Musibah badai cedera di skuad Jerman berubah menjadi berkah terselubung di akhir perjalanan kualifikasi Piala Dunia. Mereka datang ke Amerika dengan para wajah baru.
18 Nov 2025 15:51 WIB · Olahraga
AP
LEIPZIG, SENIN — Walaupun memulai kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan tertatih-tatih, Jerman sukses menutup perjalanan dengan sempurna. Tidak hanya lolos ke putaran final, tim asuhan pelatih Julian Nagelsmann itu juga memperlihatkan proyek rejuvenasi yang mulai bersemi.
”Si Panser”, julukan Jerman, sukses menuntaskan dendam di Stadion Red Bull Arena, Leipzig, Selasa (18/11/2025) dini hari WIB. Sempat dikalahkan Slowakia 0-2 di laga pembuka Grup A, Jerman membalikkan keadaan dalam duel penentu kelolosan dengan kemenangan telak 6-0.
Tuan rumah Jerman sebenarnya hanya butuh hasil imbang untuk lolos sebagai juara grup. Alih-alih bermain aman, mereka justru memaksimalkan laga jadi ajang unjuk gigi. Joshua Kimmich dan rekan-rekan seolah ingin menegaskan, mereka telah kembali ke persaingan.
”Para pemain memberikan segalanya. Kami bermain hebat, bekerja sangat keras, dan mencetak gol-gol hebat. Hari ini tidak ada yang bisa dikeluhkan. Ada tekanan besar (untuk lolos) dan mereka mendorong diri untuk menunjukkan semangat tim yang hebat,” kata Nagelsmann.
Dari kisah kebangkitan Jerman di kualifikasi, terlihat proyek rejuvenasi Nagelsmann yang mulai bersemi. Buktinya adalah penyerang berusia 23 tahun Nick Woltemade. Setelah menjadi pahlawan Jerman di dua laga sebelumnya lewat sumbangan tiga gol, dia kembali bersinar dengan mencetak gol pembuka ke gawang Slowakia.
Woltemade sudah mampu menjadi sosok pembeda. Bandingkan dengan di laga pembuka saat bertamu ke markas Slowakia, striker Newcastle United itu kesulitan berkontribusi selama 90 menit. Itu adalah penampilan ketiganya bersama timnas. Dia menggantikan Kai Havertz yang sedang cedera.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/18/4c0cf62575cc06bea82f0545d5dfda8a-Germany_Slovakia_WCup_Soccer.jpg)
Krisis sosok penyelamat di kubu Jerman berhasil mengakselerasi pertumbuhan Woltemade. Sang penyerang muda diberikan panggung lebih untuk berekspresi, selain juga dibebani ekspektasi lebih. Beruntung mentalitasnya sudah teruji, seperti terlihat di Liga Inggris.
Walaupun baru mencetak gol di tiga laga terakhir, Woltemade (4 gol) sukses menjadi pemain paling produktif di skuad Si Panser selama kualifikasi. ”Selalu menyenangkan bermain untuk Jerman. Saya telah bermain di setiap kelompok usia dan sekarang berada di puncak untuk pergi ke Piala Dunia,” katanya Woltemade.
Momentum positif regenerasi Jerman juga terlihat di pengujung laga. Gelandang serang berusia 19 tahun, Assan Ouedraogo, menjalani debut di tim senior dan langsung menyumbang gol. Pemain RB Leipzig itu dipercaya masuk untuk menggantikan gelandang bintang Florian Wirtz.
Saya pikir kami telah kembali ke persaingan. Kini, kami bisa mempersiapkan diri dengan pikiran terbuka karena kami tidak tertekan untuk melewati jalur playoff.
Peningkatan karier Ouedraogo melesat sangat cepat. Dua tahun lalu, dia masih membela tim remaja Jerman saat tampil di Piala Dunia U-17 Indonesia. Pemain jangkung setinggi 191 sentimeter itu bahkan bukan pilihan utama pelatih Christian Wuck di turnamen tersebut.
Bakat besar Ouedraogo semakin menyita perhatian di Leipzig, musim ini. Dia sudah dipercaya tampil di semua pertandingan Liga Jerman, 10 laga, sejak awal musim. Peluang itu dimanfaatkan dengan penampilan apik serta sumbangan 2 gol dan 3 asis. Hanya dua pemain Leipzig yang berkontribusi gol lebih banyak dibandingkan dengan Ouedraogo.
Dengan kondisi gelandang Jamal Musiala yang masih sedang dalam pemulihan dan belum akan kembali dalam waktu dekat, Nagelsmann kini memiliki opsi lain. Ouedraogo bisa menjadi pelapis untuk Wirtz. Adapun nilai Ouedraogo bisa semakin tinggi pada tahun depan, di Piala Dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/18/6740130d4fae6735d74cee38cbc89e3a-download_9_.jpg)
Sementara itu, Nagelsmann juga semakin sering mengandalkan gelandang berusia 21 tahun Aleksandar Pavlovic. Pemain Bayern Muenchen itu dipercaya sebagai starter dalam empat pertandingan terakhir kualifikasi. Pavlovic tampak nyaman berduet bersama seniornya di Bayern, yakni Leon Goretzka.
Nagelsmann mengatakan, Jerman hanya akan semakin baik ke depan dengan bakat-bakat hebat yang mulai muncul. ”Saya pikir kami telah kembali ke persaingan. Kini, kami bisa mempersiapkan diri dengan pikiran terbuka karena kami tidak tertekan untuk melewati jalur playoff,” tuturnya.
Proyek rejuvenasi itu diharapkan bisa mengembalikan status Jerman sebagai tim spesialis turnamen. Dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, yakni Qatar 2022 dan Rusia 2018, mereka selalu tersingkir di babak grup. Adapun di Qatar, mereka masih mengandalkan pemain veteran seperti Thomas Mueller dan Ilkay Gundogan.
Selama kualifikasi, para pemain andalan Jerman bergantian menepi akibat cedera. Mulai dari Havertz, Musiala, kiper Marc-Andre ter Stegen, serta bek Antonio Rudiger dan Nico Schlotterbeck. Walaupun kesulitan, musibah itu kini mulai menjadi berkah terselubung untuk Nagelsmann.
Menurut Schlotterbeck, Jerman akan semakin baik jika para pemain utama telah kembali dari cedera. Kedalaman tim akan didukung oleh pemain muda. ”Kami bisa menjalani Piala Dunia yang sangat baik jika semua pemain kembali. Kami ingin meraih sesuatu, menjadi juara dunia,” pungkasnya. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto