Pembangunan gedung Multimedia Nusantara School memasuki tahap akhir. Sekolah ini akan melengkapi kecakapan akademik siswa dengan pendidikan karakter.
27 Feb 2025 14:54 WIB · Humaniora
TANGERANG, KOMPAS – Sekitar 200 siswa jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD) akan mengikuti proses belajar mengajar di Multimedia Nusantara School (MNS), Kabupaten Tangerang, Banten, mulai Juli 2025. Selain kecakapan akademik, sekolah yang dikelola Yayasan Multimedia Nusantara ini juga berfokus pada pendidikan karakter.
CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama mengatakan, sekolah semestinya tidak cuma mendidik anak menjadi pintar. Yang tidak kalah penting adalah menempa karakter siswa, salah satunya melalui pendidikan budi pekerti.
“Bagaimana agar siswa MNS tidak hanya menjadi anak pintar, tapi juga (berperilaku) baik. Ini merupakan hal-hal mendasar yang harus dididik sejak dini,” ujarnya dalam topping off atau penyelesaian tahap akhir konstruksi bangunan MNS, Kamis (27/2/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/27/61985ecb-0344-4808-802f-cc6926245c07_jpg.jpg)
Lilik menuturkan, pembangunan sekolah itu sejalan dengan visi pendiri Kompas Gramedia (KG) Jakob Oetama dan PK Ojong untuk mencerahkan kehidupan masyarakat lewat pendidikan. Sekolah tersebut nantinya juga akan membuka jenjang pendidikan SMP dan SMA.
“Kalau kita bisa mendidik anak-anak menjadi lebih baik dan cerdas, sesuailah dengan visi dari pendiri KG untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ucapnya.
Pembangunan MNS sekaligus melanjutkan perjalanan KG di bidang pendidikan. Sebelumnya, grup perusahaan tersebut telah mendirikan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) pada 2005 dan Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP) pada 2021.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/27/3f1b83c0-f2c0-483f-816c-8828fb7667bd_jpg.jpg)
“Memang pendidikan merupakan passion pendiri KG. Sejauh ini, yang dijalani dari universitas (UMN) dan vokasi (MNP) hasilnya bagus. Kalau kita fokus dan bersungguh-sungguh, mudah-mudahan ini (MNS) hasilnya juga akan baik,” jelasnya.
Pembangunan gedung MNS dimulai pada 9 Oktober 2024. Rencananya akan dibangun empat gedung di kawasan itu. Satu gedung yang akan digunakan untuk jenjang PAUD dan SD ditargetkan rampung pada Juni 2025.
Ketua Yayasan Multimedia Nusantara Teddy Surianto mengatakan, penerimaan siswa untuk gelombang pertama telah terpenuhi dengan total sekitar 200 siswa. Pihaknya berterima kasih kepada orangtua siswa yang telah mempercayakan pendidikan anaknya di sekolah tersebut.
Selain menyediakan ruang kelas, gedung itu juga akan dilengkapi beragam fasilitas lainnya, salah satunya, area bermain untuk meningkatkan perkembangan sensorik anak.
“Kami merasa kepercayaan orangtua murid ini mengandung tanggung jawab. Jadi, yayasan berkomitmen menyelesaikan pembangunan gedung ini secara cepat,” ujarnya.
Gedung tersebut terdiri dari lima lantai. Selain menyediakan ruang kelas, gedung itu juga akan dilengkapi beragam fasilitas lainnya, salah satunya, area bermain untuk meningkatkan perkembangan sensorik anak.
Teddy menuturkan, gedung MNS menerapkan konsep ramah lingkungan. Selain menyediakan ruang terbuka hijau, arsitektur gedung tersebut juga memperhatikan aspek pencahayaan dan sirkulasi udara sehingga lebih hemat energi.
“Udara dan sinar matahari dengan leluasa masuk, tapi tetap merasa nyaman. Seperti di sini, lumayan anginnya. Ini yang kami terapkan supaya muridnya sehat dan betah, orangtuanya juga nyaman,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/27/5ee16ac2-920b-4a9f-a830-4a29d4e9a7c4_jpg.jpg)
Kepala Sekolah MNS Theresia Listyawati menyebutkan, selain membangun lingkungan pendidikan berbasis teknologi, sekolah tersebut juga fokus membangun mental dan karakter siswa. Sekolah itu akan menanamkan nilai-nilai KG, yaitu 5C: caring, credible, competent, competitive, dan customer delight.
“Jadi, anak tidak hanya pintar, tapi secara utuh memiliki hardskill dan softskill. Mereka juga akan diajari bagaimana survive di tengah masyarakat,” ujarnya.
MNS akan menggunakan tiga kurikulum, yaitu Kurikulum Merdeka, Kurikulum Pearson, dan Kurikulum Sustainability Life Skill Development yang dirancang sendiri oleh sekolah itu. Selain di dalam kelas, sekolah juga mengoptimalkan pembelajaran di luar kelas untuk mengasah motorik siswa.
Penulis:
Tatang Mulyana SinagaEditor:
Adhitya RamadhanPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .