Persaingan Grup E jadi salah satu yang tersengit di Piala Dunia Antarklub. Inter Milan, River Plate, dan Monterrey berebut tiket fase gugur hingga laga pamungkas.
22 Jun 2025 15:29 WIB · Olahraga
CALIFORNIA, MINGGU — Skenario Monterrey berjalan mulus seiring hasil imbang 0-0 kontra River Plate dalam lanjutan laga penyisihan Grup E Piala Dunia Antarklub di Stadion Rose Bowl, California, Amerika Serikat, Minggu (22/6/2025) WIB. Hasil ini memaksa terciptanya neraka segitiga Grup E yang melibatkan Inter Milan, Monterrey, dan River. Ketiga tim itu berebut tiket fase gugur hingga laga terakhir.
Meski persaingan memperebutkan tiket melibatkan tiga tim, Monterrey berada pada posisi yang sedikit lebih diuntungkan. Hal itu karena Monterrey akan menyaksikan Inter Milan dan River saling jegal di laga terakhir.
Laga Inter dan River juga diprediksi menarik minat penonton. Dua klub raksasa beda benua itu sama-sama mengoleksi empat poin. Siapa pun yang kalah nantinya kemungkinan akan terpental.
Hal itu karena Monterrey berpeluang besar mendampingi juara grup. Tidak seperti Inter dan River, Monterrey akan melawan Urawa Reds, lawan yang relatif lebih mudah, di laga terakhir.
Urawa yang mewakili Asia sudah tidak punya kepentingan apa-apa di laga terakhir karena sudah tersingkir seusai kalah dua kali dari Inter dan River. Dengan begitu, tiga poin hampir pasti didapat Monterrey bila tidak lengah.
Tambahan tiga poin dari Urawa membuat koleksi poin akhir Monterrey akan menjadi lima. Di sisi lain, Inter dan River ada pada posisi harus menang agar perolehan poinnya tidak dilampaui Monterrey. Bermain imbang bukan pilihan karena berisiko disalip Monterrey.
Akan tetapi, kemenangan saja tidak cukup bagi Monterrey. Selain menang, syarat lain agar tiket fase gugur semakin pasti diraih adalah menang dengan skor besar atas Urawa.
Hal ini untuk mengantisipasi Inter dan River bermain imbang sehingga ketiga tim pada akhirnya mengoleksi lima poin. Dalam situasi itu, selisih gol akan menjadi penentu tim mana yang berhak lolos ke fase gugur.
”Ada banyak kemungkinan karena River punya empat (poin) dan Inter punya empat (poin). Jika berhasil mengalahkan Urawa, kami akan meraih lima (poin) dan jika kami menang dengan lebih dari satu gol, kami lolos,” kata Pelatih Monterrey Domenec Torrent setelah pertandingan.
Kondisi inilah yang diidamkan Monterrey sejak laga pertama. Wakil CONCACAF tersebut agaknya menerapkan prinsip biar lamban asal selamat.
Mereka tahu Inter dan River terlalu besar untuk dikalahkan. Oleh sebab itu, Monterrey bermain amat hati-hati demi bisa mencuri poin dari Inter dan River yang sejak awal menjadi favorit melaju ke fase gugur.
Strategi itu membuahkan hasil. Meski hanya meraih dua hasil imbang dari dua laga awal, Monterrey justru punya peluang lebih besar untuk lolos ke fase gugur.
Pertandingan terakhir memang menciptakan neraka segitiga di Grup E. Namun, nyatanya, Monterrey punya tugas lebih ringan melawan Urawa yang sudah kehilangan motivasi seusai kebobolan lima gol dalam dua laga.
Di saat Monterrey sudah cukup puas dengan dua kali hasil imbang, termasuk saat melawan River, situasi sebaliknya dirasakan Marcello Gallardo. Ia mengungkapkan rasa penyesalannya setelah gagal menaklukkan Monterrey. Padahal, River membukukan hingga 18 tembakan dengan enam di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Jumlah tembakan itu lebih unggul dibandingkan dengan Monterrey yang hanya melepaskan tiga tembakan sepanjang laga dan hanya dua yang tepat sasaran. Angka harapan gol (expected goal/xG) Monterrey pun hanya sebesar 0,13. Adapun River mencatatkan xG sebesar 1,45. Nilai xG itu menandakan River semestinya bisa mencetak satu gol.
”Kami menciptakan beberapa peluang, tetapi sangat disayangkan kami tidak menang,” kata Gallardo.
Kiper Monterrey, Esteban Andrada, adalah sosok sentral di balik kegagalan River mencetak gol. Kiper asal Argentina itu membuat enam penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang emas River, salah satunya sepakan terukur calon pemain Real Madrid, Franco Mastantuono.
Untuk memuluskan ambisi lolos ke fase gugur, Monterrey harus menyelesaikan pekerjaan rumah terbesar mereka di turnamen ini, yaitu mencetak gol. Kelemahan ini mendesak diselesaikan mengingat Monterrey perlu menang besar atas Urawa di laga pamungkas.
Dalam dua laga, Monterrey hanya mampu mencetak satu gol saat melawan Inter. Gol itu pun dicetak melalui situasi set piece oleh Sergio Ramos yang berposisi sebagai bek. Menghadapi Urawa, para pemain Monterrey perlu lebih kreatif dan klinis dibandingkan dengan dua laga awal.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto