Momen Sulit Naomi Osaka pada Awal 2025

Naomi Osaka kalah pada babak pertama WTA 1000 Indian Wells. Dia menjadi salah satu petenis juara Grand Slam yang tersingkir pada babak awal.

06 Mar 2025 13:35 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

INDIAN WELLS, RABU — Naomi Osaka masih kesulitan mengeluarkan kemampuan terbaiknya pada musim kompetisi 2025. Setelah mundur saat bertanding karena cedera pada dua turnamen, mantan petenis nomor satu dunia itu tersingkir pada babak pertama WTA 1000 Indian Wells.

Di Indian Wells Tennis Garden, California, Amerika Serikat, Rabu (5/3/2025) malam waktu setempat atau Kamis (6/3/2025) siang waktu Indonesia, Osaka kalah dari Camila Osorio dengan skor 4-6, 4-6. Hasil ini lebih buruk dibandingkan ketika mencapai babak ketiga setahun lalu saat Osaka baru kembali ke persaingan Tur WTA pada awal 2024. Dia tak bertanding sepanjang 2023 karena hamil.

Osaka, yang menjuarai WTA Indian Wells 2018, sebenarnya mengawali penampilan pada 2025 dengan performa menjanjikan. Dia membawa harapan besar bersama pelatih baru, Patrick Mouratoglou, sejak Oktober 2024.

Osaka berharap mantan pelatih Serena Williams itu bisa membawanya kembali ke performa terbaik seperti sebelum beristirahat dari turnamen pada September 2022. Sebelum menepi dari kompetisi karena gangguan kesehatan mental dan hamil, Osaka meraih empat gelar juara Grand Slam, yaitu Amerika Serikat Terbuka 2018 dan 2020 serta Australia Terbuka 2019 dan 2021. Namun, kembali ke performa terbaik setelah absen dari turnamen dan melahirkan ternyata tak mudah.

Meski demikian, Osaka memelihara semangatnya dan mengganti pelatih Wim Fisette dengan Mouratoglou demi hasil lebih baik. Sebagai bagian dari persiapan untuk tampil di arena Grand Slam Australia Terbuka 2025, dia berlatih keras pada masa jeda pramusim.

INDIAN WELLS, CALIFORNIA - MARCH 05: Naomi Osaka of Japan serves against Camila Osorio of Columbia in their first round match during the BNP Paribas Open at Indian Wells Tennis Garden on March 05, 2025 in Indian Wells, California.   Clive Brunskill/Getty Images/AFP (Photo by CLIVE BRUNSKILL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Petenis Jepang tersebut bermain di WTA 250 Auckland sebagai pemanasan menuju Melbourne Park dan mencapai final. Itu menjadi final pertamanya setelah dikalahkan Iga Swiatek pada final WTA 1000 Miami 2022.

Namun, Osaka tak bisa menyelesaikan final tersebut saat melawan Clara Tauson. Dia mundur setelah kehilangan set pertama 4-6 karena cedera perut yang membuatnya kesulitan untuk servis.

Di Australia Terbuka, panggung kompetisi yang dinantinya, Osaka pun meninggalkan lapangan dengan status retired. Dia mundur pada babak ketiga ketika melawan Belinda Bencic.

Momen tersebut terjadi setelah Osaka mengalahkan pesaing tangguh pada dua babak awal, yaitu Caroline Garcia dan Karolina Muchova, pada babak pertama dan kedua. Akan tetapi, cedera perut yang belum pulih bagaikan memupus persiapan keras dan semangatnya yang tinggi.

Setelah itu, Osaka memiliki jeda sebulan untuk bermain di Indian Wells seusai melewatkan turnamen di Timur Tengah, WTA 1000 Doha dan Dubai, pada Februari. Namun, dia masih kesulitan tampil konsisten meski hanya dalam satu pertandingan.

Naomi Osaka melakukan pukulan saat melawan Camila Osorio of Columbia pada babak pertama turnamen tenis WTA 1000 Indian Wells di Indian Wells Tennis Garden, California, Amerika Serikat, Kamis (6/3/2025) siang waktu Indonesia.

Saat melawan Osorio, groundstroke Osaka sebenarnya lebih bertenaga. Akan tetapi, dia masih kerap membuat kesalahan hingga Osorio memenangi set pembuka dengan mencuri servis Osaka pada gim pertama.

Osorio mempertahankan momentum positif pada set kedua. Meski gagal memanfaatkan match point pada gim kedelapan dalam keunggulan 5-3 saat Osaka servis, petenis Kolombia itu memenangi pertandingan. Untuk pertama kalinya, Osorio akan tampil pada babak kedua di Indian Wells melawan Tauson yang mendapat bye di babak awal karena menjadi salah satu dari 32 unggulan.

Selain Osaka, juara Grand Slam lainnya yang tersingkir pada babak pertama adalah Petra Kvitova. Dua kali juara Wimbledon ini kalah dari Varvara Gracheva 6-4, 3-6, 4-6. Sebaliknya, dua kali juara Australia Terbuka, Victoria Azarenka, melaju ke babak kedua setelah mengalahkan petenis berusia 18 tahun, Clervie Ngounoue, 4-6, 6-7 (7). 

Peluang ”hattrick” Alcaraz

Dalam persaingan petenis putra di tempat yang sama, pada level ATP Masters 1000, Carlos Alcaraz berkesempatan menjadi tunggal putra ketiga dengan hattrick juara. Namun, dia melepas kesempatan itu dari pikirannya dan akan menikmati setiap momen, termasuk saat latihan.

Petenis Spanyol ranking ketiga dunia itu memiliki kesempatan besar untuk menambah gelarnya di Indian Wells dengan absennya Jannik Sinner. Petenis Italia ranking teratas dunia itu absen dari turnamen sejak 9 Februari hingga 4 Mei karena kasus doping yang dialami setahun sebelumnya.

Carlos Alcaraz dalam sebuah sesi latihan jelang turnamen ATP Masters 1000 Indian Wells di Indian Wells, California, Amerika Serikat, Rabu (5/3/2025).

Sinner menjadi petenis yang paling berbahaya, termasuk bagi Alcaraz, karena memiliki performa paling konsisten sejak 2024 dengan meraih delapan gelar juara. Dia pun mengawali 2025 dengan mempertahankan gelar Australia Terbuka. Namun, petenis berusia 23 tahun itu harus absen dari turnamen karena sanksi skors.

Dengan dua gelar juara yang didapat pada 2023 dan 2024, Alcaraz menjadi favorit juara pada 2025 meski datang sebagai unggulan kedua, di bawah Alexander Zverev. Jika bisa mewujudkan peluang itu, Alcaraz akan menyamai prestasi Roger Federer dan Novak Djokovic sebagai juara Indian Masters tiga kali beruntun.

Federer mencetak hattrick juara pada 2004-2006 dari total lima gelar di Indian Wells. Djokovic juga mempunyai lima gelar dari Indian Wells dengan tiga di antaranya didapat pada 2014-2016.

”Saya berusaha tak memikirkan peluang itu. Saya hanya ingin menikmati karena setiap datang ke sini, saya sangat menikmati setiap pertandingan dan juga latihan. Semuanya selalu berjalan lancar di sini. Kita lihat apa yang akan terjadi, tetapi, jika peluang itu bisa terwujud, tentu akan sangat luar biasa,” tutur Alcaraz.

Petenis berusia 21 tahun ini juga menilai absennya Sinner tak akan mengubah sudut pandangnya dalam menjalani setiap pertandingan. ”Ketiadaan Jannik memang membuat persaingan menjadi lebih terbuka, tetapi masih banyak petenis bagus lainnya. Saya hanya akan fokus pada apa yang harus saya lakukan dan berusaha bermain sebaik mungkin,” katanya.

Carlos Alcaraz tengah berlatih jelang turnamen ATP Masters 1000 Indian Wells di Indian Wells, California, Amerika Serikat, Rabu (5/3/2025).

Sebagai salah satu dari 32 unggulan, petenis dengan empat gelar juara Grand Slam itu akan memulai penampilan sejak babak kedua karena mendapat bye di babak awal. Lawannya adalah Pablo Carreno Busta yang lolos dari fase kualifikasi atau Quentin Halys.

Alcaraz seharusnya bisa melewati babak kedua hingga keempat untuk mewujudkan kemungkinan pertemuan dengan Djokovic di perempat final. Jika tampil fit, Djokovic memiliki peluang menghentikan langkah Alcaraz seperti yang dia lakukan pada perempat final Australia Terbuka, Januari. Padahal, saat itu, Djokovic bermain dengan rasa sakit pada hamstring kiri yang ternyata disebabkan adanya robekan.

Djokovic mundur saat melawan Zverev pada semifinal dan masih berjalan agak pincang beberapa pekan setelah itu. Alcaraz seharusnya bisa memanfaatkan kesempatan ini, apalagi pertandingan berlangsung dalam format best of three sets yang biasanya menguntungkan untuk petenis-petenis yang lebih muda.

Berada pada paruh bawah undian bersama Alcaraz dan Djokovic adalah petenis-petenis unggulan, seperti Alex de Minaur, Taylor Fritz, dan Andrey Rublev. Adapun Zverev akan bersaing dengan Casper Ruud, Daniil Medvedev, dan Stefanos Tsitsipas di paruh atas undian. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari