Assad disebut telah keluar Damaskus dan menuju lokasi yang tidak diketahui.
08 Des 2024 15:09 WIB · Internasional
DAMASKUS, MINGGU — Militer Suriah disebut mengakui pemerintahan Bashar al-Assad berakhir. Meski demikian, militer akan terus berperang melawan berbagai faksi oposisi.
Kantor berita Reuters pada Minggu (8/12/2024) mengutip dua perwira yang menolak identitasnya diungkap. Para perwira itu menyebut, markas besar militer Suriah (SAA) menginformasikan pemerintahan Assad sudah berakhir.
Tidak hanya itu, Assad disebut telah keluar Damaskus dan menuju lokasi yang tidak diketahui. Assad disebut keluar sebelum pasukan oposisi memasuki ibu kota Suriah tersebut.
Laporan Reuters disiarkan ulang antara lain oleh IRNA di Iran dan Russia Today. Iran dan Rusia pendukung penting pemerintahan Assad.
Meski mengakui kejatuhan Assad, militer menyatakan terus berperang melawan faksi-faksi oposisi. Pertempuran di Hama, Homs, dan Deraa terus berkobar antara SAA dan pendukungnya dengan berbagai faksi oposisi.
Pada Minggu pagi waktu Damaskus, kubu oposisi juga menyiarkan pengumuman resmi soal akhir pemerintahan Assad. Siaran melalui stasiun televisi resmi pemerintah itu mengindikasikan, pasukan oposisi praktis mengendalikan Damaskus.
Selain itu, beredar pula video pasukan oposisi di dalam Pangkalan Udara Mezzeh. Lanud itu salah satu fasilitas militer penting di Damaskus.
Penulis:
Kris MadaEditor:
Antonius Tomy