Di sela beraktivitas, warga meluangkan waktu untuk menonton pertandingan Piala Dunia 2026. Sejenak mereka melupakan rutinitas harian.
12 Jun 2026 14:14 WIB · Olahraga
Kompas/Yuniadhi Agung
Adi, seorang pedagang di Micro Pasar Bintaro, Jakarta Selatan, langsung mengganti kanal televisinya begitu melihat jam di telepon selulernya menunjukkan pukul 09.10. Dia mencari kanal TVRI Sport yang sedang menayangkan siaran langsung pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 antara Korea Selatan dan Ceko, Jumat (12/6/2026). Pertandingan yang baru berlangsung 10 menit itu masih dalam kedudukan 0-0.
Meski wajahnya menatap televisi, tangan Adi tetap gesit melipat baju dan celana yang dijualnya. Dia hanya melihat ke bawah sebentar ketika memasukkan lipatan pakaian ke plastik. Setelah merasa cukup untuk melipat pakaian dagangan, Adi lalu berkonsentrasi menonton pertandingan yang berlangsung. Sesekali dia mengangkat tangannya ketika terjadi peluang tim mencetak gol.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/5a5c3d6f86051d051a55ce60c3fb9c70-20260612mye01.jpg)
Bagi Adi, tayangan langsung Piala Dunia 2026 menjadi hiburan di sela-sela kegiatannya berjualan di pasar tersebut. Adi sengaja membawa televisi berukuran 32 inci untuk menonton tayangan olahraga, seperti turnamen bulu tangkis Indonesia Terbuka yang berakhir pekan lalu. ”Senang banget, nunggu pembeli sambil nonton Piala Dunia. Seru pertandingannya,” ujar Adi yang menjagokan Perancis untuk memenangi Piala Dunia 2026.
Pagi itu, Adi menonton pertandingan Piala Dunia 2026 sendirian. Seorang penjual pakaian yang berada di dekat kios Adi tampaknya tidak tertarik dengan sepak bola. Dia memilih untuk membaca koran.
Suasana kios yang berada di lantai dua juga sangat sepi. Tidak banyak pembeli yang berlalu lalang. Adi tidak punya teman menonton Piala Dunia karena banyak kios yang tutup. Sambil menonton pertandingan, Adi bercerita bahwa saat ini kian sedikit pembeli yang datang ke pasar tersebut. ”Kami hanya mengandalkan langganan untuk membeli dagangan” ujar Adi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/6e0e0e495fb98f490253cc9a44e2fc5e-20260612mye10.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/90524858f765d02baceb3863fe62f846-cropped_image.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/8052cff12185d29bff5a07ede3ddb548-20260612mye14.jpg)
Menonton dengan Saksama
(KOMPAS/YUNIADHI AGUNG)
Sambil Melayani Pembeli
Kompas/Yuniadhi Agung
Mendukung Tim yang Bertanding
Kompas/Yuniadhi Agung
Menonton siaran langsung pertandingan Piala Dunia 2026 tampaknya akan menjadi kegiatan tambahan saat pagi hari bagi warga. Entah mereka yang sedang bekerja atau memiliki waktu luang, kesempatan untuk menonton turnamen sepak bola terbesar ini tidak akan mereka sia-siakan. Mereka yang menggemari sepak bola, tetapi sedang bekerja, akan mengatur aktivitas mereka agar tidak ketinggalan siaran langsung tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/9f3881ac324d86921e0614bb64756550-20260612mye02.jpg)
Di Surabaya, perhelatan Piala Dunia 2026 cukup terasa. Sejumlah tempat menyediakan layanan tayangan langsung pertandingan Piala Dunia, seperti terlihat di ruang tunggu eksekutif Stasiun Gubeng. Sebuah layar monitor memperlihatkan saluran TVRI Sport yang menayangkan siaran langsung pertandingan antara Korea Selatan dan Ceko. Layanan tersebut diberikan PT KAI Daop 8 tidak hanya di Stasiun Gubeng, tetapi juga di Stasiun Pasar Turi dan Stasiun Malang.
Tidak hanya penumpang kereta yang menikmati pertandingan tersebut. Sejumlah warga yang bekerja di Stasiun Gubeng juga meluangkan waktu untuk menonton tayangan Piala Dunia 2026. Seorang porter terlihat menyimak pertandingan tersebut. Meski hanya sekejap, tayangan tersebut cukup menjadi hiburan yang menyenangkan di tengah usahanya mencari nafkah di stasiun tersebut.
Tayangan tersebut memberi penumpang kereta api kesempatan untuk dapat menikmati siaran langsung pertandingan Piala Dunia 2026 sembari menunggu jadwal keberangkatan. Di Stasiun Gubeng, penayangan langsung juga dilakukan di Loko Cafe dengan menggunakan layar raksasa. Bagi calon penumpang kereta api, menonton tayangan pertandingan Piala Dunia 2026 menjadi pengisi waktu yang bisa terasa sangat lama saat menunggu jadwal keberangkatan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/e868e71533465d0a5d8344e0dfb9cccf-20260612BAH7.jpg)
Sejumlah tempat makan di Surabaya yang biasa disinggahi para pekerja juga menyediakan tayangan siaran langsung pertandingan Piala Dunia 2026, salah satunya di Warkop Pitulikur. Warkop tersebut juga menghiasi warung mereka dengan ornamen bendera-bendera peserta Piala Dunia 2026 yang menambah nuansa semarak Piala Dunia 2026. Penonton yang datang didominasi oleh pekerja yang mampir untuk beristirahat.
”Untuk warkop kami sudah ada lisensi dari TVRI, tapi memang belum ramai penontonnya. Diperkirakan ramai saat negara-negara besar yang main,” ujar Husin Ghozali atau dikenal dengan Cak Cong, pemilik Warkop Pitulikur.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/de4c7ae18907e8d82ad568eecf1e8ae9-20260612BAH12.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/9b1b4059fe9f170fa0481cd6ecc30419-20260612BAH15.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/08c8f3e96a57f65dd20312ab23f0a3af-20260612BAH14.jpg)
Selama sebulan, warga akan dimanja dengan perjuangan 48 negara yang berupaya mengangkat trofi Piala Dunia. Sejenak, mereka akan melupakan beban pekerjaan serta meluangkan waktu di sela aktivitas harian. Di tengah tekanan ekonomi yang kian berat, menonton kegembiraan pemain sepak bola saat mencetak gol adalah kebahagiaan yang nyata.
Penulis:
Yuniadhi Agung, Bahana Patria GuptaEditor:
Yuniadhi AgungPenyelaras Bahasa:
Nur Adji