Ole Romeny perkuat kedalaman skuad timnas Indonesia. Patrick Kluivert bisa menerapkan strategi serangan beragam berkat kemampuan serba bisa pemain menyerang.
09 Feb 2025 16:37 WIB · Olahraga
Kehadiran Ole Romeny tentu membuat Pelatih Indonesia Patrick Kluivert tersenyum. Kluivert memiliki opsi lebih banyak untuk meramu lini depan skuad ”Garuda” yang lebih efektif dan tajam menghadapi sisa empat gim di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.
Namun, bagi para pemain, Romeny membuat sesak persaingan untuk memperebutkan tempat di susunan pemain inti pada pertandingan, bahkan dalam daftar pemain yang dipanggil untuk menjalani laga kompetitif timnas Indonesia.
Dua penyerang andalan juru taktik Indonesia sebelumnya, Shin Tae-yong, yakni Rafael Struick dan Ragnar Oratmangoen, berpotensi tergusur oleh kehadiran Ole. Pasalnya, Ole bersama dua ”seniornya” di timnas Indonesia memiliki kemampuan yang relatif sama. Ketiga pemain itu menggunakan kaki kanan sebagai kekuatan utama untuk membongkar pertahanan lawan.
Meskipun lebih sering bermain sebagai penyerang sayap kanan bersama Utrecht di paruh pertama Liga Belanda edisi 2024-2025, Ole juga piawai tampil di pos penyerang tengah dan penyerang sayap kiri.
Ragnar dan Rafael seakan telah mendapatkan jaminan bermain di dua posisi itu di bawah asuhan Shin. Juru taktik asal Korea Selatan itu lebih sering mengotak-atik pemain di penyerang sayap kanan.
Marselino Ferdinan, Yakob Sayuri, Witan Sulaeman, dan Malik Risaldi adalah sejumlah pemain yang sempat silih berganti mengisi posisi lini serang sisi kanan pada enam gim putaran ketiga pra-Piala Dunia 2026.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/09/c1304bec03af8ced25a02dc2b1d397e7-WhatsApp_Image_2025_02_08_at_21.46.58.jpeg)
Dengan kedatangan Ole, posisi Ragnar dan Rafael mendapatkan pesaing yang jauh lebih baik. Meskipun baru tampil tiga gim dengan durasi delapan menit per gim bersama Oxford United, pemain kelahiran Nijmegen itu adalah salah satu dari tujuh pemain Indonesia dengan nilai pasar lebih dari satu juta euro.
Di tengah proses adaptasi di Inggris, Ole datang ke Oxford dengan status pemain dengan nilai pasar keempat tertinggi bagi tim yang bertarung di Liga Championship, kasta kedua Liga Inggris itu.
Ragnar dan Rafael wajib membuktikan kemampuan mereka di hadapan Kluivert pada kiprah mereka di level klub sebelum jeda laga internasional, Maret nanti. Sebab, dalam kariernya, Ole sudah terbiasa bermain di dua posisi itu.
Ole menyumbang 21 gol dan tiga asis dalam 77 gim bermain di pos penyerang tengah. Ia mampu menghasikan tujuh gol dan tujuh asis pada 50 laga dari posisi penyerang sayap kiri.
Meskipun masih harus menunggu sekitar satu bulan untuk menyaksikan gaya permainan dan pendekatan taktik yang bakal disajikan Kluivert di timnas Indonesia, susunan lini serang skuad Garuda sedikitnya sudah bisa terbayang.
Hal itu merujuk sejarah Kluivert menangani timnas Curacao dan Adana Demirspor di Liga Turki. Kluivert dominan menggunakan formasi 4-2-3-1 yang bisa betransformasi menjadi 4-3-3. Dua pemain serang sayap yang diturunkan Kluivert memiliki kekuatan kaki yang berseberangan dengan kaki terkuatnya.
Di Adana, misalnya, Kluivert menurunkan Nani, yang berkekuatan kaki kanan, di gelandang sayap kiri, lalu Yusuf Sari yang kidal di sisi kanan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/09/65492e6928be8c6ef2126dc2e72bf85d-Screen_Shot_2025_02_09_at_15.49.11.png)
Strategi itu sudah jamak di Belanda dan sepak bola modern saat ini yang dimaksudkan agar pemain menyerang sayap bisa menusuk ke dalam sisi tengah pertahanan lawan. Peran itu membuat pemain sayap juga bisa mengancam gawang lawan sekaligus mengkreasi sendiri peluang untuk menciptakan gol.
Dengan taktik itu, maka Ragnar atau Rafael akan memperebutkan posisi di sisi kiri jika Ole bermain sebagai penyerang tengah. Andai Ole lebih dipercaya di sisi kiri, maka kedua pemain itu akan bergantian tampil sebagai penyerang tengah.
Berdasarkan performa di klub di awal 2025 ini, Ragnar lebih berpeluang menjadi pemain utama dibandingkan dengan Rafael. Ragnar selalu bermain dalam 11 gim terakhir FCV Dender di Liga Belgia sejak laga internasional November lalu.
Adapun Rafael hanya menghangatkan bangku cadangan Brisbane Roar pada empat gim terakhir Liga Australia sejak 11 Januari. Ia baru bermain sembilan kali dengan dua kali sebagai pemain utama. Pemain berusia 21 tahun itu pun baru mencetak sebuah gol untuk Brisbane.
Lalu, siapa pemain yang pantas mengisi tempat di posisi penyerang sayap kanan Garuda?
Calon kuat dan yang tak boleh ditepikan oleh Kluivert ialah penyerang sayap Dewa United, Egy Maulana Vikri. Di BRI Liga 1 Indonesia 2024-2025, Egy mencatatkan performa terbaik dalam karier profesionalnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/25/51ae092f-5275-4d40-91d0-eef968c7cec1_jpg.jpg)
Ia telah mencetak sembilan gol yang menjadikannya pemain lokal tersubur di Liga 1. Tak ketinggalan, Egy, yang berusia 24 tahun, telah memberikan tiga asis dalam 20 penampilan bersama Dewa musim ini.
Performa mengagumkan Egy itu hadir di bawah asuhan Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink yang berasal dari Belanda. Itu menunjukkan Egy sudah mengenal baik keinginan menyerang ala Belanda.
Dengan kekuatan kaki kirinya, Egy bisa menjadi ”Arjen Robben” milik Indonesia dengan ditempatkan di penyerang sayap kanan. Ia bisa menusuk ke dalam sekaligus memberikan umpan ke dalam kotak penalti lawan.
Pemain depan kidal lainnya yang bisa jadi andalan Kluivert adalah Witan. Tetapi, performa Witan bersama Persija Jakarta belum baik. Ia masih nirgol dan baru mengemas dua asis dalam 19 gim musim ini.
Kluivert juga bisa mengalihkan perhatian kepada Saddil Ramdani yang tak tergantikan di klub Malaysia, Sabah. Ia telah mencetak enam gol dan dua asis dalam 15 laga membela tim berjuluk ”Si Badak” itu.
Selain kebugaran laga yang baik, Saddil juga bisa menjadi kekuatan tersembunyi Indonesia melalui eksekusi akurat tendangan bebas. Walaupun memiliki kemampuan mumpuni, Saddil sudah ditepikan Shin sejak pemusatan latihan Piala Asia Qatar 2022, Januari 2023.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/09/2ecdef480a9af1552f5230d8765c1dfd-Screen_Shot_2025_02_09_at_15.52.21.png)
Kedalaman lini serang timnas Indonesia juga masih memiliki Marselino yang serba bisa. Di tengah upayanya mendapat debut bermain di Liga Championship, Marselino telah membuktikan menjadi salah satu kekuatan terbaik milik skuad Garuda saat ini.
Jika Marselino sulit mendapatkan tempat di pos penyerang sayap, ia bisa diandalkan sebagai gelandang serang dalam taktik 4-2-3-1. Mobilitas dan kemampuan olah bola pemain didikan Persebaya Surabaya itu bakal amat bermanfaat bagi transisi positif Indonesia.
Di tengah aktivitasnya menyaksikan langsung laga-laga Liga 1, Kluivert tentu sudah memikirkan taktik yang bakal diturunkannya pada gim melawan Australia dan Bahrain, Maret 2025. Peluang Garuda masih terbuka untuk lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2026. Indonesia sementara berada di peringkat ketiga klasemen sementara Grup C dengan enam poin, hanya tertinggal satu poin dari Australia di peringkat kedua.
Selain sejumlah nama yang disebutkan, Kluivert juga masih memiliki pilihan sejumlah pemain depan yang berkarier di Liga 1, seperti Ramadhan Sananta, Yakob Sayuri, Ezra Walian, serta Beckham Putra.
Satu hal yang pasti, Kluivert memiliki banyak opsi untuk mengatasi masalah lini serang Indonesia yang belum yahud di enam gim putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko Prihananto