Kemenangan atas Seattle Sounders pada laga kedua mereka di Piala Dunia Antarklub 2025 seharusnya jadi momentum Atletico Madrid memulai kebangkitan.
20 Jun 2025 13:26 WIB · Olahraga
WASHINGTON, JUMAT — Atletico Madrid mengakhiri serangkaian keterpurukan dengan meraih kemenangan perdana di Piala Dunia Antarklub 2025. Hasil positif ini seharusnya jadi momentum awal kebangkitan mereka meski jalannya tak akan selalu mudah.
Atletico Madrid menundukkan Seattle Sounders dengan skor meyakinkan 3-1 dalam pertandingan Grup B yang digelar di Stadion Lumen Field, Washington, Amerika Serikat, Jumat (20/6/2025) pagi WIB. Dengan hasil ini, mereka masih menjaga peluang untuk melaju ke babak 16 besar sekaligus menemukan harapan dari performa pemain muda seperti Pablo Barrios.
Kemenangan atas Seattle Sounders, yang diinisiasi Barrios lewat dua gol (menit ke-11 dan ke-55) dan Axel Witsel (menit ke-47), mengakhiri kepahitan yang dialami Atletico Madrid selama satu musim ini. Tak hanya di liga domestik dan Liga Champions, Atletico juga bahkan harus menelan kekecewaan saat mengawali kiprah di Piala Dunia Antarklub karena kalah telak 0-4 dari Paris Saint-Germain pada laga pertama.
Atletico datang ke Piala Dunia Antarklub setelah tak membawa pulang satu pun gelar dari tiga ajang yang diikuti. Di Liga Spanyol, “Los Rojiblancos” masih kesulitan mengusik dominasi Real Madrid dan Barcelona. Padahal, saat mengawali musim, tim asuhan pelatih Diego Simeone ini sempat menciptakan harapan untuk jadi pesaing Madrid dan Barcelona dalam persaingan gelar juara.
Apalagi, hingga akhir paruh pertama musim, Atletico mampu jadi pesaing Real dalam perebutan pucuk klasemen. Mereka mampu menggusur Barca yang langgeng di posisi pertama sejak pekan pertama hingga pekan ke-15 lewat kemenangan 2-1.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/20/f3f1d1d2-9c66-48d4-8dc1-fe474690f0a7_jpg.jpg)
Meski sempat turun ke peringkat kedua sepekan kemudian, Atletico mampu kembali ke puncak klasemen pada pekan ke-18. Namun, setelah tahun baru, inkonsistensi yang melanda Koke dan kawan-kawan membuat mereka akhirnya kembali hanya jadi bayang-bayang Barca dan Real.
Upaya Atletico untuk mencuri gelar di dua ajang lainnya juga dijegal oleh Barca dan Real. Atletico gagal melaju ke final Copa Del Rey setelah takluk dari Barca dan tersingkir di Liga Champions setelah kalah dari Real.
Harapan baru mereka untuk mencicipi prestasi kini ada di Piala Dunia Antarklub. Kendati gagal memulainya dengan kemenangan, hasil kontra Seattle seharusnya jadi titik awal kebangkitan dari serangkaian hasil buruk musim ini.
Terlebih, Atletico juga menunjukkan performa yang baik. Mereka tampil dominan sejak sepak mula, bertekad menebus kekalahan dan kesalahan pada laga pembuka. Banyak peluang tercipta, meski tak sedikit juga yang terbuang.
“Hal tersulit dalam sepak bola adalah menciptakan peluang. Kami menciptakan banyak peluang hari ini tetapi tidak cukup beruntung untuk mencetak lebih banyak gol,” kata Koke kepada FIFA.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/20/a71fca24-ebd8-408d-af82-4e9e8dcface7_jpg.jpg)
Koke dan rekan setim mampu menciptakan 15 tembakan ke gawang, tetapi hanya 7 yang tepat sasaran. Penyelesaian akhir yang tak sempurna jadi penyebabnya.
Alexander Sorloth, misalnya, dua kali menyia-nyiakan dua peluang emas untuk mencatatkan namanya di papan skor. Pada menit ke-16, saat Atletico baru unggul 1-0, Sorloth berhasil mengontrol bola umpan silang dengan baik, tetapi tendangan volinya dari jarak dekat meleset dari sasaran.
Sekitar sembilan menit berselang, Sorloth kembali gagal mencetak gol setelah mendapatkan peluang emas. Pemain asal Norwegia ini mampu mengecoh pemain lawan dengan mudah di dalam kotak penalti setelah menerima umpan terobosan. Namun, dia justru menendang bola ke arah kiper lawan, Stefan Frei, sehingga bisa dengan mudah ditangkap.
Kendati ada banya peluang yang gagal dimanfaatkan dan gol lawan pada menit ke-50 lewat aksi Albert Rusnak membuat harapan menang jadi menipis, pelatih Atletico Diego Simeone senang karena anak-anak asuhnya mampu menunjukkan daya saing. Simeone juga mengaku bahagia dengan kemenangan berharga tersebut.
Selain daya saing, hal positif lain yang juga terlihat pada laga itu adalah performa apik pemain muda seperti Barrios. Pemain berusia 22 tahun ini membuka keunggulan Atletico lewat tendangan dari ujung kotak penalti yang sempat menyentuh mistar sebelum kemudian masuk ke gawang. Pada babak kedua, Barrios kembali mencetak gol setelah berada di posisi yang tepat untuk kembali menghunjamkan bola di dalam kotak penalti.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/20/9f245465-fa66-45fe-a84d-7db80ecec67c_jpg.jpg)
Selama beberapa tahun terakhir, nama Barrios mulai jadi sorotan. Dia memulai debut untuk klub masa kecilnya pada tahun 2022, mewarisi nomor punggung 8 dari sesama produk akademi Atletico, Saul, ketika pemain veteran itu bergabung dengan Sevilla dengan status pinjaman pada tahun 2024.
Barrios berubah dari figur rotasi kunci menjadi opsi pilihan pertama pada musim ini, mencatat 2.337 menit di Liga Spanyol sambil menambahkan satu gol dan empat asis.
“Mereka selalu menyuruh saya untuk maju dan menyerang. Hari ini terjadi seperti itu. Tentu saja saya sangat senang dengan itu. Kami memainkan permainan yang hebat; kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol,” ujar Barrios yang dinobatkan sebagai pemain terbaik laga tersebut.
“Kami harus lebih baik di depan gawang karena turnamen pendek seperti ini ditentukan di kotak penalti. Kami harus meningkatkan performa kami dan kami berhasil. Sekarang kami menantikan Botafogo,” ucapnya lagi.
Atletico akan menghadapi Botafogo pada Selasa (24/6/2026) dini hari WIB. Seperti Paris Saint-Germain, Botafogo bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Apalagi, tim asal Brasil ini saat ini memuncaki klasemen sementara Grup B setelah menaklukkan PSG 1-0.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/20/8efadf2a-b2b2-4ac3-991c-80bf2b82d9c7_jpg.jpg)
Adapun Seattle Sounders sudah dipastikan hanya akan jadi penonton pada fase gugur setelah menelan dua kekalahan. Seattle gagal mengikuti kemenangan bersejarah sesama tim MLS, Inter Miami, atas Porto dengan skor 2-1. Inter menandai pertama kalinya tim MLS mengalahkan tim Eropa dalam pertandingan kompetitif.
Meski begitu, penampilan yang penuh semangat dari Seattle ini patut diapresiasi. Terlebih, mereka tak mengundurkan semangat setelah gol pembuka Atletico. Sebaliknya, tim asuhan pelatih Brian Schmetzer ini mampu menekan barisan pertahanan Atletico dan memaksa kiper Jan Oblak melakukan beberapa penyelamatan.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .