Imbangi Qatar, Oman Melawan Kemustahilan

Hasil imbang tanpa gol jadi pembuktian Oman di hadapan Qatar yang diuntungkan status tuan rumah. Kemustahilan bisa dilawan.

09 Okt 2025 01:37 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

DOHA, KAMIS — Tim nasional sepak bola Oman membuktikan, kemustahilan itu bisa dilawan. Meski bukan kemenangan, Oman bisa meraih satu poin selepas menahan imbang Qatar yang dapat dukungan penuh dari publik sendiri. Apa yang diraih Oman sebenarnya bisa jadi motivasi tambahan bagi Indonesia yang juga menghadapi tim dengan keuntungan sebagai tuan rumah.

Oman, yang kalah dominan dengan penguasaan bola hanya 30 persen, mampu menahan imbang 0-0 Qatar pada laga Grup A putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertandingan di Stadion Jassim bin Hamad, Doha, Qatar, Rabu (8/10/2025), itu berakhir kurang dari sejam dari laga Grup B antara Indonesia dan Arab Saudi.

Bahkan, dengan hasil imbang itu, Oman menempati posisi pertama klasemen sementara Grup A karena unggul rekor head to head. Adapun Qatar berada di peringkat kedua. Keduanya sama-sama mengoleksi satu poin.

Hanya juara tiap grup yang berhak lolos langsung ke babak utama Piala Dunia 2026. Sementara itu, tim runner-up lolos ke putaran kelima dan saling bertemu dalam format kandang-tandang pada November 2025.

Pada Minggu (12/10/2025), Oman akan menghadapi Uni Emirat Arab dalam pertandingan penentu. Tiga hari berselang, giliran Qatar yang melawan Uni Emirat Arab.

Qatar's defender #23 Assim Madibo fights for the ball with Oman's midfielder #15 Nasser Al-Rawahi and Oman's forward #7 Issam al-Sabhi during the FIFA World Cup 2026 Asian qualifier football match between Qatar and Oman at Jassim Bin Hamad Stadium in Doha on October 8, 2025. (Photo by Karim JAAFAR / AFP)

Dalam konteks situasi laga perdana di putaran keempat, Oman dan Indonesia sebenarnya senasib. Kedua tim harus menghadapi lawan masing-masing yang mendapatkan keuntungan bisa tampil di hadapan publik sendiri karena ditunjuk sebagai tuan rumah.

Tim tuan rumah juga punya keuntungan lain berupa jeda enam hari antarpertandingan. Sementara itu, lawan harus bermain dalam waktu 72 jam setelah pertandingan pertama mereka.

Penunjukkan tuan rumah dan keuntungan yang didapatkan tim tersebut jadi sorotan Pelatih Oman Carlos Queiroz sebelum pertandingan. Kata mantan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United itu, situasi yang dihadapi Oman cukup rumit dan merupakan keajaiban jika mereka bisa lolos.

”Apa yang bisa kami katakan? Kami harus bermain di kandang salah satu tim yang sedang bertanding. Mereka menempatkan tim Saudi di Saudi dan Qatar di Qatar. Jika mereka tidak melihat ada yang salah dengan ini, lalu siapa pemain dan pelatih yang akan berkomentar?” kata Queiroz dikutip dari The Guardian.

”Kami melawan Qatar dan bermain lagi tiga hari kemudian, Qatar bermain enam hari setelahnya, dan mereka sudah tahu hasilnya dan apa yang perlu mereka lakukan,” ujarnya lagi.

Qatar's Spanish coach Julian Lopetegui (L) greets Oman's Portuguese coach Carlos Queiroz after the FIFA World Cup 2026 Asian qualifier football match between Qatar and Oman at Jassim Bin Hamad Stadium in Doha on October 8, 2025. (Photo by Karim JAAFAR / AFP)

FIFA memberikan kewenangan penuh kepada asosiasi anggota untuk menunjuk tuan rumah untuk putaran yang digelar di arena netral. AFC menentukan Qatar dan Saudi berdasarkan peringkat tertinggi dalam ranking FIFA per April 2025) dari enam peserta di ronde keempat pra-Piala Dunia 2026.

Qatar menduduki posisi ke-55 dan Saudi menempati peringkat ke-58. Empat kontestan lain di putaran keempat, yakni Irak berada di peringkat ke-59, Uni Emirat Arab (65), Oman (84), dan Indonesia (123).

Apabila merujuk aturan awal yang diperkenalkan AFC untuk pra-Piala Dunia 2026 pada 2023, tuan rumah putaran keempat akan diberikan kepada tim dengan peringkat tertinggi pada putaran ketiga. Jika demikian, Irak dan UEA yang masing-masing mengumpulkan 15 poin adalah tim dengan poin terbaik yang melaju ke babak keempat.

Federasi Sepak Bola Irak dan Federasi Sepak Bola UEA sebenarnya sempat mengeluarkan pernyataan resmi untuk meminta FIFA dan AFC mempertimbangkan ulang penunjukan Qatar dan Arab Saudi. Kedua negara itu pun sudah mengirimkan surat permohonan ke AFC. Namun, pada akhirnya, keputusan AFC tidak berubah.

Oman's midfielder #15 Nasser Al-Rawahi fights for the ball with Qatar's defender #18 Sultan Al-Brake during the FIFA World Cup 2026 Asian qualifier football match between Qatar and Oman at Jassim Bin Hamad Stadium in Doha on October 8, 2025. (Photo by Karim JAAFAR / AFP)

Meski dengan kondisi yang tidak berpihak pada mereka, Oman membuktikan bisa melawan kemustahilan. Apalagi, Qatar pun tak hanya dominan dalam penguasaan bola, tetapi juga unggul dalam jumlah peluang. ”Tim Marun”, julukan Qatar, melepaskan total 13 tembakan, berbanding 6 dengan Oman.

Namun, dari 13 tembakan itu, hanya dua yang tepat sasaran. Adapun Oman cuma berhasil melepaskan satu tembakan ke gawang, yakni melalui aksi Thani Al-Rushaidi yang melepaskan tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti pada menit ke-65.

Qatar lebih banyak membuang peluang, terutama selepas turun minum ketika Pelatih Julen Lopetegui memasukkan Abdulaziz Hatem. Kehadiran Hatem sebenarnya menambah agresivitas tim, tetapi Qatar tetap kurang klinis.

Pada menit ke-77, misalnya, sundulan Pedro Miguel hanya menghasilkan bola yang melebar dari gawang. Begitu juga dengan tendangan Akram Afif pada menit ke-49 yang membuat bola menyamping.

Dengan keberhasilan menahan imbang Qatar, Oman kembali menunjukkan konsistensinya. Sebelum bertemu Qatar, Oman hanya kalah sekali dari 10 laga terakhir di waktu normal. Itu termasuk kemenangan 2-1 atas Qatar pada Piala Teluk Arab 2024.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan