Kemenangan pada derbi London utara melawan Hotspur menjadi momentum kuat Arsenal dalam persaingan juara Liga Inggris melawan Liverpool.
16 Jan 2025 11:55 WIB · Olahraga
LONDON, KAMIS — Mikel Arteta meninju ke udara, sementara Gabriel melemparkan kausnya ke arah pendukung saat merayakan kemenangan 2-1 atas Tottenham Hotspur pada laga Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Kamis (16/1/2025) dini hari WIB. Bukan soal gengsi semata, pertaruhan derbi London utara kali ini lebih besar lagi karena melibatkan pertarungan perebutan gelar Liga Inggris.
Tak heran jika para pemain Arsenal begitu gembira setelah mampu menaklukkan rival sekota. Kemenangan atas Spurs membuat mereka memegang momentum dalam perburuan gelar Liga Inggris.
Itu tak lepas dari performa Liverpool yang melambat di kompetisi Liga Inggris memasuki tahun baru 2025. Tambahan tiga poin dari laga melawan tetangga kota membuat ”The Gunners” memotong jarak selisih poin dari puncak klasemen hanya tinggal empat poin saja meskipun Liverpool masih memiliki tabungan satu pertandingan.
Arsenal tertinggal terlebih dulu dari Spurs lewat gol Son Heung-min setelah 25 menit laga. Tuan rumah menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri striker Spurs, Dominic Solanke, menit ke-40. Leandro Trossard memastikan kebangkitan Arsenal empat menit kemudian.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/16/6da2a6bfcbc886587f1dbc03b217a1a4-wires_photo_76_.jpg)
Meskipun gol penyama kedudukan sedikit berbau keberuntungan, kemenangan Arsenal bukan berarti karena kemenangan mereka untung-untungan. Secara statistik, pasukan Mikel Arteta lebih menguasai jalannya pertandingan dengan 53 persen penguasaan bola, angka expected goals (xG) 1,42 berbanding 0,83 dan jumlah tembakan 14 (4 tepat sasaran) berbanding 10 (2).
Arteta percaya, kemenangan atas Spurs membuat timnya kini memiliki momentum untuk mengejar pasukan Merah yang belum memenangi laga Liga Inggris di tahun 2025. Liverpool hanya mampu bermain imbang dalam dua laga terakhir Liga Inggris, melawan Manchester United (2-2) dan tim kejutan Nottingham Forest (1-1), yang terlibat dalam perebutan gelar liga.
Arteta memastikan bahwa Arsenal kini adalah pesaing kuat juara. ”Tentu saja. Masih banyak pertandingan. Kita bisa melihat ini sangat sulit bagi semua tim,” kata pelatih asal Spanyol ini ketika ditanya apakah skuadnya masuk dalam persaingan perebutan gelar.
Kemenangan atas Spurs semacam katarsis bagi Arsenal yang mengalami sejumlah kekecewaan dalam beberapa pekan terakhir. Sebelum kalah dari Manchester United dan Newcastle di Piala FA dan Piala Liga, mereka hanya mampu bermain imbang melawan Brighton di Liga Inggris.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/16/cf451478baa6ed4acc1ce48712ad1829-wires_photo_84_.jpg)
Untungnya bagi mereka, tim pesaing juga tengah dalam penurunan performa. Arsenal tidak semakin jauh tertinggal dalam persaingan di Liga Inggris karena Liverpool melambat, demikian juga Chelsea, dan Manchester City yang belum juga keluar dari krisis. Seperti Liverpool, Chelsea dan City juga hanya mampu bermain imbang pada laga terakhir.
Arteta mengakui, dirinya sangat lega setelah kemenangan atas rival sekota sebagai bekal untuk menghadapi laga berikutnya yang tak kalah berat. The Gunners akan menjamu Aston Villa, Sabtu (19/1/2025). Menurut Arteta, skuadnya menunjukkan semangat yang dibutuhkan dalam upaya menggusur Liverpool dari puncak klasemen pada paruh kedua musim.
Bahkan, Arteta menyebut performa para pemainnya sensasional. ”Kami sensasional. Itu adalah ujian besar setelah dua pertandingan yang mengecewakan. Kami tampil sangat bagus pada laga terakhir melawan United, tetapi entah bagaimana kalah,” ujarnya.
Respons seperti ketika lawan Spurs setelah hasil yang mengecewakan itulah yang dibutuhkan Arsenal, lanjut Arteta. ”Itu bagaimana kamu merespons dalam situasi seperti ini. Para pemain menginginkan lebih. Mereka ingin diuji, mereka ingin bertanding. Kami punya contohnya hari ini, hanya 72 jam setelah bermain 120 menit pada Minggu,” tandas Arteta.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/16/4f7ba9b15ad01ee1765672ee3490d536-wires_photo_83_.jpg)
Ditanya lebih lanjut apakah hasil derbi London utara mengembalikan kepercayaan diri para pemainnya, Arteta menjawab, ”Kami tidak bisa mengontrol itu. Kami kalah dengan cara luar biasa melawan Manchester United. Kepercayaan diri saya dari melihat para pemain dan bagaimana mereka tampil setiap hari. Jika kepercayaan diri saya naik turun karena hasil, kami tidak perlu melakukan ini.”
Kepercayaan diri itu ditunjukkan gelandang Arsenal, Declan Rice, yang menyebutkan mereka seharusnya bisa menang dengan skor lebih telak melawan Spurs. ”Kamu bisa mengatakan bahwa malam ini punya arti lebih dari segalanya. Dari menit pertama, babak pertama dalam dominasi. Kami menunjukkan tekad, tekanan, dan keinginan. Saya kira kami kurang beruntung, tidak mencetak 10 gol,” kata Rice.
Rice juga percaya mereka bisa mengejar Liverpool selama mereka bisa memanfaatkan kesempatan ketika sang rival terpeleset. ”Setiap kali Liverpool imbang, kami tidak mampu memanfaatkannya dan itu rasanya seperti pukulan ke mulut. Sangat penting bisa mamangkas jarak. Ini malam yang besar bagi kami,” pungkas Rice. (AFP/Reuters)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .