Murray Bergabung ke Tim Djokovic

Dua legenda tenis bergabung dalam satu tim. Hal itu dilakukan Andy Murray yang akan menjadi bagian dari tim pelatih Novak Djokovic.

24 Nov 2024 07:07 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

LONDON, SABTU — Baru tiga bulan pensiun sebagai petenis, Andy Murray akan menjadi pelatih. Tak tanggung-tanggung, dia akan bergabung dalam tim rival yang juga sahabatnya, Novak Djokovic.

Topik tersebut ramai dibicarakan di dunia maya setelah Djokovic mengunggah informasi dalam akun media sosialnya pada Sabtu (23/11/2024) malam waktu Indonesia. ”Kami memiliki persaingan epik. Banyak yang menyebut kami pengubah permainan, pengambil risiko, dan pembuat sejarah. Saya kira, cerita kami telah berakhir. Kini saatnya memasuki bagian terakhir, saatnya bagi salah satu lawan terberat saya untuk bergabung ke tim saya. Selamat datang pelatih, Andy Murray,” kata Djokovic sambil mengunggah foto dan video persaingannya dengan Murray di Instagram.

Djokovic dan Murray menjadi bagian dari ”Big Four”, empat petenis yang mendominasi turnamen besar selama dua dekade terakhir bersama Roger Federer dan Rafael Nadal. Namun, Murray tertinggal dari ketiganya dalam catatan prestasi karena didera cedera pinggul yang membuatnya harus beberapa kali operasi sejak 2018.

Di antara mereka, Federer pensiun lebih dulu, pada September 2022. Murray mengundurkan diri sebagai petenis profesional pada Agustus 2024, lalu Nadal tiga bulan kemudian. Maka, Djokovic menjadi satu-satunya ”Big Four” yang masih aktif.

Quote

Kami akan memulai dari masa persiapan untuk Australia Terbuka 2025.

Namun, performanya pada 2024 tak sesuai ekspektasi meski meraih medali emas tunggal putra Olimpiade Paris 2024. Statistik menang-kalahnya adalah 37-9, tanpa gelar juara dari Grand Slam dan turnamen ATP Masters 1000. Djokovic memutus hubungan kerja sama dengan pelatihnya, Goran Ivanisevic, yang kemudian menjadi pelatih petenis putri, Elena Rybakina.

Novak Djokovic mengumumkan bergabungnya Andy Murray ke timnya sebagai pelatih melalui media sosial.

”Saya sangat antusias memiliki salah satu rival terbesar di tim, di sisi yang sama di lapangan, dan kali ini sebagai pelatih. Kami akan memulai dari masa persiapan untuk Australia Terbuka 2025,” kata Djokovic dalam laman resminya.

Murray sama antusiasnya dengan Djokovic. ”Saya senang diberi kesempatan untuk membantunya mencapai target pada tahun mendatang. Saya akan bergabung pada program pramusim, membantunya berada dalam kondisi terbaik untuk Australia Terbuka,” ujar Murray dalam BBC.

Meski berusia 37 tahun dan tak berada pada performa terbaik dalam satu musim terakhir, Djokovic masih menyimpan ambisi yang gagal dilakukannya pada 2024. Dia ingin menjadi satu-satunya petenis dengan gelar Grand Slam terbanyak setelah 24 gelarnya sama seperti mantan petenis Australia, Margaret Court. Grand Slam yang paling memungkinkan untuk dijuarainya adalah Australia terbuka.

Petenis Serbia itu juara di Melbourne Park sepuluh kali, terbanyak dibandingkan tiga Grand Slam lain. Djokovic empat kali juara secara beruntun dari lima edisi terakhirnya sejak 2019 dan mencapai semifinal pada 2024. Gelar beruntun itu hanya terputus pada 2022 karena dia absen terkait kondisi Covid-19.

Foto arsip petenis Inggris, Andy Murray (kiri), dan petenis Serbia, Novak Djokovic, berpose saat latihan tim Eropa sebelum turnamen Piala Laver di O2 Arena, London, Inggris, 22 September 2022. Djokovic pada Sabtu (23/11/2024) mengumumkan Murray sebagai salah satu anggota tim pelatihnya.

Hubungan Djokovic-Murray dimulai pada masa yunior karena mereka lahir di tahun yang sama, yaitu 1987, dengan beda usia hanya sepekan. Persaingan pertama terjadi saat mereka berusia 11 tahun dan Murray menang dengan mudah.

Di level profesional, Djokovic dan Murray bersaing 36 kali dengan 25 kemenangan bagi Djokovic. Dari 36 pertemuan itu, tujuh di antaranya berlangsung dalam final Grand Slam.

Final tim Davis Italia

Dari kejuaraan beregu putra Piala Davis, Italia tinggal membutuhkan satu kemenangan untuk mempertahankan gelar juara. Italia tak terbendung ketika berhadapan dengan Australia pada semifinal di Malaga, Spanyol, Sabtu, dan menang dengan skor 2-0.

Apresiasi patut diberikan pada finalis Wimbledon 2021, Matteo Berrettini, yang memenangi laga pertama melawan Thanasi Kokkinakis. Berrettini mengalami cedera pergelangan kaki, lalu otot perut pada Agustus, tetapi dia bisa mendorong dirinya untuk tampil maksimal saat membela negara. Mantan petenis ranking keenam dunia itu mengalahkan Kokkinakis dengan skor 6-7 (6), 6-3, 7-5.

Jannik Sinner (Italia) mengembalikan bola saat melawan Alex de Minaur (Australia) dalam semifinal Piala Davis di Malaga, Spanyol, Sabtu (23/11/2024). Italia ke final setelah menang 2-0. *Jannik Sinner of Team Italy returns a shot to Alex de Minaur of Team Australia during their semi-final singles match between Italy and Australia at the Davis Cup Finals at the Palacio de Deportes Jose Maria Martin Carpena arena in Malaga, southern Spain, on November 23, 2024. (Photo by JORGE GUERRERO / AFP)

Setelah itu, petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, menambah catatan panjang kemenangannya pada tahun ini setelah mengalahkan Alex de Minaur, 6-3, 6-4. Pada final yang akan berlangsung Minggu, Italia akan berhadapan dengan Belanda yang untuk pertama kalinya menembus laga puncak.

”Kami ke final lagi. Ini menunjukkan bahwa gelar juara pada tahun lalu bukanlah sebuah keberuntungan,” ujar Sinner yang menang 72 kali dari 78 pertandingan setelah menang atas De Minaur.

Jika menang atas Belanda, Italia menyandingkan trofi juara ajang beregu setelah tim putri memenangi Piala Billie Jean King yang juga berlangsung di Malaga, 14-20 November. Italia memiliki petenis putri yang naik daun pada 2024, yaitu Jasmine Paolini. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata