Napoli Ditahan Frankfurt, Liga Champions Belum Berpihak kepada Antonio Conte

Napoli gagal bangkit dari hasil negatif di Liga Champions. Pertama kali di musim ini, Napoli jalani dua gim beruntun dengan nirgol.

05 Nov 2025 04:01 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

NAPLES, RABU — Dalam karier kepelatihannya, Antonio Conte belum pernah memiliki nasib baik ketika memimpin tim berlaga di Liga Champions. ”Kutukan” itu nampaknya masih bertahan untuk Napoli di musim 2025-2026 ini. Sudah dua gim beruntun, ”Si Keledai Kecil” gagal menang di pentas Eropa.

Terkini, Napoli ditahan imbang tanpa gol alias 0-0 oleh tamu dari Jerman, Eintracht Frankfurt, Rabu (5/11/2025) WIB, di Stadion Diego Armando Maradona. Napoli jelas diunggulkan pada laga keempat fase awal itu.

Mereka berstatus sebagai juara Liga Italia, juga pemuncak klasemen kompetisi kasta tertinggi Italia saat ini. Di sisi lain, Frankfurt datang ke sisi selatan Italia dengan catatan selalu kemasukan lima gol pada dua gim Liga Champions terakhir. Frankfurt dilibas Liverpool dan Atletico Madrid dengan skor identik 1-5.

Napoli, meskipun menderita kekalahan memalukan 2-6 di kandang PSV Eindhoven, sempat mengenggam kemenangan perdana di kandang berkat menumbangkan Sporting Lisbon, 2-1. Namun, hasil positif itu gagal diulangi pada laga kedua pada pentas Eropa musim ini di Diego Armando Maradona.

Hasil nirmenang kontra Frankfurt kian menegaskan situasi kontras Conte di kompetisi domestik dan Eropa. Catatan Conte di liga dalam negeri, tepatnya Liga Italia dan Liga Inggris, amat menterang. Conte menghasilkan 67 persen kemenangan di Liga Italia, lalu 63 persen kemenangan selama mengasuh Chelsea di Inggris.

Italy Soccer Champions League

Adapun koleksi kemenangannya di Liga Champions amat rendah untuk juru taktik berstatus kelas dunia. Conte baru mencatatkan 35 persen kemenangan dari 46 laga di kompetisi antarklub paling bergengsi di dunia itu.

”Kami harus menyadari bahwa musim ini jauh lebih sulit,” ucap Conte kepada Sky Sport Italia tentang kegagalan timnya menularkan performa apik di Liga Italia ke panggung kontinental.

Hasil imbang tanpa gol kontra Frankfurt menjadi koleksi remis nirgol kedua beruntun Napoli. Akhir pekan lalu, mereka ditahan 0-0 oleh Como. Gim itu juga berlangsung di Naples.

Minim ancaman

Napoli tampil dengan atensi untuk meraih kemenangan. Mereka sempat mengoleksi 80 persen penguasaan bola pada 15 menit awal. Secara keseluruhan selama lebih dari 90 menit, Si Keledai Kecil memegang bola amat superior dibandingkan tim tamu dengan perbandingan 64 persen versus 36 persen.

Kreasi 18 tembakan juga menunjukkan dominasi Napoli yang tidak bisa diimbangi Frankfurt. Pasalnya, tim asal Jerman hanya bisa tujuh kali melepaskan tembakan di zona akhir pertahanan Napoli.

Meskipun kreasi peluang amat timpang, Napoli dan Frankfurt sejatinya memiliki situasi ancaman berbahaya yang amat minim. Frankfurt lebih dulu mendapatkan peluang berbahaya melalui tembakan gelandang sayap pengganti, Ansgar Knauff, pada menit ke-73.

Italy Soccer Champions League

Tembakan di muka gawang yang tanpa kawalan itu bisa ditepis oleh kiper Napoli, Vanja Milinkovic-Savic.

Napoli merespons dengan tembakan Scott McTominay di menit ke-83. Tanpa hadangan berarti, McTominay gagal melepaskan tendangan tepat sasaran dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan silang Andre-Frank Anguissa.

Pada menit terakhir laga, 90+5, penyerang Rasmus Hojlund memiliki kesempatan mencetak gol kemenangan timnya. Sontekannya di dalam kotak penalti mampu ditangkap kiper Frankfurt, Michael Zetterer.

Terlepas dari hasil berbagi satu poin, Napoli dan Frankfurt akhirnya sama-sama mampu mencatatkan laga nirbobol pertama di Liga Champions musim ini. Kedua tim itu juga mengemas poin serupa, yakni empat poin.

Conte mengkritik gaya main defensif yang diterapkan Frankfurt asuhan Dino Toppmoeller. Menurut dia, Frankfurt tidak tampil dengan identitas sepak bola Jerman.

”Saya berekspektasi gaya bermain berbeda dari tim Jerman. Mereka belajar untuk bermain bertahan khas Italia. Jika kami yang bermain seperti itu, orang-orang akan menyebut kami kuno,” kata Conte.

Italy Soccer Champions League

Faouzi Ghoulam, eks gelandang Napoli, menganggap performa Napoli sangat jauh dari penampilan terbaik mereka yang tercipta di Liga Italia. Ia menyebut pemain berbahaya Napoli adalah duo gelandang, McTominay dan Anguissa, sedangkan para pemain ofensif tidak berperan signifikan untuk membantu tim mengejar tiga poin.

”Ritme permainan mereka terlalu lambat. Level permainan menyerang sangat buruk, apalagi jika menyadari pertandingan ini hadir di hadapan suporter di Diego Maradona,” tutur Ghoulam, yang menjalani 159 gim bersama Napioli dalam periode 2014-2022, dilansir Corrierre dello Sport.

Toppmoeller tidak masalah disebut bermain khas Italia oleh Conte. ”Saya pikir kami memainkan taktik Italia dengan sangat baik. Kami bangga bisa mengimbangi juara Italia dan pemuncak Liga Italia di kandang mereka,” kata Toppmoeller dilansir laman UEFA.

”Secara bertahan, saya puas. Tetapi, kami seharusnya bisa lebih tajam dalam menyerang, terutama peluang dari Knauff,” lanjut dia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto