Muslimat Nahdlatul Ulama segera menyelenggarakan kongres ke-18 dan mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirinya.
14 Jan 2025 20:05 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Muslimat Nahdlatul Ulama berharap anak-anak siswa raudatul atfal atau RA juga mendapat program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Para guru RA Jawa Timur pun mengajukan usul melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Jatim.
Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/1/2025), menuturkan, Muslimat NU juga menyampaikan masukan supaya siswa RA bisa mendapatkan MBG.
”RA ini raudhatul athfal. Ini bahasa Arab, kalau diterjemahkan, ya, taman kanak-kanak. Nah, (RA) ini di dalam koordinasi Kementerian Agama (Kemenag). Sejauh yang saya keliling ke berbagai daerah, mereka juga merasakan pentingnya sapaan yang sama,” tutur Khofifah kepada wartawan seusai beraudiensi dengan Presiden Prabowo Subianto.
Hadir dalam audiensi tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak sekaligus Sekretaris Panitia Kongres Muslimat NU Arifah Fauzi, Ketua Organizing Committee Kongres Muslimat NU Siti Aniroh, Ketua Steering Commitee dr Erna Yulia Soefihara, Sekretaris Umum PP Muslimat NU drg Ulfah Masfufah, dan Bendahara Umum PP Muslimat NU Andi Nurhiyari. Adapun Presiden Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kami menyampaikan bahwa raudatul atfal juga sebaiknya masuk di dalam ’coverage’ program Makan Bergizi Gratis.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/14/c6cd60a8-244d-41df-9f57-e0e379cfe1bb_jpg.jpg)
”Kami menyampaikan bahwa RA juga sebaiknya masuk di dalam coverage program MBG,” kata Khofifah.
Sejauh ini, RA yang di bawah naungan Muslimat NU berjumlah sekitar 3.600. Adapun setiap RA bisa terdiri dari 30 sampai 160 anak.
Sejauh ini, menurut Khofifah, Ikatan Guru RA (IGRA) Jawa Timur sudah menyampaikan usulan ke kantor Kemenag Kanwil Jatim. Harapannya, Kemenag bisa mendorong realisasi MBG untuk siswa-siswi RA.
Pengurus Pusat Muslimat NU beraudiensi dengan Presiden Prabowo untuk mengundangnya menghadiri Kongres ke-18 Muslimat NU. Kongres akan diselenggarakan pada 11-16 Februari 2025, sedangkan pembukaan dilangsungkan pada 12 Februari 2025.
Menurut Khofifah, Presiden mengatakan akan hadir. ”Beliau tadi menyampaikan bahwa, ’Ya, tanggal itu saya di Indonesia’,” ujar Khofifah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/14/aab1d1ee-f5eb-443b-ab74-b7f03787eead_jpg.jpg)
Kongres Muslimat NU ini akan dihadiri oleh perwakilan 532 cabang, 11 pimpinan cabang istimewa, dan 37 pimpinan wilayah. Sejauh ini, Muslimat NU menaungi 171 panti asuhan, 9.800-an TK atau raudatul atfal, serta 16.356 taman pendidikan Al Quran. ”Selain itu, kita memiliki hampir 66.000 Himpunan Daya dan Majelis Taklim Muslimat NU,” ujarnya.
Selain memiliki pusat koperasi An-nisab (pusat koperasi perempuan), Muslimat NU juga mengelola 43 rumah sakit dan klinik. Muslimat NU pun akan meluncurkan dua program pada kongres bulan depan.
Pertama, Mustika Mesem, yaitu Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem. Program ini akan mendorong ibu-ibu pengajian untuk membawa minimal sebutir telur untuk diberikan kepada anak-anak yang kurang gizi kronis (tengkes/stunting).
Program kedua adalah Mustika Darling, yaitu Muslimat Cantik Sadar Lingkungan. Program ini mendorong ibu-ibu pengajian memahami cara memilah sampah plastik, sampah kering, dan sampah basah.
”Problem sampah adalah problem kita bersama sehingga apa yang bisa kita inisiasi, kita coba maksimalkan lewat lini terkecil yang bisa kita lakukan,” kata Khofifah menambahkan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/14/c49363b7-3a8a-4e7d-8b1b-ad3008c14484_jpg.jpg)
Terkait kemungkinan Khofifah maju kembali sebagai calon ketua umum PP Muslimat NU, Khofifah enggan menjawab. ”Nanti kita serahkan forum saja, ya,” ujarnya.
Arifah menambahkan, calon ketua umum akan diserahkan kepada peserta forum. ”Jadi, peserta kongres nanti yang menentukan,” katanya.
Saat ditanya kemungkinan adanya calon lain, dia juga menjawab, ”Kita lihat nanti di forum.” Sejauh ini, belum terdengar calon ketua umum selain Khofifah untuk kongres mendatang.
Penulis:
Nina Susilo, Iqbal BasyariEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra