Mudik dari Jakarta ke Surabaya, Berapa Saldo E-Toll yang Dibutuhkan?

Jika Anda mudik dari Jakarta ke Semarang atau Surabaya, berapakah uang elektronik yang dibutuhkan sampai ke tujuan?

18 Mar 2025 08:31 WIB · Nusantara

Oleh Stephanus Aranditio, Nikolaus Harbowo, Emanuel Edi Saputra

Menjelang arus mudik Lebaran 2025, penting bagi pemudik untuk mempersiapkan segala kebutuhan perjalanan ke kampung halaman. Tak terkecuali pemudik yang menggunakan mobil pribadi dan melintas jalan tol.

Selain menyiapkan kendaraan, pemudik juga harus membawa uang elektronik dengan saldo yang mencukupi. Saldo setidaknya harus cukup untuk membayar tol dari pintu tol pertama hingga pintu keluar tol terdekat tempat tujuan.

Untuk mengetahui tarif tol dari Jakarta hingga Surabaya, tim Kompas menyusuri Tol Trans-Jawa pada Rabu (12/3/2025). Setelah memastikan kendaraan dalam kondisi prima, kami mengisi e-Toll sebesar Rp 1 juta. Setelah menempuh perjalanan hampir 800 kilometer, berapa biaya tol yang dibutuhkan?

Berangkat dari Menara Kompas di Palmerah, Jakarta Pusat, sekitar pukul 10.30 WIB, perjalanan kami dimulai dari Gerbang Tol Pejompongan masuk ke Tol Dalam Kota Jakarta dengan tarif tol Rp 11.000. Kendaraan yang kami gunakan saat itu adalah minibus yang masuk dalam golongan I.

Perjalanan lantas berlanjut hingga Gerbang Tol Cikampek Utama untuk membayar biaya tol. Saat menempelkan uang elektronik ke mesin, saldo kami kembali berkurang sebesar Rp 27.000. 

Seusai melintas Gerbang Tol Cikampek Utama, kami baru menemukan gerbang tol pembayaran di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah. Biaya yang harus dikeluarkan untuk perjalanan tol sepanjang 347 kilometer itu mencapai Rp 413.000. Praktis, saldo e-Toll kami kala itu masih tersisa Rp 549.000.

Gerbang Tol Kalikangkung berada di kilometer (KM) 414 Tol Batang-Semarang. Gerbang tol ini terletak di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Selasa (13/3/2025)

Perjalanan ke Surabaya kemudian berlanjut tanpa keluar tol. Tatkala waktu menunjukkan pukul 18.30, kami beristirahat di Rest Area Pendopo Km 456 Salatiga untuk berbuka puasa.

Perjalanan panjang dari Semarang pun berlanjut ke Surabaya. Di sepanjang perjalanan, tak ada pembayaran di gerbang tol yang kami temui. Baru setelah menempuh perjalanan hingga sekitar 346 kilometer, ada pembayaran di Gerbang Tol Warugunung, Sidoarjo, Jawa Timur. Kala itu, pembayaran tol mencapai Rp 419.500.

Quote

Pergerakan arus mudik Lebaran 2025 menuju arah timur dari Jakarta menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur akan mencapai 90,4 juta orang.

Menuju Kota Surabaya, kami memilih melewati jalan tol untuk keluar di Rungkut, Surabaya. Di pemberhentian terakhir itu, kami membayar biaya tol sebesar Rp 9.000 untuk melintas di Tol Waru-Juanda. 

Setiba di tujuan akhir, kami kembali mengecek saldo e-Toll yang kami bawa. Hasilnya, saldo tersisa sebesar Rp 120.500. Dengan demikian, total tarif tol dari Jakarta ke Surabaya yang kami lewati pada dua pekan sebelum Lebaran adalah Rp 879.500. Adapun gardu pembayaran untuk tol sebanyak lima kali.

Kabar baiknya, pemudik yang melintas di Tol Trans-Jawa akan mendapatkan diskon tarif tol sebesar 20 persen saat melintas mendekati hari Lebaran. Diskon tarif tol tersebut berlaku bagi pemudik yang melintas dari Gerbang Tol Cikampek Utama hingga Gerbang Tol Kalikangkung sepanjang 341 kilometer. Kebijakan itu berlaku mulai 24 Maret 2025 pukul 05.00 WIB hingga 28 Maret 2025 pukul 05.00 WIB, sementara saat arus balik berlaku pada 8 April hingga 9 April.

”Kebijakan ini berlaku untuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Astra Tol Nusantara. Jadi, sepertinya semua ruas tol ini sudah memberlakukan diskon tarif tol,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, akhir pekan lalu.

Kondisi Jembatan Kali Kuto berada di KM 383+200 Jalan Tol Semarang–Batang. Jembatan ini terletak di perbatasan Desa Mentosari, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang dengan Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Rabu (12/3/2025)

Dengan demikian, tarif dari Gerbang Tol Cikampek Utama (Jakarta) hingga Gerbang Tol Kalikangkung (Semarang) yang saat normal sebesar Rp 413.000 bakal turun menjadi Rp 352.000. Artinya, pemudik dapat menghemat setidaknya Rp 61.000 atau setara dengan 4,5 liter bahan bakar minyak (BBM) RON 92. 

Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Lisye Octaviana mengatakan, diskon ini diterapkan untuk jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga Group. Ruas jalan tol tersebut meliputi Integrasi Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ), Tol Palimanan-Kanci, Tol Batang-Semarang, serta Tol Semarang Seksi ABC.

”Pemberian diskon tarif tol ini demi menciptakan perjalanan yang lebih efisien dan aman, serta mendukung kelancaran mobilitas di Jalan Tol Trans-Jawa,” kata Lisye.

Meski demikian, kebijakan diskon tarif tol tidak berlaku untuk ruas jalan mulai dari Gerbang Tol Kalikangkung hingga Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo. Oleh karena itu, pemudik tetap harus mengantisipasi ketersediaan saldo e-Toll yang mencukupi. Besaran biaya tol dapat dilihat salah satunya melalui aplikasi Google Maps yang menyediakan fitur perkiraan tarif apabila melintas di jalan tol.

Tempat istirahat

Pantauan tim Kompas yang melintas dari Jakarta hingga Surabaya melalui tol menunjukkan kondisi jalan tol secara umum sudah baik dan siap menyambut pemudik. Di beberapa lokasi masih berlangsung perbaikan di ruas Tol Cikampek hingga Palimanan yang menyebabkan penyempitan jalan. Perbaikan ini ditargetkan rampung sebelum arus mudik Lebaran.

Perbaikan sedang dilakukan di  sekitar km 125 di Jalan Tol Trans-Jawa, Rabu (12/3/2025).

Tersedia 25 tempat istirahat (rest area) yang bisa dimanfaatkan pemudik sepanjang jalan tol dari Jakarta hingga Surabaya. Di sebagian besar tempat istirahat tersebut tersedia fasilitas tempat makan, toilet, dan stasiun pengisian bahan bakar. Pemudik dengan kendaraan listrik pun dapat mengisi daya di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang tersebar di sejumlah tempat istirahat.

Jika tempat istirahat di jalan tol penuh, pemudik bisa keluar dari tol menuju tempat istirahat terdekat demi kelancaran arus mudik. Jangan khawatir, tarif tol tetap sama meski pemudik beristirahat di sekitar pintu keluar Tol Trans-Jawa.

Lebih jauh, beberapa rambu seperti pengingat pengemudi untuk beristirahat setiap empat jam mengemudi demi keselamatan dan marka kejut untuk menjaga konsentrasi pengemudi. Hal ini penting mengingat medan sepanjang Tol Trans-Jawa yang lurus terus.

”Sebaik apa pun prasarana jalan, sebaik dan selaik apa pun sarana kendaraan yang disiapkan, apabila pengemudinya tidak laik untuk mengemudi, maka semuanya akan menjadi sia-sia,” kata Djalaludin, Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan memperkirakan pergerakan arus mudik Lebaran 2025 menuju arah timur dari Jakarta menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur akan mencapai 90,4 juta orang. Mobil pribadi masih menjadi pilihan utama puluhan juta orang tersebut.

infografik Alasan Memilih Kendaraan Pribadi untuk Mudik Lebaran 2025

Jumlah kendaraan yang melintas di Tol Trans-Jawa pada arus mudik Lebaran 2025 ini diprediksi mencapai 707.007 kendaraan atau meningkat 1 persen dari arus mudik Lebaran tahun lalu. Potensi kepadatan mobil pribadi di Tol Trans-Jawa akan mencapai puncaknya pada 28-30 Maret.

Oleh karena itu, Menhub Dudy meminta agar kegiatan ramp check dilakukan secara konsisten, tidak hanya pada kendaraan, tetapi juga pada kondisi kesehatan pengemudi. Kesiapan rest area, fasilitas toilet, serta pemanfaatan rumah ibadah sebagai tempat istirahat pemudik juga perlu diperhatikan dengan baik.

”Ini penting dilakukan sebagai langkah antisipatif dalam rangka pengambilan kebijakan, seperti halnya penerapan skenario rekayasa lalu lintas jika sewaktu-waktu terjadi kepadatan,” ujar Dudy.

Sejumlah catatan perjalanan ini perlu diperhatikan pemudik dengan mengatur waktu perjalanan, memanfaatkan diskon tarif tol semaksimal mungkin, dan menyiapkan saldo e-Toll sebelum berangkat demi memperlancar arus mudik, selamat sampai kampung halaman.


Kerabat Kerja

Penulis:

Stephanus Aranditio, Nikolaus Harbowo, Emanuel Edi Saputra
 | 

Editor:

Iqbal Basyari