Persib Bandung takluk di tangan tim promosi Persijap Jepara. Pelatih Persib Bojan Hodak menyebut salah satu gol sebagai kesalahan bodoh.
18 Agt 2025 22:05 WIB · Olahraga
BANDUNG, KOMPAS — Persib Bandung seperti bertarung menghadapi cermin saat dijamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Senin (18/8/2025). Di akhir laga, napas kuda ”Laskar Kalinyamat” berhasil meremukkan permainan Persib.
Bertarung di hadapan pendukungnya sendiri, Persijap tidak takut menghadapi lawannya. Status juara bertahan Persib tidak membuat Persijap, tim promosi musim ini, jeri.
Sejak babak pertama, Persijap menyerang dengan cepat lewat sayap-sayap lincahnya. Skema itu sedikit banyak mirip dengan yang biasa Persib mainkan di era Pelatih Bojan Hodak.
Penyerang dan bek sayap dari kedua sisi bergantian menyerang. Berulang kali penyerang sayap Carlos Franca dan Alexis Gomes menjadi teror bagi Persib.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/18/fd584702ab2ea96440565cfb5c29e9f4-large_wiliam_persijap_18072025_bar_51b44c79a5.jpg)
Akibatnya, permainan Persib sulit berkembang. Bek sayap Kakang Rudianto dan Frans Putros, yang biasa memulai penyerangan, dipaksa bertahan lebih dalam.
Penyerang sayap andalan, seperti Berguinho dan Beckham Putra, kali ini juga gagal memberikan umpan untuk penyerang Uilliam Barros. Bek sayap Persijap, Najeeb Yakubu dan Rahmat Hidayat, berhasil mematikan kreativitas keduanya.
Bahkan, bukannya memberi umpan, Beckham harus ditandu keluar akibat cedera diganjal bek lawan di akhir babak pertama.
Kali ini, kedua kakinya tak cukup kuat menghadapi permainan fisik dengan tekanan tinggi racikan pelatih Persijap asal Portugal, Mario Lemos.
Memasuki babak kedua, Bojan menyadari kelemahan itu. Tiga pemain di posisi sayap diganti sekaligus.
Bek Kakang yang sudah diganjar kartu kuning diganti Henhen Herdiana. Sayap serang Saddil Ramdani mengisi pos yang diisi Beckham. Berguinho yang gagal tampil apik diganti penyerang Ramon Tanque.
Pola serangan Persib pun berubah. Dari mengandalkan sisi sayap, Persib menumpukan permainan pada lini tengah untuk memberi umpan terobosan ke depan. Kali ini, Marc Klok dan Luciano Guaycochea yang memegang kendali permainan.
Akan tetapi, justru permainan ngotot dan tak kenal lelah Persijap yang berhasil membuahkan gol lebih dulu. Tusukan Alexis Gomes berhasil dimanfaatkan Carlos Franca menjadi gol di menit ke-68.
Ketinggalan satu gol, Persib bermain lebih menyerang. Berulang kali gagal, peluang datang lewat tendangan penalti di menit ke-92. Penyerang Uilliam tidak melepaskan peluang itu menjadi gol.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/18/a9cf681d698274b364b2b316160fe052-IMG_20250818_WA0048.jpg)
Akan tetapi, napas kuda Persijap menentukan hasil laga. Penantian menang setelah 11 tahun absen di kasta tertinggi lahir di menit ke-94.
Saat itu, dua menit jelang laga usai, penyerang pengganti Sudi Abdallah memanfaatkan kekacauan di lini belakang Persib.
Tanpa terkawal, Sudi melepaskan tendangan keras menjebol gawang Persib yang dijaga Teja Paku Alam. Hingga peluit akhir laga berbunyi, Persijap unggul 2-1.
Pelatih Persib Bojan Hodak sangat kesal dengan kekalahan ini. Dia menyebut gol kedua yang dicetak Persijap adalah hal bodoh yang seharusnya tidak terjadi.
Hodak tidak habis pikir kenapa gol kedua bisa terjadi. Hal itu jelas tidak boleh terjadi di semua laga. Saat itu, ada dua pemain lawan leluasa bergerak di garis pertahanan tanpa terkawal.
”Kesalahan itu bodoh dan tidak boleh ditoleransi,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/18/c56a311d24068e888c8a73bf89f6060a-IMG_20250818_WA0050.jpg)
Akan tetapi, gol di menit akhir hanya satu dari banyak kesalahan dalam laga ini. Hodak menyebut, aliran umpan juga mandek. Hal itu membuat permainan tim sulit berkembang.
”Lini serang juga sangat tidak menciptakan banyak peluang dan tendangan,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/06/99cee2db55f4133df4492da40a41c805-bojan_port_preskon_nando_20bb3bd5f6.jpg)
Akan tetapi, Hodak enggan menyalahkan satu atau dua pemain. Semua lini bertanggung jawab atas hasil ini.
”Semua pemain harus membangun pengertian lebih baik lagi dalam semua laga,” ucapnya.
Beckham Putra juga mengakui laga ini tidak mudah bagi Persib. Selain bermain tandang, fisik pemain juga sudah diuji sebelum laga dimulai. Persib mesti menjalani perjalanan darat selama delapan jam dari Bandung menuju Jepara.
”Awalnya kami hendak memaksimalkan laga tandang ini. Semoga di laga selanjutnya kami bisa memperbaiki penampilan tim,” kata Beckham.
Penulis:
Cornelius Helmy HerlambangEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti