Momentum Bulu Tangkis untuk Bangkit

Sukses Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di China Terbuka seperti setetes embun di tengah kemarau prestasi bulu tangkis Indonesia.

30 Jul 2025 05:30 WIB · Tajuk Rencana

Oleh Redaksi

Penggemar bulu tangkis Indonesia perlu menunggu hingga tahun 2025 berlalu lebih dari separuh jalan sebelum para pebulu tangkis Merah Putih meraih prestasi dari turnamen level tinggi kalender BWF World Tour. Sukses itu diperoleh melalui perjuangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di final China Terbuka, akhir pekan lalu, yang menjadi turnamen level Super 1000 terakhir tahun ini.

Dari 16 turnamen BWF World Tour (Super 300, 500, 750, dan 1000) sebelumnya tahun ini, atau kemungkinan maksimal 80 gelar juara, pasukan Cipayung baru memetik dua gelar dari level Super 300. Ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari menjuarai Thailand Masters, 2 Februari, dan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu meraihnya di Taiwan Terbuka, 11 Mei.

Bandingkan dengan China yang hingga China Terbuka telah mengoleksi 23 gelar, Korea Selatan dengan 16 gelar, diikuti Thailand (12), Jepang (8), dan Malaysia (6). Adapun untuk empat turnamen level Super 1000 yang bergengsi (Malaysia Terbuka, All England, Indonesia Terbuka, dan China Terbuka), China juga mendominasi dengan delapan gelar, diikuti Korea Selatan dengan enam gelar (Kompas.id, 27/7/2025).

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri memamerkan trofi juara China Terbuka di Changzhou Olympics Sports Centre, Minggu (27/7/2025). Pada laga final, Fajar/Fikri mengalahkan ganda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 21-15, 21-14.

Keberhasilan Fajar/Fikri di Changzhou ini patut disyukuri. Bulu tangkis adalah olahraga kebanggaan Indonesia yang memiliki sejarah panjang prestasi tingkat dunia. Ironisnya, kita tak bisa banyak berharap pada permainan atraktif Fajar/Fikri. Keduanya diduetkan sementara karena partner mereka absen. Fajar akan kembali berpasangan dengan Rian Ardianto pada Kejuaraan Dunia bulan depan, sedangkan Fikri menunggu Daniel Marthin pulih dari operasi lutut.

Bagaimanapun, hasil ini menjadi setetes embun di tengah kemarau prestasi bulu tangkis Indonesia. Beberapa tahun terakhir, gelar juara yang menjadi indikator prestasi semakin sulit diraih. Tak hanya di turnamen BWF World Tour yang berputar sepanjang tahun, hasil serupa terlihat pada ajang besar seperti Olimpiade, Kejuaraan Dunia, serta ajang beregu Piala Thomas, Uber, dan Sudirman.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melaju ke babak kedua turnamen China Terbuka di Changzhou. Mereka mengalahkan unggulan keenam, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia), pada babak pertama, Rabu (23/7/2025).

Saat Indonesia terpuruk, negara pesaing terus berprestasi. China seperti tak pernah kehabisan stok pemain. Adapun para pemain papan atas Korea Selatan, Jepang, Malaysia, dan Thailand mampu tampil konsisten sepanjang musim. Sebut saja tunggal putri Korea Selatan, An Se-young, yang sudah meraih enam gelar BWF World Tour tahun ini.

Sukses Fajar/Fikri ini menjadi momentum bagi PBSI untuk membangun motivasi para pemain senior kembali berprestasi, selain menjaring bakat-bakat baru. Harapan disandangkan pada pemain muda seperti Jafar/Felisha, Putri Kusuma Wardani, dan Alwi Farhan, yang perlu mendapat kesempatan bertanding lebih banyak. Dalam posisi terpuruk, tak ada jalan lain selain bangkit dan kembali ke jalur prestasi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Redaksi
 | 

Editor:

Johanes Waskita Utama
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar