Momen pembebasan Edan Alexander setelah bebaskan Hamas.
13 Mei 2025 09:45 WIB · Foto
Sebuah foto bertanggal 20 April 2025 yang menunjukkan perjuangan seorang nenek di sebelah pagar perbatasan Gaza di Kibbutz Nir Oz, Israel selatan, pada 20 April 2025 saat memperjuangkan pembebasan cucunya yang ditahan Hamas, awalnya terlihat seperti foto pada umumnya yang diunggah kantor berita.
Nenek itu, bersama keluarga-keluarga yang mengalamai hal sama, baik warga Israel maupun warga Palestina, bersama-sama berjuang menuntut pembebasan keluarganya yang menjadi sandera di dua belah pihak yang bertikai. Mereka membawa poster bergambar orang-orang yang mereka cintai, yang mereka tunggu kedatangannya.
Perjuangan nenek itu kini membuahkan hasil. Varda Ben Baruch berhasil memeluk cucunya, Edan Alexander, seusai dibebaskan setelah disandera selama 584 hari.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/13/1374e17c-3d8b-4cd8-85f1-ab065ad4185b_jpg.jpg)
Sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qassam, Senin 12 Mei 2025, membebaskan Edan Alexander (21 tahun), seorang sandera berkewarganegaraan Amerika-Israel yang ditawan di Gaza sejak Oktober 2023. Alexander diyakini sebagai sandera Hamas yang berkewarganegaraan ganda, Amerika dan Israel, terakhir yang masih hidup. Ia dibebaskan saat Israel masih melakukan serangan terhadap sekolah yang diubah menjadi penampungan pengungsi di Jalur Gaza. Seangan Israel ini menewaskan sekitar 16 orang yang sebagian besar wanita dan anak-anak.
Hamas mengatakan, pihaknya membebaskan Edan Alexander sebagai isyarat niat baik terhadap pemerintahan Trump untuk mencoba menghidupkan kembali perundingan guna mengakhiri perang. Israel telah mengintensifkan perang di Jalur Gaza, dan telah memblokade selama 10 minggu terhadap makanan, obat-obatan, dan pasokan lainnya memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza.
Pembebasan ini dilakukan sesaat sebelum Presiden AS Donald Trump dijadwalkan tiba pada hari Selasa di Timur Tengah dalam perjalanan resmi luar negeri pertamanya di masa jabatan keduanya. Saat ini Trump sedang melakukan perjalanan ke Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, tetapi tidak dijadwalkan untuk singgah di Israel.
Dalam sebuah posting di Truth Social, Trump mengatakan bahwa dia berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/15/7548be644468ec0b2cad5e9a1e06b191-Israel_Palestinians_Hostages_127786397.jpg)
Edan Alexander, dibebaskan setelah ditahan 584 hari, adalah sandera pertama yang dibebaskan sejak Israel menghancurkan gencatan senjata delapan minggu dengan Hamas pada bulan Maret dan melancarkan serangan dahsyat di Gaza yang telah menewaskan ratusan warga Palestina.
Ia diserahkan kepada Palang Merah dan kemudian kepada pasukan Israel sebelum diterbangkan dengan helikopter ke sebuah rumah sakit di Tel Aviv. Pihak berwenang Israel merilis video dan foto yang memperlihatkan Alexander yang pucat, tetapi tersenyum dalam reuni emosional dengan ibunya dan anggota keluarga lainnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/13/5e417a43-730e-49f7-8498-20d26f92efc7_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/13/64842d77-3002-4ca9-8851-8832859e05d9_jpg.jpg)
Pembebasan ini disambut sukacita oleh aktivis dan keluarga. Mengenakan kemeja yang dihiasi namanya, keluarga besar Alexander berkumpul di Tel Aviv untuk menyaksikan pembebasan tersebut. Mereka meneriakkan namanya ketika militer mengatakan dia bebas. Di Hostage Square Tel Aviv, ratusan orang bersorak.
Di kampung halaman Alexander di Tenafly, New Jersey, ratusan pendukung memenuhi jalan, memegang poster dengan gambarnya. Saat mereka menyaksikan berita pembebasannya di layar lebar, kerumunan orang berpelukan dan melambaikan bendera Israel. Sejak ia disandera dalam serangan Hamas tanggal 7 Oktober 2023, para aktivis yang tergabung dalam Forum Sandera dan Keluarga Hilang, sebuah kelompok yang mewakili keluarga sandera, dan pendukungnya berkumpul setiap hari Jumat untuk berbaris menuntut pembebasan sandera yang tersisa.
Israel mengatakan, 58 sandera masih ditawan, dengan sekitar 23 di antaranya dikatakan masih hidup. Banyak dari 250 sandera yang ditawan oleh militan pimpinan Hamas dalam serangan tahun 2023 dibebaskan melalui kesepakatan gencatan senjata.
Dalam foto yang dirilis tentara Isarel di sebuah tempat yang disembunyikan tampak suasana emosional Edan Alexander. Ia memeluk erat satu per satu keluarganya yang membalas dengan mencium keningnya. Tampak juga wajah ceria saat keluarga itu bercengkrama, menumpahkan rindu lewat kata.
Foto ini menjadi harapan dan doa bagi keluarga-keluarga yang kerabatnya masih disandera. Berharap mengalami momen yang sama.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .