BULU TANGKIS

Nova Widianto Kembali ke Cipayung

Atlet ganda campuran pelatnas bulu tangkis akan dilatih Nova Widianto. Nova kembali dari Malaysia menggantikan Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo.

05 Agt 2026 13:43 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

JAKARTA, KOMPAS — Nova Widianto akan kembali menjadi bagian dari pelatnas bulu tangkis Indonesia di Cipayung, Jakarta. Nova kembali ke posisi yang pernah ditempatinya sebagai pelatih ganda campuran pelatnas utama.

Kepastian Nova menjadi pelatih ganda campuran diumumkan PP PBSI pada Rabu (5/8/2026), berselang enam hari setelah PBSI menyampaikan berhentinya pelatih sebelumnya, Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo.

”Nova merupakan sosok yang memiliki pengalaman dan pemahaman yang sangat baik di sektor ganda, baik sebagai atlet maupun pelatih. Kami berharap kehadirannya dapat membawa energi baru, meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat daya saing pasangan-pasangan ganda campuran Indonesia, serta mengantarkan mereka meraih prestasi terbaik di berbagai turnamen internasional,” kata Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian di Jakarta.

Pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto saat ditemui di Pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Cipayung Jakarta, pada Rabu (21/12/2022).

Nova merupakan satu pemain ganda campuran terbaik Indonesia. Bersama Vita Marissa, lalu Liliyana Natsir, Nova meraih berbagai prestasi besar. Momen terbesarnya adalah saat menjadi juara dunia 2005 dan 2007 serta medali perak Olimpiade Beijing 2008 bersama Liliyana.

Setelah terakhir kali bersaing dalam turnamen BWF pada 2012, Nova menjadi asisten bagi pelatihnya, Richard Mainaky. Nova, kemudian, menjadi pelatih kepala ganda campuran saat Richard pensiun pada September 2021. Richard selalu menyebut bahwa regenerasi pelatih tak kalah penting dengan regenerasi atlet dan Nova menjadi penerus sang pelatih.

Sekitar setahun menjadi pelatih kepala ganda campuran bukan masa yang mudah karena ganda campuran tidak punya atlet senior yang mumpuni setelah Liliyana pensiun. Nova baru mengantarkan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati di gerbang menuju jajaran pasangan level atas, tetapi pindah ke Malaysia pada Januari 2023.

Chen Tang Jie, left, and Toh Ee Wei, of Malaysia, pose on the podium after winning the Mixed Doubles final match of the Badminton World Championships, Sunday, Aug. 31, 2025 in Paris. (AP Photo/Aurelien Morissard)

Nova membuktikan kemampuannya dengan mengantarkan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei menjadi salah satu pasangan terbaik dunia dengan prestasi tertinggi sebagai juara dunia 2025. Mereka menjadi ganda campuran pertama dari Malaysia yang menyandang status itu dan salah satu dari dua pemain Malaysia yang menjadi juara dunia. Sebelum Chen/Toh, hanya ada Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang menjadi juara dunia, yaitu pada 2022.

Dengan pengalaman Nova itulah, Eng Hian berharap ganda campuran Indonesia bangkit. Sektor ini memiliki Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata sebagai tiga pasangan dengan peringkat terbaik. Akan tetapi, mereka belum bisa masuk dalam persaingan level atas dunia.

Selain itu, terdapat pasangan muda, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana, serta pasangan baru, seperti Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu dan Bagas Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Seperti dikatakan Eng Hian, ketika ditemui di pelatnas, pada Rabu, pelatih baru ganda campuran ditargetkan meloloskan atletnya ke Olimpiade Los Angeles 2028 yang fase kualifikasinya dimulai April 2027.

Ekspresi pasangan ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu usai menang dari ganda campuran Korea Selatan Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong dalam babak 32 besar Polytron Indonesia Terbuka 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Pasangan ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melaju ke babak 16 besar usai menang dari ganda campuran Korea Selatan Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong 21-11, 21-14.


KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 03-06-2026

Momen terdekat yang akan dihadapi atlet adalah Kejuaraan Dunia di New Delhi, India, 17-23 Agustus. Berdasarkan data terbaru BWF, yang dikeluarkan 31 Juli, Indonesia diwakili dua pasangan, yaitu Amri/Nita dan Marwan/Aisyah.

Marwan/Aisyah masuk ke dalam daftar menggantikan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, sementara Jafar/Felisha tak jadi diberangkatkan ke ajang dengan status turnamen mayor tersebut. Meski demikian, Jafar dan Felisha tetap berlatih di pelatnas. Pada sesi latih tanding dengan rotasi pasangan, Felisha berpasangan dengan Dejan, sementara Jafar bersama Salma Mufida.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati