Ledakan-ledakan dahsyat terdengar di Doha. Asap pekat mengepul. Militer Israel mengakui menargetkan Hamas, tetapi tidak disebutkan lokasi persisnya.
09 Sep 2025 20:39 WIB · Internasional
DOHA, SELASA — Beberapa ledakan hebat terdengar di Distrik Katara, Doha, ibu kota Qatar, Selasa (9/9/2025). Kepada Kantor Berita Reuters, militer Israel mengakui tengah menargetkan pejabat Hamas yang berkantor di Qatar. Media Israel, mengutip seorang pejabat senior Israel, mengatakan, serangan itu ditujukan kepada para pemimpin tinggi Hamas termasuk Khalil al-Hayya, salah satu pemimpin Hamas di Gaza.
Stasiun TV Al Jazeera, lembaga penyiaran yang didanai Qatar, mengakui adanya suara ledakan-ledakan tersebut. Namun, belum diketahui penyebab ledakannya. Asap hitam pekat terlihat di udara. Al Jazeera kemudian mengutip sumber dari Hamas yang mengatakan negosiator Hamas menjadi sasaran Israel selama pertemuan di Doha.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/09/2e6ae6b914aa9472a10d06369bbbe58d-AP25252503718793.jpg)
Para pejabat di Qatar tidak segera menjawab panggilan telepon untuk memberikan komentar. Namun, Qatar dilaporkan telah mengecam serangan tersebut.
”Negara Qatar mengecam keras serangan pengecut Israel yang menargetkan bangunan tempat tinggal beberapa anggota Biro Politik Hamas di ibu kota Qatar, Doha,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, dalam sebuah unggahan di X.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/09/539cd9f27c4ca884676c029cf44d5ca3-000_73WK463.jpg)
Reporter Axios, Barak Ravid, mengutip pernyataan pejabat Israel yang mengatakan ledakan di Doha merupakan upaya pembunuhan terhadap pejabat Hamas.
Para pemimpin Hamas yang bermarkas di Qatar selama ini menjadi mediator dalam perundingan antara Hamas dan Israel. Serangan terhadap para pemimpin puncak Hamas akan mempersulit negosiasi gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera.
(REUTERS/AFP/AP)
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase