Moon Jae-in Perpanjang Daftar Korupsi Presiden Korea Selatan

Seluruh Presiden Korsel sejak 1980 selalu terbelit korupsi. Moon Jae-in bukti terbarunya. Ia tersangkut karena anak dan menantunya.

24 Apr 2025 16:55 WIB · Internasional

Oleh Elsa Emiria Leba

SEOUL, KAMIS — Demokrat atau diktator akan tersangkut korupsi begitu menjadi Presiden Korea Selatan. Dakwaan terhadap Moon Jae-in membuktikan itu. Dengan demikian, tidak ada satu pun Presiden Korsel periode 1980-2025 yang bebas dari jeratan korupsi.

Dakwaan pada Moon disampaikan Kejaksan Jeonju pada Kamis (24/4/2025). Yonhap, Korea Joongang, dan Chosun Ilbo melaporkan, Moon didakwa korupsi gara-gara bekas menantunya. Pria yang hanya disebut sebagai Seo itu menikahi anak Moon, Moon Da-hye.

Jaksa menuding Moon menerima 217 juta won atau 157.000 dollar AS. Uang itu diterima dalam bentuk gaji dan aneka fasilitas yang diterima Seo dan Da-hye.

Semua diberikan Thai Eastar Jet sebagai gaji untuk Seo pada 2018-2020. Dalam periode itu, Seo digaji 223 juta won ditambah aneka tunjangan. Semua itu dituding gratifikasi bagi keluarga Moon.

Seo direktrut maskapai Thailand itu walau tidak punya pengalaman di industri penerbangan. Jaksa menduga, Seo direkrut semata karena menantu presiden dan punya koneksi politik.

Dakwaan pada Moon membuat Korsel mempertahankan daftar seluruh presiden definitifnya tersangkut korupsi. Yoon Suk Yeol yang baru dimakzulkan pun juga diduga terlibat korupsi. Sebab, istrinya disebut kerap menerima barang mewah.

Presiden Korsel yang dilabeli diktator, Chun Do-hwan dan Roh Tae-woo, divonis dalam kasus korupsi. Duet mantan jenderal yang mengudeta senior mereka, Park Chung Hee, pada 1979 itu terbukti korupsi 220 miliar won.

Penerus Chun dan Roh, Kim Young-sam dan Kim Dae-jung, tidak korupsi dan menerima suap. Akan tetapi, anak mereka menerima suap.

Anak Kim Young-sam terjerat skandal Hanbo. Padahal, Kim Young-sam mengandalkan pemberantasan korupsi sebagai program kerjanya. Sementara dua anak Kim Dae-jung terjerat korupsi karena diduga memanfaatkan pengaruh anaknya.

Ada pun Roh Moo-hyun yang menggantikan Kim Dae-jung dituduh menerima suap total 6 juta dollar AS. Ia bunuh diri.

Pengganti Roh, Lee Myung-bak, tidak didakwa korupsi. Akan tetapi, kakaknya terbukti menerima 500.000 dollar AS karena memanfaatkan posisi Lee.

Kasus korupsi berlanjut di era Park Geun-hye yang merupakan anak Park Chung Hee. Ia didakwa menerima suap dari berbagai konglemerat. Penyelidikan terhadap Park dipimpin Yoon Suk Yeol yang waktu itu masih jadi jaksa.

Park terbukti bersalah dan dimakzulkan. Ia digantikan Moon Jae-in yang belakangan tersangkut korupsi juga.

<p>South Korean President Moon Jae-in speaks during a ceremony to commemorate South Korean soldiers killed in three major clashes with North Korea in the West Sea, at the Navy&#8217;s 2nd Fleet Command in Pyeongtaek, South Korea, Friday, March 26, 2021. North Korea on Friday confirmed it had tested a new guided missile, as President Joe Biden warned of consequences if Pyongyang escalates tensions amid stalled nuclear negotiations. (Lee Jin-wook/Yonhap via AP)</p>

Milik politisi

Jaksa menemukan, menantu Moon bekerja di maskapai yang sahamnya, antara lain, dimiliki Lee Sang-jik. Lee pernah jadi anggota parlemen Korsel dari Partai Demokrat.

Pada 2018, Lee ditunjuk memimpin lembaga pemerintah yang mengurusi perusahaan rintisan dan UMKM. Beberapa bulan setelah penunjukkan, menantu Moon bekerja di Thai Eastar Jet yang dimiliki Lee.

Pada akhir 2020, sejumlah partai dan LSM mengadukan Moon dan Lee. Partai Kekuatan Rakyat (PPP) Korsel salah satu pengadunya. Waktu itu, PPP menjadi oposisi. Kini, PPP jadi partai penguasa.

Penyidik, antara lain, telah memeriksa Cho Hyun-ock, Cho Kuk, dan Im Jong-seok. Cho adalah mantan sekretaris Moon, sementara Im mantan kepala staf kantor presiden di era Moon. Adapun Cho Kuk pernah menjadi staf khusus Moon.

Menurut jaksa, Seo ”tidak memiliki pengalaman atau kualifikasi yang relevan dalam industri penerbangan”. Dia juga sering meninggalkan jabatan untuk waktu lama dan tidak bekerja sesuai jabatan di Thailand.

Menurut jaksa, gaji dan aneka tunjangan dari maskapai kepada menantu Moon selama 2018-2020 sebesar 223 juta won (151.959 dollar AS) bukan pembayaran gaji yang sah. ”Tetapi suap yang ditujukan untuk presiden,” kata jaksa.

Jaksa penuntut menetapkan, Moon mendapatkan keuntungan langsung dari pengaturan tersebut. Dia diduga berhenti memberikan bantuan keuangan kepada putrinya, Moon Da-hye, setelah Seo bekerja.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menghadiri pertemuan dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris di Kantor Seremonial Wakil Presiden di Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower, Washington DC, AS, pada 21 Mei 2021. Mantan presiden Korea Selatan Moon Jae-in telah didakwa atas tuduhan korupsi terkait dengan pekerjaan menantunya di sebuah maskapai penerbangan, kata jaksa, Kamis (24/4/2025).

Kecaman partai

Dakwaan terhadap Moon itu akhirnya muncul sekitar tiga tahun lima bulan. Kelompok masyarakat telah mengajukan pengaduan pertama sejak Desember 2021, menurut Korea JoongAng Daily. Sidang untuk Moon Jae-in akan berlangsung di Seoul.

Moon dan perwakilan hukumnya tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar. Lee juga tidak bisa dikontak. Adapun Lee telah dijatuhi hukuman 6 tahun penjara karena menggelapkan dana perusahaan pada 2022.

Partai Demokrat mengecam penuntutan tersebut, Kamis (24/4/2025). Partai ini menyebut dakwaan tersebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang tidak terkendali dan pembalasan politik oleh jaksa penuntut.

”Tuduhan itu tidak lebih dari sekadar langkah bermotif politik yang bertujuan mempermalukan mantan presiden,” kata Park Kyung-mee, juru bicara Partai Demokrat.

Park mempertanyakan kerasionalan argumen jaksa bahwa gaji menantu Moon sebagai suap kepada presiden. ”Apakah ini logika terbaik yang dapat mereka pikirkan setelah menyeret kasus ini selama empat tahun?” ujarnya.

Youn Kun-young, anggota parlemen dan pembantu dekat Moon, ikut mencela jaksa penuntut umum dalam sebuah unggahan di Facebook. Jaksa menjebak melalui ”tuduhan yang konyol dan tidak berdasar” tanpa menyelidikinya dengan benar, tulisnya. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Kris Mada