Setelah hasil buruk dengan satu kemenangan dari tujuh laga terakhir, Enzo Maresca akhirnya resmi dipecat Chelsea.
01 Jan 2026 18:22 WIB · Olahraga
AP
LONDON, KAMIS — Chelsea resmi berpisah dengan pelatih Enzo Maresca, Kamis (1/1/2026). Hasil buruk dalam beberapa laga terakhir membuat pelatih berusia 45 tahun tersebut sulit bertahan di Stamford Bridge hingga akhir musim.
"Chelsea Football Club dan pelatih kepala Enzo Maresca telah berpisah,” demikian pernyataan Chelsea, Kamis. Maresca hanya bertahan satu setengah musim sebelum harus hengkang dari Stamford Bridge.
“Dengan tujuan utama yang masih harus diperjuangkan di empat kompetisi termasuk kualifikasi untuk Liga Champions, Enzo dan klub percaya bahwa perubahan ini memberi tim peluang terbaik untuk mengembalikan performa mereka di musim ini,” lanjut pernyataan Chelsea.
Manajemen Chelsea tidak menyebut siapa yang akan memegang kendali ruang ganti saat Cole Palmer dan kawan-kawan menjalani laga Liga Inggris menghadapi Manchester City, 5 Januari 2025.
Maresca sebenarnya memiliki peluang untuk sedikit mengangkat suasana muram di Stamford Bridge ketika menjamu Bournemouth pada laga Liga Inggris, Rabu (31/12/2025) dini hari WIB. Akan tetapi, keputusan janggal mantan asisten Pep Guardiola tersebut membuat Chelsea gagal memaksimalkan peluang.
Pelatih asal Italia tersebut mengganti Palmer dengan Joao Pedro pada menit ke-63 saat kedudukan imbang 2-2. Pergantian tersebut menuai cemoohan dari para pendukung Chelsea.
Palmer berandil besar dalam serangan Chelsea dengan mencetak gol penyama kedudukan melalui titik penalti setelah kebobolan lewat gol David Brooks. Tuan rumah berbalik unggul melalui gol yang dicetak Enzo Fernandez, tetapi Justin Kluivert berhasil menyamakan kedudukan.
Ditarik keluarnya Palmer membuat serangan Chelsea pada babak kedua melempem. Akibatnya, mereka gagal mencetak gol kemenangan sehingga laga berakhir imbang, 2-2.
Pendukung tuan rumah dengan jelas menyampaikan rasa frustrasi mereka terhadap keputusan Maresca untuk mengganti Palmer. Mereka mencemooh keputusan yang berakibat fatal tersebut.
Nasib Maresca bahkan bisa lebih buruk seandainya Enes Unal tidak membuang peluang emas untuk membawa Bournemouth unggul. Hasil tersebut membuat posisinya kian terdesak.
Jika hasil tidak membaik pada Januari, kemungkinan besar ia tidak akan bertahan di Stamford Bridge. Pemilik Chelsea termasuk ”brutal” soal urusan ganti-mengganti pelatih.
Mauricio Pochettino adalah salah satu pelatih yang mengalaminya. Ia dianggap sukses mengangkat performa Chelsea. Namun, manajemen klub tetap memecatnya untuk digantikan dengan Maresca.
Hasil buruk pada beberapa pertandingan terakhir membuat Chelsea terpuruk ke posisi kelima, tertinggal 15 poin dari Arsenal di puncak klasemen. Palmer dan kawan-kawan hanya mampu memetik satu kemenangan dari tujuh laga terakhir. Posisi mereka lebih dekat ke peringkat ke-15 (7 poin) dibandingkan ke posisi ketiga (9 poin).
Padahal, hanya sebulan lalu, Chelsea berada dalam posisi kuat untuk menjadi salah satu penantang gelar Liga Inggris bersama Arsenal dan Manchester City. Pada November, ”Si Biru” berada di posisi ketiga klasemen dan menghancurkan Barcelona pada laga Liga Champions di Stamford Bridge.
Akan tetapi, gelembung kesuksesan tersebut meletus pada Desember, dengan hanya mencatatkan satu kemenangan di Liga Primer. Akan tetapi, bukan hanya soal hasil buruk yang membuat nasib Maresca kian terdesak. Namun, terjadinya keretakan antara Maresca dan figur jajaran manajemen klub pun terungkap.
Seperti diberitakan BBC, Maresca mengeluarkan pernyataan mengejutkan seusai laga Liga Inggris lawan Everton pada Desember lalu. Seusai laga yang menjadi satu-satunya kemenangan Chelsea bulan lalu itu, ia berkomentar bahwa ”banyak orang” di klub yang menyebabkannya mengalami ”48 jam terburuk” sepanjang menangani Chelsea.
Komentar itu membuat posisinya yang sebelumnya cukup kuat di hadapan manajemen setelah torehan tiga poin menjadi berbalik, terutama oleh pihak-pihak yang menjadi sasaran komentarnya. Pihak manajemen Chelsea belum mengeluarkan pernyataan mengenai nasib Maresca. Bisa saja ia akan tetap dipertahankan hingga akhir musim sebelum diputuskan untuk mempertahankannya atau tidak.
Maresca akan menghadapi masa sulit untuk mengamankan posisinya karena jadwal Chelsea yang kurang bersahabat. Mereka harus bertandang ke Manchester City tanpa diperkuat gelandang Moises Caicedo yang terkena sanksi, untuk memulai bulan sulit yang mencakup pertandingan melawan Arsenal dan Napoli.
Manajemen Chelsea sebenarnya memandang Maresca sebagai sosok yang bisa mengembalikan kejayaan klub yang tengah terpuruk dalam beberapa tahun terakhir itu. Musim pertamanya terasa menjanjikan.
Maresca membawa kembali Chelsea ke zona Liga Champions pada akhir musim lalu sekaligus trofi Piala Liga Konferensi. Prestasi besar sepertinya tinggal menunggu waktu ketika ia berhasil membawa Chelsea menjadi juara Piala Dunia Antarklub format baru. Secara mengejutkan, Chelsea mengalahkan juara Liga Champions, PSG, pada babak final.
Didukung dengan pembelian pemain muda berbakat dari berbagai penjuru dunia, mantan pelatih Leicester City ini pun memiliki skuad muda yang potensial. Hanya, setelah awal yang menjanjikan, Maresca justru mengalami krisis.
Dalam sejarahnya, Chelsea memang selalu tampil buruk pada Desember. Pada tujuh musim terakhir, dari 120 poin yang tersedia pada Desember, mereka hanya mampu mengumpulkan 62 poin. Musim lalu, mereka juga tampil buruk pada Desember, dengan dua kemenangan saja dari pertengahan Desember hingga pekan terakhir Februari. (AP/AFP)
Catatan Redaksi: Tulisan ini diperbarui dengan keputusan terakhir Chelsea yang mengakhiri kontrak pelatih Enzo Maresca.
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Muhammad Samsul HadiPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti