SPICE, Senjata Rahasia Pengubah Bom Israel

Amat jarang digunakan. Tidak banyak diketahui. SPICE membuat bom Israel lebih mematikan.

24 Okt 2024 15:56 WIB · Internasional

Oleh Irene Sarwindaningrum - [email protected]

BEIRUT, KAMIS — Serangan Israel ke Lebanon terus berlanjut dengan menggunakan beragam senjata. Serangan pada 22 Oktober 2024 ke Beirut mengungkap penggunaan salah satu senjata yang paling dirahasiakan Israel. Senjata itu dikenal sebagai SPICE.

Bukan bom, SPICE merupakan perangkat pemandu. Dengan SPICE, bom biasa bisa diubah menjadi senjata presisi. Akurasinya sampai 95 persen. SPICE merupakan singkatan dari smart, precise-impact and cost-effective.

SPICE terdiri dari sirip kemudi di belakang dan perangkat pemandu serta kamera di bagian depan. Di bagian tengah, tentu saja bom. Biasanya, bom-bom untuk dilontarkan dari pesawat yang dipasangi SPICE. Bobot setiap bom, sebelum dipasangi SPICE, rata-rata 900 kilogram.

Perangkat itu dibuat produsen senjata yang dimodali Pemerintah Israel, Rafael Advanced Defense System (RADS). Ada tiga seri SPICE, yakni 2000, 1000, dan 250.

Selain Israel, perangkat itu antara lain dipakai India dan Yunani. ”Mengubah hulu ledak menjadi senjata jarak jauh, presisi, berbobot tinggi,” demikian tercantum di brosur SPICE.

CAPTION CORRECTS TYPE OF MUNITION A bomb dropped from an Israeli jet hits a building in Ghobeiri, Beirut, Lebanon, Tuesday, Oct. 22, 2024. (AP Photo/Bilal Hussein)

Cara kerja

Alih-alih didorong roket, bom yang dipasangi SPICE sepenuhnya meluncur saja. Memanfaatkan gravitasi dan dorongan dari pelontar di pesawat. Semakin kecil bobot hulu ledaknya, semakin jauh jarak luncuran bom yang dipasangi SPICE. Bisa sampai 125 kilometer.

Dengan meluncurkan dari jarak 125 kilometer, pesawat relatif aman dari jangkauan artileri pertahanan udara lawan. Dengan kata lain, pesawat tidak perlu terlalu dekat dengan daerah lawan. Jet temput F-15 dan F-16 bisa mengangkut bom yang dipasangi SPICE.

Sementara di bagian depan SPICE berisi pengolah data. Ada kamera, istilah teknisnya perangkat optik elektro. Perangkat itu salah satu penjejak sasaran dalam SPICE. Tentu saja ada pemandu GPS.

Pengacak GPS tidak berpengaruh pada bom dengan SPICE. Sebab, ada serangkaian sistem pemandu dipadukan dalam SPICE.

Sebelum dipasang ke pesawat, disimpan data citra dan lokasi sasaran. Citranya direkam dari berbagai sudut sasaran. Datanya juga termasuk sudut terbaik bagi bom untuk mencapai sasaran. Tujuannya, memastikan bom mencapai target secara presisi.

Rekaman itu dipadukan dengan data satelit dan hasil rekaman dengan kamera di ujung bom. Perpaduan itu menghasilkan cara terbaik bom mencapai sasaran. Apakah dari atas atau samping sasaran.

CAPTION CORRECTS TYPE OF MUNITION A bomb dropped from an Israeli jet hits a building in Ghobeiri, Beirut, Lebanon, Tuesday, Oct. 22, 2024. (AP Photo/Bilal Hussein)

Verifikasi ahli

Dalam serangan ke Beirut, Israel tidak mengungkap apa jenis senjata. Walakin, berdasarkan foto yang direkam jurnalis Associated Press, sejumlah pakar menduga Israel memakai bom yang dipasangi SPICE.

Hal itu antara lain disampaikan Richard Weir dan Joseph Dempsey. Weir meneliti konflik, krisis, dan senjata di Human Rights Watch. Sementara Dempsey bekerja di International International Institute for Strategic Studies (IISS).

Mereka menduga SPICE dipasangkan ke bom MK-84. Bobot bom itu 907 kilogram.

Serangan itu diawali dua serangan kecil yang tak banyak menimbulkan kerusakan. Militer Israel lazim menyebutnya sebagai serangan peringatan ”mengetuk atap”.

Praktik ”mengetuk atap” ini juga lazim terlihat dalam serangan Israel di Gaza. Militer Israel menolak berkomentar tentang jenis senjata yang digunakan.

Sifat destruktif senjata tersebut bergantung pada banyak faktor. Di antaranya adalah ukuran hulu ledak dan cara fusi yang digunakan. ”Ini jelas merupakan sekring penunda ledakan. Ia bisa terkubur di dalam tanah dulu, baru meledak. Efeknya membatasi fragmentasi dan  kerusakan akibat ledakan,” kata Weir.

Hal itu menjelaskan mengapa kerusakan sepenuhnya terbatas pada bangunan yang menjadi sasaran. Bahkan, saat ledakan terjadi, warga terlihat berkerumun untuk menonton.

Posisi kerumunan hanya beberapa ratus meter saja dari lokasi. Namun, mereka tidak merasakan apa pun dari ledakan itu dan tidak melihat banyak hamburan ledakan. 

Jet tempur milik Israel melontarkan "flares" atau semacam pengecoh untuk menghalau serangan roket dari pesawat nirawak Kelompok Hezbollah di wilayah utara Israel, Minggu (25/8/2024). Israel menerbangkan 100 jet tempur untuk menghalau serangan Hezbollah. This photo taken from a position in northern Israel shows an Israeli Air Force fighter jet firing flares as it flies to intercept a hostile aircraft that launched from Lebanon over the border area with south Lebanon on August 25, 2024. The Israeli military announced early August 25, 2024 that it was conducting pre-emptive strikes in Lebanon after detecting preparations for "large-scale" attacks by the Iran-backed militant group Hezbollah. Hezbollah said it had launched more than 320 rockets at Israel overnight, targeting a string of military positions, even as Israel's military said it was carrying out pre-emptive strikes against the group. (Photo by Jalaa MAREY / AFP)

Lokasi pembuatan

Menurut Dempsey, perangkat panduan untuk SPICE 2000 diproduksi oleh Rafael di Israel. Namun, tak diketahui seberapa banyak komponen asing dan asal komponen asing yang menyusunnya. ”Tingkat ketergantungan pada subkomponen asing tidak jelas,” kata Dempsey.

Namun, sebagai gambaran, pada 2019, Rafael dan perusahaan kontraktor pertahanan AS, Lockheed Martin, menandatangani kesepakatan untuk bekerja sama membangun dan menjual perangkat panduan SPICE di AS. Saat itu, kedua perusahaan itu mengatakan produksi lebih dari 60 persen komponen sistem SPICE tersebar di delapan negara bagian AS.

Beberapa pekan setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, Departemen Luar Negeri AS menerbitkan surat yang menyetujui ekspor rakitan bom SPICE tambahan ke Israel. Surat perjanjian itu pertama kali dilaporkan oleh media The New York Times.

Informasi pada Kongres AS, Rafael USA, anak perusahaan AS dari perusahaan pertahanan Israel, sedang mencari pengiriman senilai 320 juta dollar AS. Permintaan itu merupakan amandemen terhadap lisensi sebelumnya senilai 403 juta dollar AS pada tahun 2020.

Awal 2024, AS menghentikan pengiriman bom-bom berdaya ledak kuat ke Israel seperti MK-84 itu. Hal ini karena kekhawatiran akan jatuhnya korban sipil. Namun, Israel diyakini masih memiliki persediaan. Israel bergantung pada AS untuk pasokan bom MK-84. Namun, Israel dan negara-negara lain juga memproduksi senjata serupa.

Sebulan serang Lebanon

Rabu (23/10/2024), genap satu bulan Israel melancarkan serangan udara ke Lebanon. Pada serangan Rabu malam, enam bangunan hancur dalam sedikitnya 17 serangan Israel dalam semalam.

Kantor Berita Nasional Lebanon, NNA, menyebut serangan merupakan serangan paling ganas di daerah itu sejak awal serangan udara Israel. Enam bangunan hancur di sekitar pinggiran Laylaki, termasuk kompleks perumahan yang terkena empat serangan Israel yang menyebabkan kebakaran besar.

Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan kompleks perumahan di lingkungan Leylaki di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Rabu (23/10/2024).
Sebuah gambar menunjukkan kerusakan akibat serangan udara Israel sehari sebelumnya di lingkungan Haret Hreik di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Rabu (23/10/2024).

Di Jnah di Beirut Selatan, satu orang tewas dan lima lainnya terluka. Serangan itu tak didahului peringatan seperti lokasi lainnya. Serangan di Tyre juga terus berlangsung sehingga sebagian besar penghuni kota dilaporkan berusaha mengungsi. ”Seluruh kota berguncang,” kata salah satu warga, Rana, yang melarikan diri ke tepi laut setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi.

Sementara itu, Hizbullah mengatakan telah menembakkan roket di beberapa wilayah Israel. Salah satunya merupakan tembakan salvo yang memaksa pasukan Israel untuk mundur di belakang perbatasan. Saat itu, pasukan Israel tersebut mencoba menyusup ke Lebanon dari pinggiran Desa Aitarun di Lebanon selatan.

Militer Israel mengatakan sirene serangan udara berbunyi di Israel bagian tengah setelah ”proyektil” ditembakkan dari seberang perbatasan Lebanon.

Pada saat bersamaan, Israel juga meluncurkan serangan udara di Suriah dan Khan Younis di Jalur Gaza. Di Suriah, media Pemerintah Suriah melaporkan serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di Damaskus dan sebuah lokasi militer di Homs.  Serangan itu menewaskan seorang tentara dan melukai tujuh lainnya.

Serangan itu terjadi setelah Menteri Luar Negeri AS menyelesaikan lawatan ke Israel untuk membicarakan agar Israel menghindari eskalasi konflik dengan Iran.

Israel telah bersumpah membalas serangan roket Iran pada 1 Oktober 2024. Serangan Iran itu merupakan balasan atas kematian pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, dan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh. Sampai sekarang, ancaman Israel belum dilakukan kendati rencana serangan balasan itu sudah bocor ke publik.

Perang Gaza dipicu dengan serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan 250 orang disandera di Gaza. Sementara itu, serangan Israel ke Gaza telah menewaskan 42.792 orang. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Kris Mada