NU Siap Berkontribusi Mendukung Agenda Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto melihat NU punya andil penting untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berhasil.

05 Feb 2025 21:51 WIB · Politik & Hukum

Oleh Iqbal Basyari

JAKARTA, KOMPAS — Nahdlatul Ulama atau NU menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi mendukung penuh program-program pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dukungan diberikan agar agenda-agenda pemerintah memberikan manfaat dan dirasakan oleh rakyat.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, memasuki abad ke-2, NU mewarisi berbagai peninggalan inisiatif-inisiatif yang kaya dan dalam skala raksasa dari para pendahulu. Peninggalan itu, antara lain, ada sekitar 26.000 pesantren, lebih dari 10.000 madrasah, ratusan perguruan tinggi dan rumah sakit, serta sejumlah layanan masyarakat di berbagai bidang.

NU pun terus memperbaiki tata kelola yang menyeluruh agar warisan-warisan tersebut terjaga integritasnya. Melalui berbagai peninggalan itu, NU juga terus memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, NU telah berkonsolidasi sehingga mampu mengembangkan gairah semangat organisasi yang lebih tertib dan kompak dengan tekad yang lebih kuat untuk berhikmad bagi semua.

”Dengan semua konsolidasi itu, kami berani mengatakan bahwa kami siap berkontribusi mendukung penuh agenda-agenda dan program-program pemerintah,” ujar Yahya saat peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-102 NU di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/1/2025).

Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Syaifullah Yusuf, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma'ruf Amin (dari kiri ke kanan) saat memencet tombol pembukaan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama dalam Puncak Acara Hari Lahir ke-102 Nahdlatul Ulama di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (5/2/2025). Dalam pidatonya presiden berterimakasih atas sumbangsih NU dalam kiprahnya sejak perjuangan mendirikan Republik Indonesia hingga perjalanan negeri ini hingga sekarang. Dalam acara ini juga dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden ke-13 Indonesia KH Maruf Amin, serta sejumlah menteri kabinet Merah Putih serta para duta besar negara sahabat. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 5-2-2025

Hadir dalam acara peringatan tersebut, antara lain, Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Rais A’am PBNU KH Miftachul Akhyar, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Menurut Yahya, dukungan yang diberikan oleh NU bertujuan agar agenda-agenda pemerintah memberikan manfaat dan dirasakan oleh rakyat. Terlebih, NU juga telah memahami visi Presiden Prabowo sehingga warga nahdliyin dapat berkontribusi untuk mewujudkan visi tersebut.

”Semua itu demi ikut membantu agar manfaat dan maslahat dari agenda-agenda itu sampai dan dirasakan oleh rakyat. Kami akan terus bekerja bersama umat untuk Indonesia maslahat,” kata Gus Yahya.

Lebih jauh, lanjutnya, NU juga telah bekerja sama dengan sejumlah kementerian/lembaga. Beberapa di antaranya kerja sama dengan Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Badan Gizi Nasional, Perum Bulog, Kementerian Hak Asasi Manusia, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Lembaga Ketahanan Nasional, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Presiden Prabowo Subianto (ketiga dari kanan) didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Wakil Presiden ke-13 RI KH Maruf Amin, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf (dari kiri ke kanan) menyapa para Nahdliyin yang hadir dalam Puncak Acara Hari Lahir ke-102 Nahdlatul Ulama di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (5/2/2025). Dalam pidatonya presiden berterimakasih atas sumbangsih NU dalam kiprahnya sejak perjuangan mendirikan Republik Indonesia hingga perjalanan negeri ini hingga sekarang. Dalam acara ini juga dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden ke-13 Indonesia KH Maruf Amin, serta sejumlah menteri kabinet Merah Putih serta para duta besar negara sahabat. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 5-2-2025

Kerja sama itu diwujudkan salah satunya untuk menyukseskan program unggulan Presiden Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). NU telah membentuk tim akselerasi untuk progran MBG dan telah mulai bekerja dengan BGN untuk berkontribusi bagi kesuksesan program tersebut.

”NU tidak boleh dan tidak pernah berhenti bergerak untuk membangun peradaban dengan hikmah kepada masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan. Kami bertekad menegrahkan energi kami untuk mengabdi pada bangsa dan negara tercinta,” tutur Gus Yahya.

Miftachul menambahkan, NU selalu berjuang bersama Presiden Prabowo yang selalu memikirkan rakyat kecil dan rakyat miskin. NU akan bekerja dengan tulus agar kualitas anak bangsa meningkat.

”Harapan kita untuk bisa mengatasi kemiskinan dan melahirkan generasi-generasi yang terbaik dan mapan,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato sambutannya dalam Puncak Acara Hari Lahir ke-102 Nahdlatul Ulama di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (5/2/2025). Dalam pidatonya presiden berterimakasih atas sumbangsih NU dalam kiprahnya sejak perjuangan mendirikan Republik Indonesia hingga perjalanan negeri ini hingga sekarang. Dalam acara ini juga dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden ke-13 Indonesia KH Maruf Amin, serta sejumlah menteri kabinet Merah Putih serta para duta besar negara sahabat. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 5-2-2025

Presiden Prabowo pun berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh NU kepada pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurut Presiden, pemerintah dan NU memiliki keinginan dan tekad yang sama agar Indonesia menjadi negara yang berhasil. Sebab, Presiden ingin Indonesia menjadi negara yang berhasil, bukan negara yang biasa-biasa saja atau bahkan menjadi negara yang gagal.

Presiden menuturkan, negara yang berhasil tidak bisa dicapai tanpa usaha dan mengharapkan bagaikan sesuatu yang jatuh dari langit. Untuk menjadi negara yang berhasil, semua pihak harus bekerja keras. Adapun kunci keberhasilan tersebut adalah persatuan, kesatuan, kerukunan, dan kerja sama.

”Dan di situ NU memegang peran yang penting dengan mewakili kelompok mayoritas agama. NU bersama Muhammadiyah, Persis, dan lain-lain mewakili kelompok mayoritas, tapi dengan moderasi, moderat, kesejukan, saling menghormati dan saling menghargai, melindungi semua umat lain,” kata Presiden.

Prabowo menuturkan, selama 100 hari pertama pemerintahan, telah berkali-kali memberikan peringatan kepada sejumlah pihak. Siapa pun yang bandel dan tidak patuh sesuai tuntutan rakyat yang menuntut pemerintahan yang bersih, maka akan ditindak. Terkait hal ini, Presiden pun telah berkali-kali menyampaikan agar seluruh aparat institusi membersihkan diri sebelum dibersihkan oleh Presiden.

Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabumin Raka menyalami para menteri saat sidang kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/12/2024). Rapat kabinet paripurna diikuti menteri, wakil menteri, dan kepala badan setingkat menteri. Dalam kesempatan tersebut Presiden Prabowo menyampaikan hasil lawatannya ke luar negeri, penanganan bencana alam letusan Gunung Lewotobi Laki-laki serta persiapan pemerintah menjelang libur Natal dan tahun baru. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)

Presiden juga telah mengingatkan agar kesetiaan hanya kepada bangsa dan rakyat. ”Kalau tidak setia kepada rakyat Indonesia, kalau menghalangi kebijakan untuk rakyat Indonesia, saya akan tindak Saudara-Saudara sekalian,” kata Presiden.

Saat ditanya lebih jauh mengenai kode untuk perombakan kabinet, Prabowo tidak membenarkan ataupun menyanggah. Menurut dia, kalimatnya untuk bersih-bersih kabinet sudah sangat jelas.

”Kita ingin rakyat menuntut pemerintahan yang bersih dan benar, yang bekerja dengan benar. Jadi saya ingin tegakkan itu. Kepentingan hanya untuk bangsa dan rakyat, tidak ada kepentingan lain. Yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat, ya, saya akan singkirkan,” kata Prabowo sesuai acara.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro