Drama penangkapan sutradara film dokumenter "No Other Land" asal Palestina yang memenangi Piala Oscar 2025.
25 Mar 2025 17:18 WIB · Foto
Enam bingkai rekaman kamera dasbor mobil yang dibagikan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat Antipendudukan, Center for Jewish Nonviolence atau CJNV, menjawab pertanyaan tentang keberadaan terakhir sutradara Palestina, Hamdan Ballal. Pemenang Piala Oscar untuk kategori film dokumentar terbaik ini mengenakan jaket hodie hitam dan mata ditutup kain putih. Kabel ties juga mengikat kedua tangannya di belakang punggung.
Dari rangkaian foto tersebut terlihat Ballal dinaikkan ke mobil patroli tentara Israel. Selain dikawal tentara Israel berseragam lengkap, juga terlihat beberapa penjaga berpakaian sipil dengan penutup wajah.
Sebelum Ballal setidaknya dua orang dengan kondisi yang sama, mata tertutup kain dan kabel ties mengikat tangan juga dinaikkan ke mobil patroli. Ballal menjadi yang terakhir dipaksa naik mobil. Sejak itu, keberadaan mereka yang ditangkap dan dinaikkan ke mobil tentara tidak terdeteksi dengan pasti.
Sebelumnya ramai beredar kabar bahwa sekumpulan pemuda dengan wajah tertutup melempari batu dan menyerang pemukiman Palestina. Insiden itu terjadi di Desa Susya, Tepi Barat selatan.
Film dokumenter terbaik
Film No Other Land, yang disutradarai penduduk Palestina, memenangi film dokumenter terbaik di Academy Awards tahun 2025. Film dokumenter ini menceritakan seorang pemuda Palestina yang berjuang melawan pengungsian paksa saat tentara Israel merobohkan rumah-rumah komunitasnya untuk memberi ruang bagi zona tembak tentaranya. Lokasi syuting berada di Masafer Yatta yang pada tahun 1980 dinyatakan sebagai zona militer terlarang.
Ballal dan Adra, keduanya dari Masafar Yatta, membuat produksi gabungan Palestina-Israel dengan sutradara Israel Yuval Abraham dan Rachel Szor. Film ini telah memenangi banyak penghargaan internasional, di antaranya Festival Film Internasional Berlin pada tahun 2024. Namun, film ini juga menuai kemarahan di Israel.
Sampai saat ini, Ballal dan dua orang lainnya belum bisa dihubungi.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto