Napoli Berharap Tuah Stadion Diego Armando Maradona untuk Menyegel Gelar Serie A

Di stadion yang dinamai pemain legendaris mereka, Diego Armando Maradona, Napoli berharap bisa memastikan gelar Serie A pekan depan.

19 Mei 2025 14:24 WIB · Olahraga

Oleh Prasetyo Eko Prihananto

Persaingan perebutan gelar scudetto masih akan berlangsung hingga hari terakhir kompetisi Serie A. Napoli yang memimpin klasemen harus menunggu satu pekan lagi untuk memastikan juara setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 saat bertandang ke markas tim papan bawah, Parma, Senin (19/5/2025) dini hari WIB.

Beruntung bagi Napoli, penghuni peringkat kedua klasemen, Inter Milan, gagal memanfaatkan terpelesetnya sang rival karena di saat yang sama ditahan imbang Lazio 2-2 dalam sebuah laga yang berlangsung dramatis. Dengan hasil tersebut, Napoli yang mengemas 79 poin masih unggul satu poin atas Inter dengan kompetisi tinggal menyisakan satu laga.

Napoli berharap pada tuah Stadion Diego Armando Maradona untuk memastikan gelar scudetto saat menjamu Cagliari pada Minggu (25/5/2025). Kemenangan atas tim papan bawah itu akan membuat pasukan Antonio Conte mengunci gelar juara Serie A. Stadion kandang Napoli dinamai sesuai pemain legendaris mereka, Maradona, yang sering disebut sebagai pesepak bola terbaik dalam sejarah.

Tim asuhan Conte didera sial saat menghadapi tuan rumah Parma karena berkali-kali memiliki peluang untuk memenangi pertandingan. Tercatat dua kali bola tendangan pemain Napoli menerpa gawang, yaitu oleh Andre-Frank Zambo Anguissa dan Matteo Politano. Sementara itu, tendangan gelandang Scott McTominay berhasil ditepis kiper Parma sebelum menghantam mistar.

Napoli juga mengira mereka akan mendapatkan poin penuh seusai mendapatkan penalti pada menit ke-96 karena pemain sayap David Neres dilanggar Giovanni Simeone di kotak terlarang. Namun, setelah tinjauan VAR, wasit membatalkan penalti tersebut.

Pelatih Napoli Antonio Conte (tengah) terlihat keributan dengan Pelatih Parma Cristian Chivu saat laga Serie A di Parma, Senin (19/5/2025) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 0-0.

Pertarungan keras di Stadion Ennio Tardini tersebut berakhir dengan diusirnya Conte dan Pelatih Parma Cristian Chivu yang terlibat keributan di pinggir lapangan. Akibat kartu merah itu, Conte pun harus absen pada pertandingan penentuan juara saat menjamu Cagliari pada pekan terakhir Serie A.

Napoli sedikit diuntungkan karena akan melawan tim papan bawah yang sudah pasti aman dari ancaman degradasi setelah Cagliari mengalahkan Venezia, 3-0. ”Kami sangat dekat, tetapi ada satu langkah terakhir yang harus kami jalani di depan pendukung sendiri. Kami di puncak pada sebagian besar musim meski dengan banyak kesulitan,” kata Conte kepada DAZN.

Inter akan menghadapi tuan rumah Como pada pertandingan terakhir. Apa pun hasil pertandingan itu tidak akan berpengaruh pada klasemen jika Napoli berhasil mengalahkan Cagliari. ”Ini bergantung kepada para pemain yang telah mengerahkan segalanya. Saya sangat berharap kami bisa juara karena itu akan menjadi pencapaian luar biasa,” ujar Conte.

Menurut Conte, persaingan perebutan gelar Serie A saat ini membuatnya kelelahan. Ia menyebut ini adalah musim tersulit dalam kariernya di sepak bola.

”Saya memberikan segalanya, melebihi batasan. Saya juga tahu saya kelelahan. Saya hanya ingin segera melewati akhir musim,” ujar Conte.

Laga Napoli lawan Parma terhenti karena para pemain memprotes wasit Daniele Doveri pada laga Serie A di Parma, Senin (19/5/2025) dini hari WIB.

Terkait kartu merah yang didapatnya, Conte menuduh para pemain Parma sengaja membuang-buang waktu selama pertandingan. ”Saya kesal dengan Parma. Saya terbiasa dengan sepak bola Inggris, di mana jarang laga terhenti karena ada yang pura-pura kram atau cedera. Sangat mengesalkan dan itulah mengapa saya diusir,” kata Conte.

Meski demikian, drama perebutan scudetto masih memungkinkan terjadi jika pada laga terakhir Napoli kalah dan Inter bermain imbang sehingga kedua tim memiliki poin yang sama. Jika itu terjadi, penentuan gelar juara akan dilakukan dalam satu pertandingan playoff.

Napoli selamat dari kejaran Inter berkat dua gol penyerang Lazio, Pedro, termasuk lewat titik penalti pada menit ke-90. Inter mengira mereka akan mengakhiri laga dengan kemenangan setelah Denzel Dumfries mencetak gol dengan sundulan untuk membawa mereka unggul, hanya 10 menit sebelum peluit panjang.

Akan tetapi, handball Yann Bisseck di kotak penalti menjelang akhir laga memberikan kesempatan kepada Lazio yang tengah mengejar tiket Liga Champions untuk menyamakan kedudukan.

Inter memperlihatkan sisi buruk mereka dengan dua kali membuang keunggulan. Sebelumnya, Bisseck mencetak gol pembuka pada pengujung babak pertama sebelum Pedro menyamakan kedudukan menit ke-73. Striker Marko Arnautovic juga gagal memanfaatkan peluang emas untuk mencetak gol kemenangan pada menit terakhir.

Ekspresi bek Inter Milan, Yann Bisseck (kanan), saat laga melawan Lazio di Milan, Senin (19/5/2025) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 2-2.

Seperti Conte, Pelatih Inter Simone Inzaghi juga harus absen pada laga terakhir karena mendapat kartu merah. Itu terjadi karena reaksi kerasnya saat tinjuan VAR untuk penalti Pedro.

Dengan hasil imbang itu, Lazio yang berada di peringkat keenam memelihara peluang meraih tiket terakhir Liga Champions, meskipun kini mereka tertinggal dua poin dari penghuni peringkat keempat, Juventus, yang mengalahkan Udinese, 2-0. Sementara AS Roma juga mengancam setelah menghancurkan AC Milan dengan skor 3-1. Roma di peringkat kelima, satu poin di belakang Juve.

Milan, yang bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-21 setelah Santiago Gimenez dikartu merah wasit, sudah dipastikan tidak akan bermain di Eropa musim depan. Kekalahan dari Roma membuat Milan terperosok ke peringkat kesembilan. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Editor:

Antonius Tomy Trinugroho
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto