Mulai Awal 2025, Serangkaian Agenda Menanti Pesepak Bola Putri

Sejumlah agenda telah menanti pesepak bola putri, baik mereka yang terpanggil timnas maupun tidak. Agenda padat membuat pemain tetap berlatih kendati liga belum ada.

29 Des 2024 15:12 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Setahun menjelang perhelatan liga sepak bola putri yang direncanakan bakal digelar 2026, PSSI menyusun serangkaian agenda untuk para pesepak bola putri Indonesia. Hal itu bertujuan agar para pesepak bola Indonesia tetap berlatih dan menjaga sentuhan bola kendati belum ada kompetisi.

Quote

Kurang lebih akan ada 50 pemain yang dipanggil untuk seleksi timnas senior dan tim kelompok umur 16 serta 20 tahun.

Agenda itu diawali dengan pemanggilan pemain untuk seleksi timnas putri pada 15 Januari 2025. Vivin Cahyani, anggota Komite Eksekutif PSSI yang memegang tanggung jawab untuk timnas putri, mengungkapkan, rangkaian seleksi dan pemusatan latihan tahap pertama yang berlangsung sebulan ini bakal digelar di Surabaya, Jawa Timur.

Pemilihan Surabaya tak lepas dari kehadiran kampus dengan fakultas ilmu keolahragaan, salah satunya Universitas Negeri Surabaya. Timnas putri bekerja sama dengan kampus-kampus keolahragaan untuk memperkuat sport science selama pemusatan latihan.

”Kurang lebih akan ada 50 pemain yang dipanggil untuk seleksi timnas senior dan tim kelompok umur 16 serta 20 tahun. Ini perpaduan antara pemain yang sebelumnya sudah dipanggil dan pemain yang muncul saat Piala Pertiwi lalu. Proses seleksi berjalan dalam waktu satu minggu,” tutur Vivin, Minggu (29/12/2024).

Pemain timnas sepak bola putri Indonesia merayakan keberhasilan meraih gelar juara Piala AFF Putri 2024 setelah menaklukkan Kamboja 3-1 di Stadion National Laos, Vientiane, Kamis (5/11/2024).

Piala Pertiwi yang dimaksud Vivin ialah Piala Pertiwi putaran nasional yang baru digelar kembali tahun ini setelah pada 2023 batal digelar. Ajang ini mempertandingkan kelompok umur 17 tahun dan senior. Akademi Persib yang mewakili Jawa Barat keluar sebagai juara Piala Pertiwi U-17, sedangkan Toli FC yang mewakili Papua Pegunungan menjadi kampiun Piala Pertiwi senior.

Vivin menuturkan, saat perhelatan Piala Pertiwi itu, terdapat tim pencari bakat yang diturunkan PSSI untuk menjaring pemain-pemain baru. Ada beberapa pemain yang menarik perhatian pelatih timnas putri Satoru Mochizuki sehingga bakal diberi kesempatan untuk seleksi.

”Untuk nantinya dikerucutkan menjadi berapa. Itu biar Coach Mochi yang menentukan. Kalau kami, memberikan saja wadah dan kesempatan anak-anak yang sudah tampil dengan performa bagus. Kami memberikan kesempatan yang sama untuk setiap anak,” ujarnya.

Setelah pemusatan latihan selama sebulan, para pemain akan bertolak ke Myanmar pada 14 Februari 2025 untuk persiapan laga FIFA. Pertandingan melawan Myamar bakal berlangsung dalam dua laga, pada 17 dan 19 Februari.

Para pemain tim kelompok umur kemudian bakal melanjutkan pemusatan latihan di Jepang mulai 20 Februari, sedangkan timnas senior pulang ke Indonesia. Menurut rencana, tim kelompok umur bakal berpartisipasi dalam turnamen antaruniversitas di Jepang untuk mengasah kemampuan mereka.

Para pemain timnas sepak bola putri Indonesia berlatih menjelang pertemuan dengan Kamboja dalam laga final Piala AFF Putri 2024 di Stadion National Laos, Vientiane, Kamis (5/11/2024) pukul 19.30 WIB.

Pemusatan latihan di Jepang direncanakan sampai 11 Maret. Pemain kemudian akan melanjutkan pemusatan latihan di Medan, Sumatera Utara. Seperti Surabaya, di Medan juga timnas bekerja sama dengan kampus untuk membantu persiapan dalam aspek sport science.

”Pemilihan Medan juga bertujuan untuk pe-massal-an sepak bola putri di daerah sana,” ucap Vivin.

Baru setelah itu pemain diizinkan pulang untuk libur beberapa hari buat merayakan Idul Fitri. Setelah libur, timnas berkumpul kembali di Jakarta untuk melanjutkan pemusatan latihan sekaligus persiapan laga FIFA pada Mei.

Pada pemusatan latihan tahap terakhir, timnas akan kembali ke Jepang. Di ”Negeri Matahari Terbit” itulah para pemain akan mematangkan persiapan untuk Kejuaraan ASEAN 2025 pada Juli. Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah ajang tersebut.

Timnas putri berhak tampil di Kejuaraan ASEAN 2025 setelah menjuarai turnamen kualifikasi bertajuk Piala AFF 2024. Di Kejuaraan ASEAN 2025, Indonesia akan menemui lawan sesungguhnya dengan bertemu Thailand, Vietnam, dan Filipina yang berpengalaman bermain di Piala Dunia Putri.

Timnas sepak bola putri Indonesia merayakan keberhasilan menjuarai partai final Piala AFF Putri di Stadion National Laos, Vientiane, Kamis (5/11/2024) setelah menang 3-1 atas Kamboja.

Sementara para pemain yang dipanggil timnas mengikuti pemusatan latihan hingga setengah tahun lamanya, pemain lain bakal melakoni turnamen dalam negeri. Vivin memastikan Piala Pertiwi akan kembali digelar pada Februari untuk putaran regional. Para pemain yang tidak dipanggil timnas bisa tetap berlatih untuk persiapan Piala Pertiwi tersebut.

”Kami coba memastikan pesepak bola putri tetap latihan, tetap berkegiatan di lapangan sehingga tidak kehilangan sentuhan bola, di tengah liga yang belum ada,” kata Vivin.

Bakat dari Papua

Vivin juga menyoroti bakat-bakat dari Papua yang mencuri perhatian di Piala Pertiwi. Dari 50 pemain yang akan dipanggil untuk seleksi, beberapa di antaranya berasal dari Papua, khususnya Papua Pegunungan yang membawa Toli FC juara Piala Pertiwi.

Para pemain Toli FC juga telah menyimpan harapan untuk dipanggil seleksi setelah menunjukkan kemampuan di Piala Pertiwi. Pemain Toli FC, Anitha Isabela Sroyer, bahkan berharap tidak hanya dipanggil seleksi, tetapi juga memperkuat timnas. Sebelumnya, Anitha pernah dipanggil seleksi dan menjalani pemusatan latihan di Jepang dan Belanda, tetapi tidak masuk skuad saat timnas berlaga di Piala AFF 2024.

”Ingin sekali bela timnas karena kemarin cuma bisa ikut pemusatan latihannya saja. Semoga ada kesempatan buat seleksi lagi dan masuk timnas, tanding di turnamen luar negeri,” ucap pemain kelahiran Biak, Papua, ini.

Pemain Toli FC (Papua Pegunungan), Marsela Yuliana Awi, mengejar bola dalam laga final Piala Pertiwi 2024 melawan Raga Negeri FC (Banten) di Lapangan Kingkong Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (19/12/2024). Toli FC keluar sebagai juara setelah menaklukkan Raga Negeri FC dengan skor 3-0.

Di timnas sepak bola putri, nama-nama pemain dari Tanah Papua memang selalu ada. Marsela Awi, yang juga bermain untuk Toli FC di Piala Pertiwi, menjadi salah satu pemain yang berkali-kali dipilih seleksi dan memperkuat timnas. Adapun di tim yunior yang tampil di Piala Asia Putri U-17, ada Ameia Heselio dan Sofia Soll sebagai perwakilan Papua dan Papua Pegunungan.

Pelatih Toli FC Thomas Alfa Edison Madjar sempat mengatakan, potensi sepak bola putri di Papua sama besarnya dengan sepak bola putra. Kemenangan di Piala Pertiwi dalam dua edisi beruntun, tutur Thomas, menjadi bukti pesepak bola putri Papua punya kemampuan untuk berlaga di level yang lebih tinggi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata