Pendulum momentum Inter Milan terus berayun dengan enam kemenangan beruntun dan minim cedera, kontras dengan Napoli yang pincang menjelang laga besar di San Siro.
10 Jan 2026 18:17 WIB · Olahraga
AFP
MILAN, SABTU — Pertarungan Inter Milan dan Napoli di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (12/1/2026) dini hari WIB, menjadi laga besar yang dinantikan karena sangat krusial dalam penentuan juara Serie A. Jika Inter mampu melanjutkan momentum positifnya untuk mempecundangi Napoli yang pincang akibat bagai cedera, ”Nerazzurri” akan unggul tujuh poin di puncak klasemen. Namun, ini bukan laga mudah karena Napoli dengan mentalitas juaranya selalu ulet saat melawan tim-tim papan atas.
Dalam pertemuan pertama mereka di San Paolo, pada akhir Oktober lalu, Napoli tampil solid dengan permainan pragmatis dan serangan balik untuk memetik kemenangan 3-1. Namun, skuad asuhan Antonio Conte itu tidak akan tampil dalam formasi terbaiknya saat tandang ke markas Inter karena badai cedera.
Barisan lini tengah pincang dengan cedera panjang gelandang kreatif Kevin De Bruyne, serta gelandang bertahan Frank Anguissa dan Billy Gilmour. Trio lini tengah ini menjadi kunci permainan Napoli saat menggulung Inter 3-1.
Napoli juga masih menantikan kembalinya bomber Romelu Lukaku yang cedera sejak Agustus lalu, serta berpotensi tidak diperkuat oleh pemain sayap David Neres yang bisa beroperasi di kanan dan kiri, serta pernah dipasang sebagai false nine. Pemain asal Brasil itu mampu memecah konsentrasi pemain bertahan Inter saat menjadi penyerang palsu pada Oktober lalu. Jika dia absen dalam laga di San Siro, pada Senin mulai pukul 02.45 WIB, beban Alessandro Bastoni di jantung pertahanan Inter akan sedikit berkurang.
Namun, ancaman Napoli tidak sebatas mereka yang absen karena masih ada Scott McTominay dan Rasmus Hojlund yang efisien dan presisi dalam penyelesaian akhir. Pergerakan mereka menjadi lebih berbahaya saat Matteo Politano bisa leluasa mengeksplorasi sayap kanan. Karakter Politano yang mirip dengan Neres, sebagai penyerang sayap dinamis, sering menjadi pemecah kebuntuan ujung tombak Napoli.
”Kami tahu kami menghadapi tim yang kuat, tim yang telah mencapai dua final Liga Champions dalam tiga tahun terakhir dan berada di puncak klasemen,” ujar Conte kepada Dazn Italia terkait laga kontra Inter.
”Kami akan pergi ke sana dengan keinginan dan tekad yang besar. Kami pasti tidak akan meremehkan mereka seperti yang kami lakukan hari ini dan siapa pun yang turun ke lapangan akan selalu memberikan yang terbaik. Akan selalu ada banyak perhatian media pada laga seperti ini,” tegas Conte seusai Napoli bermain 2-2 saat menjamu Verona.
Lini serang Napoli akan menjadi fokus bagi Bastoni, Manuel Akanji, dan Yann Aurel Bisseck di jantung pertahanan Inter. Mereka akan dilapis oleh Piotr Zielinski dan Nicolo Barella yang menjadi simpul serangan dan pertahanan. Saat menyerang, mereka akan memainkan orkestra bersama Federico Dimarco bek sayap kiri yang musim ini produktif mencetak gol, serta Luis Henrique di sayap kanan.
Dimarco menjadi angin segar bagi Inter karena dia menjadi bek yang paling banyak terlibat dalam proses gol di Serie A dan juga lima liga besar Eropa. Pemain bernomor 32 itu terlibat dalam delapan gol dengan menceploskan tiga gol dan melepaskan lima asis. Gol terakhirnya saat Inter menggilas Parma 2-0 di awal pekan ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/10/b8bdb9cd1d8c2eae6e7fc2a4505d4524-wires_photo_4_.jpg)
Lini serang Inter menjadi lebih variatif sejak mereka kalah dari Milan dalam derbi della madonnina. Mereka menceploskan 14 gol dalam enam kemenangan sejak kekalahan menyakitkan di San Siro itu. Enam dari 14 gol itu dicetak oleh Il Capitano Lautaro Martinez yang kembali menemukan ”jalan ninjanya” setelah momen sulit.
Martinez, yang menjadi mesin gol paling produktif Inter dengan 10 gol di Serie A, akan menjadi andalan Pelatih Cristian Chivu, berduet dengan Marcus Thuram yang saat ini mengoleksi enam gol di Liga Italia. Mereka akan meneror barisan pertahanan Napoli di bawah komando Alessandro Buongiorno.
Laga ini akan menjadi ujian konsistensi skuad Nerazzurri untuk bermain tenang sehingga tidak membuang terlalu banyak peluang. Efektivitas serangan Inter menjadi catatan merah hingga lagan pekan ke-12 Serie A. Mereka kemudian berangsur membaik dengan pola permainan yang lebih rapi dan tahu kapan menjadi pragmatis.
”Kami memiliki para pemain matang yang memahami bagaimana melukai lawan, bagaimana mereka bersiap untuk laga dan apa yang perlu mereka lakukan, tanpa kehilangan identitas kami,” ujar Chivu di laman resmi Inter Milan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/10/378d3714ee505b0b83399b9b81ebddd5-wires_photo_5_.jpg)
”Laga kami berikutnya adalah melawan Napoli. Kami tahu betapa penting pertandingan ini dan seberapa hebat tim yang akan kami hadapi pada Minggu malam. Kami akan bersiap sebaik mungkin untuk laga ini sehingga kami bisa terus bertarung dalam persaingan musim ini,” tegas Chivu.
Kini, dalam laga krusial melawan Napoli, Chivu akan kembali menekankan untuk bermain lebih pragmatis untuk meraih tiga poin. Kemenangan sangat penting dalam persaingan juara Serie A karena akan membawa Inter unggul tujuh poin atas Napoli.
Selain itu, mereka juga harus memperlebar selisih poin dengan tetangganya, AC Milan, yang saat ini hanya terpaut tiga poin di posisi kedua klasemen. Milan yang baru saja di tahan 1-1 oleh Genoa akan menjadikan hasil mengecewakan itu sebagai motivasi mengalahkan tuan rumah Fiorentina pada laga Minggu (11/1/2026) pukul 21.00 WIB.
Penulis:
Agung SetyahadiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan