Regenerasi mutlak dilakukan agar partai relevan dengan para pemilihnya. Ini lebih dari sekadar kepentingan elektoral yang menekankan menang dan kalah.
10 Agt 2025 21:28 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Partai Nasdem memandang regenerasi kader sebagai langkah penting dalam menghadapi Pemilu 2029. Seluruh fungsionaris Nasdem diharapkan menyiapkan transformasi dengan mulai memberikan kesempatan kepada kader-kader muda untuk tampil. Kehadiran kader-kader muda diharapkan mampu memperkuat elektabilitas sekaligus membuat partai semakin relevan di mata para pemilihnya.
Harapan itu disampaikan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sewaktu menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai Nasdem di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (10/8/2025). Diadakan sejak Jumat (8/8/2025), rapat kerja itu dihadiri para pengurus partai dari seluruh tingkatan. Adapun tema yang diusung adalah ”Kemandirian Berpikir demi Kemajuan Bangsa”.
”Masa depan yang memang akan dilalui dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi adalah posisi dan peran yang lebih didominasi oleh generasi-generasi muda bangsa ini. Nasdem amat menyadari itu,” kata Paloh dalam pidato politiknya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/11/23/f06479aa-72d6-43bc-b108-00d8681a2807_jpeg.jpg)
Dengan kesadaran itu, Paloh menyerukan agar seluruh fungsionaris Nasdem untuk melapangkan dada dalam mempersiapkan transformasi. Pihaknya meminta agar regenerasi itu nantinya benar-benar terjadi dalam tubuh partai. Kader-kader muda diharapkan dapat diberi lebih banyak kesempatan untuk tampil dan bersuara pada waktu-waktu mendatang.
Transformasi dan regenerasi, jelas Paloh, sudah tak terelakkan lagi. Lebih-lebih nantinya generasi muda akan menduduki porsi terbesar pemilih pada pemilu mendatang. Dengan besarnya kesempatan bagi kader muda, partai berusaha agar bisa relevan dengan para pemilihnya.
”Pemilu 2029 voters-nya akan didominasi kaum muda Indonesia. Maka, perpaduan dan menyupervisi, mengajak, dan bergandengan tangan dan memberikan jalan kepada orang-orang muda di partai ini adalah suatu kewajiban yang harus kita lakukan,” kata Paloh.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/10/17/4d9dbd34-ff4e-4c54-ba82-56c7f8619f85_jpg.jpg)
Sejauh ini, ujar Paloh, partainya sudah berupaya memberikan kesempatan bagi kader-kader muda untuk mengelola partai. Mereka bahkan diusung sebagai peserta pemilu legislatif dan pilkada.
Menurut Paloh, partai yang dipimpinnya itu memang memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan muda. Itu terbukti dari pelibatan kader-kader muda dalam ajang pemilu sebelumnya.
Pada Pilkada 2024, misalnya, sejumlah kader muda yang diusung Nasdem berhasil memenangi kontestasi. Beberapa sosok itu antara lain Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi. Mereka masih berusia di bawah 50 tahun. Bahkan, Fadly baru berumur 37 tahun.
”Untuk itulah, saya katakan, modal kita yang terbesar untuk tetap bisa eksis mempertahankan konsistensi perjalanan partai ini adalah keyakinan kita sendiri terhadap misi besar yang kita bawa,” kata Paloh.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2019/11/03/5a17a868-edbb-40ab-9d28-70a82d700778_jpg.jpg)
Di sisi lain, Paloh meminta kader semakin memperkuat soliditas menyambut waktu-waktu mendatang. Kekompakan sesama kader itulah yang akan membuat partai itu semakin kokoh. Dengan demikian, target-target yang telah dibidik bersama bisa dicapai secara optimal.
Demi membangun soliditas itu, Paloh mendorong para kadernya segera berkonsolidasi sepulang mereka dari rakernas. Dalam konsolidasi itu, mereka diminta membangun kedekatan dan memperkuat ikatan dengan wilayahnya. Diharapkannya pula agar para kader tidak mudah tergoda dan senantiasa setia dengan cita-cita bersama.
”Nasdem memang punya kader-kader yang percaya diri bahwa ini rumah terbaik untuk menyongsong karier masa depan mereka dalam membangun republik ini,” kata Paloh.
Serangkaian konsolidasi itu, lanjut Paloh, nantinya bermuara pada satu tujuan utama, Pemilu 2029. Paloh meyakini, capaian partai itu bisa lebih tinggi jika seluruh kader berkomitmen untuk menjaga soliditas dan saling merapatkan barisan. Dengan soliditas itu pula kelak program-program yang sudah dicanangkan para kader bisa terwujud.
”Ini saatnya kita berkonsentrasi dan beri energi serta perhatian untuk konsolidasikan kemampuan dan kekuatan kita di internal partai,” kata Paloh.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/09/23/9e6406f3-92f6-4e1a-a877-60a8b8b9cbd1_jpeg.jpeg)
Dihubungi secara terpisah, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, regenerasi akan memberikan warna baru bagi konstelasi politik Tanah Air. Terlebih lagi regulasi sudah memungkinkan anak-anak muda mendapatkan panggung lebih besar seiring dihapusnya ambang batas pencalonan presiden.
Hanya saja, ujar Adi, pengusungan calon-calon muda akan memiliki tantangan tersendiri. Apalagi jika memahaminya dengan logika elektoral yang sekadar mengutamakan aspek menang dan kalah. Bukan perkara mudah mencari seorang sosok muda yang kuat dan memberikan jaminan kemenangan bagi suatu partai.
”Bicara kepentingan regenerasi itu melampaui soal kalah menang. Yang paling penting dari regenerasi adalah keberlanjutan partai dengan mempersiapkan mereka untuk jangka panjang,” kata Adi.
Penulis:
Nino Citra AnugrahantoEditor:
Anita YossiharaPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto