Semen Padang FC setidaknya butuh sepuluh kemenangan dari total 17 pertandingan pada putaran kedua BRI Liga 1 2024-2025 agar terhindar dari degradasi.
08 Jan 2025 19:48 WIB · Olahraga
Semen Padang FC, klub kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, tengah terseok-seok di Liga 1 Indonesia musim ini. Perombakan pemain pun dilakukan agar tim tampil kompetitif di putaran kedua dan selamat dari degradasi.
Perjalanan Semen Padang FC pada kompetisi BRI Liga 1 2024-2025 tak sesuai ekspektasi. Padahal, manajemen sempat memproyeksikan klub promosi ini bersaing di papan atas atau setidaknya tidak sekadar numpang lewat di kasta tertinggi liga Indonesia.
Namun, target tersebut melenceng jauh. Saat putaran pertama liga berakhir, klub itu justru terjerembap di posisi ke-17 dari 18 tim. Tim berjuluk ”Kabau Sirah” itu cuma mengumpulkan sepuluh poin dari hasil dua kemenangan, empat imbang, dan 11 kekalahan.
Secara umum, skuad Semen Padang lemah hampir di semua lini. Kelemahan itu setidaknya terlihat dari statistik tim dalam hal kemasukan gol dan produktivitas gol dalam 17 pertandingan pada putaran pertama liga.
Semen Padang menjadi klub Liga 1 dengan kemasukan gol kedua terbanyak dengan 30 kebobolan di bawah Madura United (38 kebobolan). Klub ini juga menjadi klub dengan produktivitas gol terendah ketiga dengan 12 gol di bawah PSIS Semarang (11 gol) dan Persis Solo (11 gol).
”Kami akan membuat sebuah perbedaan di putaran kedua. Dengan (materi pemain) yang kami punya sekarang, kami tidak punya kesempatan pada putaran kedua Liga 1,” kata Pelatih Kepala Semen Padang FC Eduardo Almeida seusai timnya dikalahkan Arema FC 1-2 di Stadion Haji Agus Salim Padang, Jumat (27/12/2024).
Almeida pun menyatakan bakal merekrut setidaknya satu pemain di setiap posisi untuk mengubah penampilan timnya. Selain meningkatkan kualitas tim, rekrutan baru juga diharapkan menghadirkan suasana kompetitif di setiap latihan dan memberikan banyak pilihan pemain pengganti saat pertandingan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/07/a1f7053d-ed2f-40c4-9764-25ed6606b24a_jpg.jpg)
Hasil buruk yang diraih Semen Padang tak terlepas dari akumulasi permasalahan dan kesalahan sejak awal musim. Sebelum Liga 1 bergulir, Semen Padang mendapatkan sanksi tiga laga kandang tanpa penonton dan denda Rp 100 juta, buntut kerusuhan suporter saat klub kalah 0-3 (agregat 0-6) dari PSBS Biak pada final laga ke-2 Liga 2 di Padang, 9 Maret 2024.
Sejalan dengan sanksi itu, klub juara Liga Indonesia 2011-2012 ini juga terpaksa menjadi tim musafir karena pengerjaan renovasi Stadion Haji Agus Salim lebih lambat dari target. Semen Padang baru bisa bertanding di stadion ini pada pekan kesembilan liga atau pertandingan kandang kelima.
”Pertama, kami main di Stadion PTIK (Jakarta), rasanya away (tandang). Kedua, kami bertanding tanpa penonton sehingga berasa away juga. Itu juga menjadi salah satu faktor (buruknya performa tim),” kata CEO Semen Padang FC Win Bernardino, Rabu (4/9/2024).
Penunjukan Hendri Susilo sebagai pelatih kepala dan perombakan tim hingga 80 persen dibandingkan musim lalu juga dianggap menjadi biang masalah. Hendri dianggap kurang mumpuni untuk memimpin klub di Liga 1, sedangkan perombakan besar-besaran tim membuat pemain sulit mendapat chemistry dalam waktu singkat.
Akhirnya, Hendri pun didepak usai klub menelan kekalahan 2-1 atas sesama tim promosi, Malut United, pada pekan keempat liga. Hendri hanya meraih hasil satu kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan.
Klub menunjuk Almeida, mantan pelatih kepala periode 2019-2020, sebagai pengganti dan mulai memimpin tim pada pekan kedelapan liga. Walakin, pergantian pelatih tak membuat tim meraih hasil positif.
Di bawah kepemimpinan pelatih asal Portugal ini, tim tersebut hanya meraih hasil satu kemenangan, tiga imbang, dan enam kekalahan. Bahkan, Semen Padang mendapat noda dengan kekalahan terburuk di kandang sepanjang sejarah klub usai dibungkam 1-8 oleh Dewa United pada pekan kesembilan.
Mantan pelatih kepala sekaligus legenda Semen Padang FC, Suhatman Imam, Rabu (8/1/2025), mengatakan, tim Kabau Sirah pada putaran pertama Liga 1 memiliki kelemahan hampir di semua lini, dari pertahanan hingga serangan.
Untuk pertahanan, katanya, klub butuh bek tengah, bek sayap, kiper, dan gelandang bertahan mumpuni. Sementara itu, di lini serang juga dibutuhkan striker, second striker, gelandang serang, dan sayap berkualitas untuk bisa mendongkrak produktivitas.
”Beban Semen Padang makin berat karena wajib menang agar tidak terdegradasi. Jadi, klub harus mencari pemain baru yang berkualitas dan sesuai kebutuhan tim. Jangan asal ganti pemain asing, tetapi kualitasnya tidak bagus,” kata pelatih yang pernah membawa Semen Padang juara Liga Indonesia musim 2011-2012 ini.
Suhatman melanjutkan, Semen Padang juga mesti menambah kedalaman skuadnya. Pada paruh pertama liga, kedalaman skuad tim ini sangat buruk. ”Pada putaran pertama, pemain pengganti dan yang digantikan sangat jelek. Kedalaman timnya tidak bagus,” ujarnya.
Suasana tim, kata Suhatman, juga harus baik. Hubungan dan komunikasi antara pemain, pelatih, dan manajemen harus kondusif, baik di dalam maupun di luar lapangan. Begitu pula dengan kenyamanan fasilitas tempat tinggal dan makanan yang didapatkan para pemain dan pelatih.
Secara matematis, Suhatman menambahkan, Semen Padang harus memenangkan 10 pertandingan agar terhindar dari degradasi. Maka, dari awal putaran kedua liga, klub harus tancap gas dan meraih hasil positif. ”Jangan melempem di awal. Pelatih, pemain, dan manajemen harus percaya diri untuk meraih kemenangan,” katanya.
Pada masa jeda kompetisi, manajemen melakukan evaluasi demi menghindarkan klub dari degradasi. Misi penyelamatan Semen Padang ini terlihat dari aktifnya klub di bursa transfer tengah musim.
Empat pemain asing baru di berbagai posisi direkrut untuk memperkuat tim. Mereka akan menggantikan pemain asing yang dinilai tampil tidak sesuai ekspektasi atau tidak optimal di putaran pertama liga.
Para pemain asing anyar itu adalah gelandang serang Filipe Chaby asal Portugal, penyerang Bruno Gomes asal Brasil, bek tengah Marco Baixinho asal Portugal, dan gelandang bertahan Alhassan Wakaso asal Ghana.
Chaby, Gomes, dan Baixinho diperkenalkan klub empat hari lalu, sedangkan Wakaso diperkenalkan tiga hari lalu. Keempat pemain asing baru itu ikut berlatih dengan rekan-rekannya di lapangan mes PT Semen Padang, Indarung, Padang, Selasa (7/1/2025) sore.
Wakaso mengatakan, dirinya sangat senang bergabung dengan Semen Padang. Ia pun berkomitmen memberikan kemampuan terbaiknya kepada tim. ”Saya ke sini untuk membantu dan membawa tim untuk bangkit,” ujarnya.
Perekrutan pemain asing Semen Padang FC diyakini belum berakhir. Sebab, penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, sebelumnya melalui akun Instagram mengisyaratkan klub akan merekrut lima pemain asing baru. Pemain asing baru kelima akan diperkenalkan pada Rabu (8/1/2025).
Di media sosial beredar informasi bahwa rekrutan asing terakhir berposisi sebagai kiper. Terkait rumor pemain asing baru berposisi kiper itu, Asisten Manajer Semen Padang FC Masykur Rauf tidak mengiyakan dan tidak pula membantah. ”Mudah-mudahan,” katanya, Selasa (7/1/2025).
Selain pemain asing, klub juga merekrut dua pemain lokal baru, yaitu gelandang bertahan Zidane Afandi yang sebelumnya tanpa klub dan gelandang serang Ichsan Pratama dari klub Liga 2 Bekasi City. Klub itu masih mencari tambahan hingga bursa transfer ditutup pada 14 Januari 2025.
”Misi kami di paruh kedua liga mengejar poin agar terhindar dari zona merah (degradasi). Minimal sepuluh pertandingan harus kami menangkan,” kata Masykur. Saat ini Semen Padang berjarak lima poin dari klub terbawah yang berada di luar zona degradasi.
Yang menarik, empat pemain asing anyar Semen Padang ternyata punya ”cita rasa” Portugal. Hal ini karena mereka sama-sama pernah bermain di kasta teratas Liga Portugal.
Chaby pernah membela Belenenses dan Sporting CP, Gomes pernah membela Desportivo Aves dan Estoril Praia, Baixinho pernah membela FC Paços de Ferreira, dan Wakaso pernah membela Rio Ave FC dan Portimonense SC.
Terkait hal itu, Almeida, yang juga berkebangsaan Portugal, mengatakan, dalam merekrut pemain, dirinya harus mengetahui kualitas mereka. Karena Almeida mengikuti perkembangan Liga Portugal, ia pun sudah mengetahui kualitas keempat pemain itu dalam waktu singkat.
”Beberapa pemain ini hampir separuh hidupnya bermain di Liga Portugal. Jadi, bagi saya lebih mudah mengetahui kualitasnya. Lebih mudah bagi saya memilih pemain yang pernah atau sering saya lihat di masa lampau,” katanya.
Hal senada diungkapkan Masykur. Keempat pemain itu pernah bermain di Liga Portugal sehingga sudah teruji dari segi pengalaman dan kematangan bermain. ”Liga di Eropa, termasuk Liga Portugal, itu teruji kualitasnya,” katanya.
Pada musim ini, klub Liga 1 diberi kuota delapan pemain asing. Semen Padang pada putaran pertama menggunakan semua kuota itu. Artinya, dengan kedatangan 4-5 pemain asing baru, akan ada 4-5 asing lama yang akan didepak dari tim.
Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Semen Padang terkait pemain asing mana yang akan dilepas. Saat ditanya, Masykur tidak mau berkomentar. ”Kami belum bisa menyampaikan statement,” katanya.
Namun, dari pantauan Kompas dalam latihan, Selasa sore, pemain asing yang sudah pasti hengkang adalah gelandang Charlie Scott. Pemain asal Inggris ini sudah bergabung ke Boeung Ket, klub Liga Kamboja.
Dua pemain asing lain yang diyakini akan dilepas adalah bek tengah Jan Carlos Vargas asal Panama dan gelandang serang Bruno Dybal asal Brasil. Kedua pemain ini tidak terlihat dalam latihan Semen Padang beberapa hari terakhir.
Sementara itu, pemain asing lain, seperti penyerang Kenneth Ngwoke asal Nigeria, sayap kanan Ryohei Michibuchi asal Jepang, bek tengah Kim Min-gyu asal Korea Selatan, dan penyerang Cornelius Stewart asal Saint Vincent-Grenadines, belum ada kepastian terkait nasib mereka. Mereka masih ikut berlatih pada Selasa sore.
Adapun pemain yang sudah resmi dilepas Semen Padang sejauh ini adalah empat pemain lokal. Mereka adalah kiper Miswar Saputra, penyerang Ramadhan, bek kiri Miftah Anwar Sani, dan sayap kanan Al Muzanni.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/01/8eebe803-7485-444d-ba1d-e40bec0202a3_jpeg.jpg)
Berbeda dengan pemain asing, Semen Padang mengalami kesulitan merekrut pemain lokal berkualitas pada bursa transfer jeda kompetisi. Sebab, rata-rata mereka masih terikat kontrak dengan klub masing-masing.
Almeida mengatakan, ia tidak bisa sembarang merekrut pemain baru. Pemain yang direkrut harus dipastikan bisa membantu tim.
”Jadi, kami harus membawa pemain berkualitas. Itu jadi masalah ketika bicara main berkualitas, timnya tidak melepas biasanya,” ujarnya.
Beberapa pemain ini hampir separuh hidupnya bermain di Liga Portugal. Jadi, bagi saya lebih mudah mengetahui kualitasnya.
Meskipun demikian, Semen Padang masih punya waktu hingga bursa transfer ditutup pada 14 Januari 2025. Agar bisa mendapat pemain sesuai kebutuhan, manajemen akan mencoba bekerja sama dengan klub-klub lain.
”Kami berupaya menjalin kerja sama untuk bisa mendapatkan pemain sesuai keinginan kami, baik itu skema pinjaman maupun pembelian. Yang penting kami upayakan pemain sesuai kebutuhan pelatih,” kata Masykur.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/09/10/7c3921f7-278d-4107-b6ba-c05f9f284c71_jpg.jpg)
Ketua Harian Spartacks, salah satu kelompok suporter Semen Padang FC, Vembi Fernando, Rabu (8/1/2025), mengatakan, beberapa pemain asing anyar yang didatangkan klub sejauh ini ”terlihat” berkualitas. Namun, belum diketahui bagaimana permainan mereka di lapangan. ”Masih perlu pembuktian,” katanya.
Sementara itu, untuk pemain lokal baru, Vembi melihat pemain yang direkrut belum sesuai ekspektasi para suporter. Banyak suara miring yang dilontarkan anggota Spartacks. Namun, masih harus ada pembuktian di lapangan.
”Harapan rekan-rekan Spartacks pastinya yang didatangkan adalah pemain yang memang memiliki kualitas untuk dapat bersaing di Liga 1. Apalagi, targetnya adalah lolos dari zona degradasi,” ujar Vembi.
Meskipun demikian, kata Vembi, ia tetap optimistis dan percaya kepada pelatih yang akan meracik strategi. Dia pun berharap pelatih sudah menemukan strategi yang cocok bagi para rekrutan anyar dalam pertandingan nanti.
Spartacks juga berharap kepada manajemen agar bisa memberikan ”asupan” terbaik kepada para pemain agar kendala-kendala nonteknis tidak memengaruhi kondisi ketika pertandingan.
Upaya Semen Padang FC untuk bangkit sudah terlihat, setidaknya dari aktifnya tim itu di bursa transfer. Tinggal pembuktian di lapangan pada laga perdana putaran kedua melawan Borneo FC di Stadion Batakan, Kalimantan Timur, pada 14 Januari 2025.
Penulis:
Yola SastraEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan