Ketua Umum PKB Muhaimin menegaskan, PKB didirikan untuk seluruh bangsa Indonesia, dan bukan untuk NU sendiri.
26 Jul 2024 21:11 WIB · Politik & Hukum
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/23/0d33ecf5-8cc0-4920-b32e-4805d24b4d76_jpg.jpg)
JAKARTA, KOMPAS – Di tengah wacana Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk membentuk Panitia Khusus Partai Kebangkitan Bangsa, Ketua Umum PKB Muhaimin menegaskan PKB didirikan untuk seluruh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, seluruh kader PKB diminta untuk bekerja demi kepentingan rakyat.
”Dari awal PKB didirikan, disusun, dan dibuat dari NU untuk diabdikan kepada rakyat dan bangsa Indonesia. Jadi, bukan untuk NU pribadi, melainkan seluruh bangsa Indonesia, untuk berkibarnya Merah Putih bagi kejayaan Indonesia,” ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (26/7/2024).
Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin saat pembekalan anggota legislatif di Karo, Sumatera Utara. Hadir dalam acara tersebut anggota legislatif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Riau.
Baca juga: NU dan PKB dalam Pemilu 2024
Oleh karena itu, lanjut Muhaimin, seluruh kader, terutama anggota legislatif terpilih, untuk memiliki niat yang tulus demi bangsa Indonesia. Seluruh waktu dan tenaga yang dikeluarkan harus demi kepentingan rakyat. Hal ini untuk membuktikan bahwa PKB didirikan untuk seluruh rakyat Indonesia.
”Dari awal PKB didirikan, disusun, dan dibuat dari NU untuk diabdikan kepada rakyat dan bangsa Indonesia. Jadi, bukan untuk NU pribadi, melainkan seluruh bangsa Indonesia, untuk berkibarnya Merah Putih bagi kejayaan Indonesia. ”
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/23/29dda7d1-b870-460d-b1f0-c454b82e78e0_jpg.jpg)
Dengan demikian, seluruh anggota legislatif mesti memiliki rasa bangga. Sebab, di pundak mereka, terdapat mandat perjuangan PKB. Mandat yang diperoleh bukan hanya dari pemilih di daerah pemilihannya, melainkan juga mandat dari seluruh rakyat Indonesia.
Lebih jauh, kata Muhaimin, seluruh kader dari berbagai daerah memiliki tanggung jawab untuk masa depan PKB. Semua kader dari daerah-daerah yang berbeda harus memiliki semangat yang sama dan menyatu satu sama lain.
”Semuanya kita sama dan menyatu, dari Aceh sampai Papua. Seorang pemimpin PKB di Aceh satu kesatuan dengan seorang pemimpin di Papua. ”
”Semuanya kita sama dan menyatu, dari Aceh sampai Papua. Seorang pemimpin PKB di Aceh satu kesatuan dengan seorang pemimpin di Papua,” kata Muhaimin.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf menyatakan PBNU sedang berdiskusi untuk membentuk panitia khusus (pansus) PKB. Pansus atau tim lima tersebut merupakan upaya dari PBNU untuk meluruskan sejarah sekaligus mengembalikan PKB ke pemilik sahnya, yakni PBNU.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/01/12/9f1aa8aa-dbb0-4bf5-a13a-2b93549071ba_jpg.jpg)
Ia menilai, banyak elite PKB telah membuat pernyataan yang melenceng dari fatsun awal berdirinya PKB. Bahkan, ada upaya yang nyata dan sistematis yang dilakukan elite PKB untuk menjauhkan PKB dari struktural NU.
”PBNU sedang berdiskusi. Jika diperlukan, pembentukan tim lima akan segera dilakukan. Langkah ini setelah melihat pernyataan elite-elite PKB yang ahistoris. Ada tanda-tanda mereka akan membawa lari dari sejarah berdirinya PKB. ”
”PBNU sedang berdiskusi. Jika diperlukan, pembentukan tim lima akan segera dilakukan. Langkah ini setelah melihat pernyataan elite-elite PKB yang ahistoris. Ada tanda-tanda mereka akan membawa lari dari sejarah berdirinya PKB,” kata Saifullah atau akrab disapa Gus Ipul dalam keterangan tertulis.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/08/04/c2b67b4f-7553-4de6-9f98-3063b9490686_jpg.jpg)
”Kami akan undang bergabung seluruh tokoh, para aktivis NU untuk dimintai pendapatnya terkait hal ini.”
Lebih jauh, tim lima yang akan dibentuk itu akan menyerupai tim lima yang dibentuk pada awal reformasi, tatkala dibentuk PBNU untuk mendirikan PKB. Tim lima akan segera diwujudkan jika mendapatkan persetujuan dari Rais Aam KH Miftachul Ahyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
Baca juga: PKB Ajak NU Bersama Hadapi Tantangan
”Kami akan undang bergabung seluruh tokoh, para aktivis NU untuk dimintai pendapatnya terkait hal ini,” kata Gus Ipul.
Lebih jauh, lanjutnya, PKB didirikan oleh struktur NU mulai tingkat pusat hingga ranting. Tanpa ada struktur NU, maka PKB yang memiliki kader hingga ke desa-desa tidak akan pernah terbentuk.
Penulis:
IQBAL BASYARIEditor: