu olahraga paling intens tersebut.
Tyson kalah jangkauan tangan dari Paul. Untuk mencuri pukulan, dia harus bertarung dalam jarak dekat. Masalahnya, Paul terus bergerak untuk menghindari jarak ideal sang legenda hidup. Tyson terlalu lambat, kurang eksplosif, dan kalah stamina untuk bisa menangkap Paul. Dia seperti menjadi samsak hidup.
Itu sekaligus bisa menjawab tuduhan warganet tentang laga palsu yang sudah diatur. Mereka melihat sesi latihan padding terakhir Tyson yang sangat eksplosif bersama sang pelatih. Berbeda dengan saat duel. Hal tersebut masuk akal karena pelatihnya tidak berlari seperti Paul. Tyson dilayani untuk memukul sepuas mungkin.
Kecepatan, kelincahan, dan stamina membuat usia muda Paul tidak sia-sia. Di kalangan petinju profesional, Paul mungkin bisa diibaratkan seperti seekor kucing ”jago kandang”. Dia punya rekor kemenangan 12-1, tetapi hanya menghadapi sesama pemengaruh atau petarung yang sudah pensiun lama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/17/722559a0912aad3fddb049c9d8cdbfff-2185055619.jpg)
Di hadapan Tyson, Paul seketika berubah bagai singa yang penuh perhitungan. Dia menjaga agar tidak terkena terjangan bertenaga sang bison sambil mencuri pukulan dengan jangkauan dan kecepatan yang lebih unggul. Hasilnya, dia mendaratkan 78 pukulan atau sekitar empat kali lebih banyak dibandingkan Tyson.
Paul sampai mengasihani Tyson. Dia mengaku, agak menahan gas pada ronde-ronde terakhir. ”Pastinya, pastinya sedikit (menurunkan intensitas). Saya mau memberikan pertunjukan kepada penggemar, tetapi saya tidak ingin (menyakitinya),” katanya yang dinyatakan menang mutlak lewat keputusan juri.
Kemenangan Paul bukan hanya karena faktor usia dan tubuh yang lebih prima. Youtuber yang memiliki 20 juta lebih pengikut itu juga sudah ”dimenangkan” sejak dari pengumuman peraturan. Paul jauh lebih diuntungkan dalam berbagai aspek, mulai dari tipe sarung tinju sampai jumlah ronde.
Sarung tinju yang digunakan berukuran 14 ons. Sarung tipe itu lebih sering dipakai dalam sparing. Duel tinju profesional biasanya memakai ukuran 10 ons. Semakin berat sarung, maka semakin besar pula luas bidang datarnya. Itu berpengaruh signifikan terhadap kekuatan pukulan yang akan semakin tidak terasa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/17/a3c24fed88ae5bb655f923972235e651-AFP_36MM42K.jpg)
Terakhir kali bertarung dalam laga ekshibisi, Tyson menghadapi mantan petinju Toy Jones Jr pada akhir 2020. Laga yang berakhir imbang dengan keputusan juri itu saja menggunakan sarung tinju berukuran 12 ons. Padahal, kedua petinju sama-sama sudah berusia ”kepala lima”.
Alasan terkuat penggunaan tipe 14 ons adalah keselamatan Tyson. Namun, itu lebih menguntungkan Paul. Tyson jelas lebih unggul dari sisi kekuatan. Hanya itu yang tersisa darinya. Jika dia tidak bisa memanfaatkan itu, hasil pertandingan sudah bisa ditebak. Duel yang cukup panjang, selama delapan ronde, semakin menguntungkan Paul.
Jika ada yang menuduh laga itu sudah di-setting, mungkin saja benar. Hanya saja bukan dari jalan pertarungan atau bagaimana Tyson harus bertinju. Pengaturan itu lebih ke rencana untuk memenangkan Paul. Mengingat, proyeksi karier Paul di industri gabungan olahraga dan hiburan terbilang cerah.
Tyson hanya menjadi tumbal. Nama besarnya digunakan untuk membuat Paul lebih ”besar”. Masuk akal jika duel tersebut menjadi ajang tinju pertama yang disiarkan langsung di Netflix. Tyson versus Paul bersanding dengan drama serial dan film lain yang ada di dalam platform tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/17/7af7e243323572b71c62e39cad259359-1e7bd9b6bf7d498a8964ca76d766b87a_0_ac9d6fe91c95438b8c995bde420fb28b.jpg)
”Si Leher Beton”, julukan lain Tyson, kalah dari banyak hal. Selain pertarungan, dia juga melukai warisan sebagai sosok legendaris di kelas berat. Sosok yang menginspirasi banyak petinju itu dipermainkan oleh atlet dadakan dalam duel penuh kontroversi. Ajang itu dibuat atas nama hiburan, tetapi sama sekali tidak menghibur.
Uniknya, Tyson merasa senang seusai penampilan tidak berdaya tersebut. Dia membuka peluang untuk menghadapi kakak Jake, Logan Paul, yang juga merupakan influencer. ”Saya tidak ingin membuktikan apa pun ke siapa pun. Ini hanya untuk diri saya. Saya senang melakukan ini. Mungkin (selanjutnya) kakaknya,” ujar Tyson.
Semua terasa masuk akal ketika mengetahui bayaran Tyson dalam duel itu. Dia dilaporkan mendapat sekitar 20 juta dollar AS. Uang, itu satu-satunya yang dimenangkan Tyson. Dia hanya perlu tampil 16 menit dalam sirkus yang dibalut seolah pertarungan profesional tersebut.
Benar kata orang-orang, segala sesuatu ada harganya. Tidak terlepas dari Tyson, ”Si Bison Tua”, yang kini hanya bisa menjual sisa-sisa kisah dan warisan masa lalu. (AP/AFP)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan