Minuman Anggur Non-alkohol Pereda Stres Hewan Peliharaan

Hewan peliharaan Anda sedang stres atau ”bad mood”? Mungkin bisa santai sambil minum minuman anggur non-alkohol buatan Selandia Baru ini. Ada jaminan bisa rileks.

15 Okt 2025 17:15 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

AUCKLAND

Setelah jalan-jalan keliling kompleks atau seharian berjaga di rumah, hewan peliharaan di Selandia Baru kini bisa duduk-duduk santai sambil minum minuman anggur non-alkohol. Ada banyak produk yang dikeluarkan Muttley’s Estate dengan nama-nama lucu: Pawt, Champawgne, Purrno Noir, dan Sauvignon Bark.

Minuman-minuman keluaran perusahaan yang berbasis di Auckland ini punya ramuan khusus yang mengandung tanaman nepeta cataria atau catnip yang disukai khususnya oleh kucing. Tanaman itu dikenal bisa memberi efek nyaman dan meningkatkan suasana hati hewan peliharaan.

Pemilik Muttley’s Estate, John Roberts, Selasa (14/10/2025), menceritakan mulai membuat minuman anggur untuk hewan peliharaan karena pernah melihat ada minuman bir khusus untuk anjing di negara lain. Ia punya banyak pengalaman melihat hewan peliharaan stres karena ia tumbuh dan besar bersama anjing dan kucing.

Ia ingat setiap kali ada kembang api, mereka ketakutan. Untuk meredakan stres, tidak cukup hanya memberi camilan pada hewan peliharaannya. Minuman anggur ternyata bisa membantu.

This photo illustration taken on October 13, 2025, shows a dog named ‘Mo’ sampling newly released Muttley's Estate wines for pets in Wellington. New Zealand company Muttley's Estate recently started selling a range of wines -- such as Pawt, Champawgne, and Sauvignon Bark -- which are exclusively used as mood enhancers for cats or dogs. The non-alcoholic wine has quickly gained a customer base in New Zealand and Australia, and the company hopes to expand into Asia and North America. (Photo by BEN STRANG / AFP)

Rupanya, minuman buatannya ini laris manis tidak hanya di Selandia Baru, tetapi juga di Australia, Thailand, dan Jepang. Ia menduga faktor pendorongnya adalah karena budaya pencinta minum anggur masyarakat Selandia Baru. Ia berharap produknya bisa sampai ke negara lain di Asia, Amerika Utara, Amerika Serikat, dan Inggris.

”Saya pernah ada masalah dengan bea cukai karena dikira ada alkoholnya lalu dikenakan pajak impor atau ekspor anggur. Setelah saya jelaskan ini minuman biasa saja, barulah aman,” ujarnya. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan