Mudik Gratis Gelombang Kedua Bakal Dibuka, Cari Bus Jadi Tantangan

Terdapat kendala dalam menambah jumlah bus karena tingginya permintaan bus saat masa mudik serta banyaknya program mudik gratis.

15 Mar 2025 12:06 WIB · Metro

Oleh Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah Provinsi Jakarta berencana membuka mudik gratis tahap kedua serta menambah jumlah armada bus setelah kuota pendaftaran tahap pertama habis hanya dalam waktu beberapa jam. Namun, terdapat kendala dalam menambah jumlah bus karena tingginya permintaan bus saat masa mudik.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Sabtu (15/3/2025), mengatakan, antusiasme warga Jakarta sangat tinggi terhadap program mudik gratis tahap pertama. Untuk itu, pihaknya akan menambah kuota pada tahap kedua.

Pendaftaran mudik gratis gelombang kedua akan dibuka menunggu hasil verifikasi tahap satu selesai. Saat ini, verifikasi mudik gratis tahap satu sedang memasuki jadwal untuk verifikasi kluster 3.

Waktu verifikasi peserta terbagi menjadi tiga kluster. Pertama, kluster 1 (tujuan Solo, Tasikmalaya, Palembang, Madiun, Sragen, dan Cilacap) mendapatkan jadwal verifikasi pada 8-10 Maret 2025.

Kedua, kluster 2 (tujuan Yogyakarta, Kuningan, Lampung, Tegal, Kebumen, Jombang, dan Pekalongan) mendapatkan jadwal verifikasi pada 11-13 Maret 2025. Ketiga, kluster 3 (tujuan Wonogiri, Kediri, Malang, Wonosobo, Purwokerto, Semarang, dan Sidoarjo) mendapatkan jadwal verifikasi pada 14-16 Maret 2025.

Namun, Rano mengungkapkan tantangan yang dihadapi Pemprov DKI dalam mencari armada bus. Hal ini disebabkan banyaknya kementerian dan lembaga lain yang juga mengadakan program mudik gratis pada saat yang bersamaan.

Petugas melakukan verifikasi data kepada peserta mudik gratis di Kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Selasa (11/3/2025). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali mengadakan mudik gratis ke enam provinsi di Indonesia dengan menyiapkan 520 bus berkapasitas 22.403 orang. Bagi para pemudik pemerintah DKI Jakarta menyediakan 20 truk untuk mengangkut 600 kendaraan roda dua. Sebanyak 293 bus digunakan untuk mengangkut 12.599 orang saat mudik gratis. Lalu, sebanyak 228 bus yang mengangkut 9.804 orang digunakan saat arus balik. Mudik gratis ini akan berangkat pada 26-27 Maret 2025. Sementara itu, untuk arus balik dilaksanakan pada 5-6 April 2025. Mudik gratis ini harus mendaftarkan diri secara daring dan melakukan verifikasi di kantor dinas perhubungan di 6 wilayah di Jakarta. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 11-03-2025

”Insya Allah kita pada mudik gratis tahap kedua kami akan menambah jumlah armada bus. Sekarang yang paling susah nyari busnya. Penumpangnya bertambah, tetapi busnya tidak,” ucap Rano.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan, pemprov akan berkolaborasi dengan badan usaha milik daerah (BUMD) untuk menambah jumlah bus melalui dana tanggung jawab perusahaan (CSR).

”Kami sudah koordinasi dengan rekan-rekan BUMD, mereka akan berpartisipasi untuk menambah jumlah bus, jadi akan ada penambahan bus,” ucap Syafrin.

Kemudian, jika dalam proses verifikasi ditemukan data yang tidak valid atau ada peserta yang tidak hadir, maka kuota yang kosong akan dialihkan ke peserta lain dalam gelombang kedua. Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah bus yang akan ditambah untuk mudik gratis tahap kedua.

Adapun pendaftaran mudik gratis dimulai sejak 7 Maret 2025. Pada hari pertama pendaftaran, 22.403 peserta telah mendaftar mudk gratis.

Sebanyak 293 bus disediakan untuk arus mudik dengan kuota 12.599 orang, sementara 228 bus disiapkan untuk arus balik guna mengangkut 9.804 orang.

Untuk pengangkutan sepeda motor, masing-masing 10 unit truk disediakan, baik saat arus mudik maupun arus balik, dengan kapasitas masing-masing total 300 unit motor.

Pemudik yang mengikuti program mudik gratis mencari bus tujuan mereka di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (4/4/2024). Sebanyak 12.160 pemudik yang mengikuti program mudik gratis dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diberangkatkan hari ini. Para pemudik tersebut diberangkatkan menuju 19 kota tujuan dengan 206 bus. Jumlah pemudik yang mengikuti program ini melonjak dari kuota awal yakni 10.470 orang. Sebelumnya, Dinas Perhububgan DKI Jakarta telah memberangkatkan 335 unit sepeda motor para pemudik yang dititipkan menuju kampung halaman mereka. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 04-04-2024

Lalu, untuk pemberangkatan truk pengangkut motor akan dilakukan pada 26 Maret 2025 di Terminal Pulogadung, sedangkan untuk keberangkatan bus pemudik pada 27 Maret 2025 di Monumen Nasional.

Sementara itu, untuk kepulangan ke Jakarta, truk pengangkut motor akan diberangkatkan pada 5 April dari enam terminal tujuan, dan untuk bus pemudik akan diberangkatkan pada 6 April dari 20 terminal tujuan menuju Terminal Terpadu Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Program mudik gratis tahun ini melayani perjalanan ke enam provinsi dengan total 20 kota tujuan. Untuk wilayah Sumatera, rute yang tersedia meliputi Palembang (Sumatera Selatan) dan Bandar Lampung.

Di Jawa Barat, tersedia angkutan menuju Kuningan dan Tasikmalaya. Sementara di Jawa Tengah, ada 10 kota yang dilayani, mulai dari Tegal, Pekalongan, hingga Sragen.

Kemudian, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdapat satu kota, sedangkan di Jawa Timur, para peserta dapat memilih mudik ke Blitar dan Malang.

Berikut 20 kota/Kabupaten tujuan mudik gratis Pemprov DKI Jakarta; Terminal Rajabasa di Bandar Lampung; Terminal Alang-alang Lebar di Palembang; Terminal Indihiang di Tasikmalaya; Terminal Kertwangun di Kuningan; Terminal Tegal; Terminal Pekalongan; Terminal Mangkang di Semarang; Terminal Kebumen; dan Terminal Cilacap.

Petugas melakukan verifikasi data kepada peserta mudik gratis di Kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Selasa (11/3/2025). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali mengadakan mudik gratis ke enam provinsi di Indonesia dengan menyiapkan 520 bus berkapasitas 22.403 orang. Bagi para pemudik pemerintah DKI Jakarta menyediakan 20 truk untuk mengangkut 600 kendaraan roda dua. Sebanyak 293 bus digunakan untuk mengangkut 12.599 orang saat mudik gratis. Lalu, sebanyak 228 bus yang mengangkut 9.804 orang digunakan saat arus balik. Mudik gratis ini akan berangkat pada 26-27 Maret 2025. Sementara itu, untuk arus balik dilaksanakan pada 5-6 April 2025. Mudik gratis ini harus mendaftarkan diri secara daring dan melakukan verifikasi di kantor dinas perhubungan di 6 wilayah di Jakarta. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 11-03-2025

Selanjutnya, Terminal Bulupitu, Purwokerto; Terminal Tritonadi di Solo; Terminal Mendolo di Wonosobo; Terminal Giwangan di Yogyakarta; Terminal Pilangsari di Sragen; Terminal Giri Adipura di Wonogiri; Terminal Purboyo di Madiun; Terminal Tamanan di Kediri; Terminal Kepuhsari di Jombang; Terminal Arjosari di Malang; dan Terminal Purabaya di Sidoarjo.

Quote

Program mudik gratis tahun ini melayani perjalanan ke enam provinsi dengan total 20 kota tujuan. Untuk wilayah Sumatera, rute yang tersedia meliputi Palembang (Sumatera Selatan) dan Bandar Lampung.

Adapun lokasi tujuan truk pengangkut sepeda motor pemudik meliputi Terminal Mangkang di Semarang; Terminal Kebumen; Terminal Tirtonadi di Solo; Terminal Giwangan di Yogyakarta; Terminal Giri Adipura di Wonogiri; dan Terminal Purabaya di Sidoarjo.

Masyarakat yang belum mendapatkan kuota mudik gratis agar terus memantau informasi melalui media sosial resmi Dinas Perhubungan Jakarta.

Berharap kuota

Warga Jakarta Barat, Hambali (33), berharap bisa mendapatkan kuota pada mudik gratis tahap kedua. Pada saat pendaftaran mudik gratis tahap pertama, ia terus-terusan me-refresh laman situs web karena susah diakses.

”Padahal, saya sudah selesai mengisi untuk pendaftaran. Namun, saat hendak menunjukkan bukti, laman tiba-tiba tidak dapat diakses. Mungkin karena banyak yang daftar,” katanya.

Menurut Hambali, Pemprov Jakarta lebih baik membuka pendaftaran secara langsung atau offline. Setelah pendaftaran selesai, warga bisa langsung melanjutkan proses verifikasi.

”Tahun lalu sepertinya tiket tersedia dalam beberapa hari, ini dalam satu jam lebihn saja sudah habis,” ujarnya.

Warga Jakarta Pusat, Mella Andria (30), juga sudah berusaha stand by dari pukul 00.00 WIB tetapi masih tidak kebagian kuota. Bahkan, ia tidak bisa untuk sekadar log in atau memasuki halaman website.

”Sampai sore masih dalam antrean. Saya sudah refresh bolak-balik tetapi masih tidak bisa. Pas bisa buka, tau-tau kuota sudah habis,” kata Mella.


Kerabat Kerja

Penulis:

Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari