”One Way” Nasional Menjadi Andalan

Sebanyak 603.658 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek selama periode 21-24 Maret 2025.

26 Mar 2025 05:15 WIB · Nusantara

Oleh TIM KOMPAS

JAKARTA, KOMPAS – Beban kepadatan lalu lintas di jalan tol saat puncak arus mudik diperkirakan bakal terurai. Namun, rekayasa lalu lintas seperti contraflow atau lawan arus dan one way atau satu arah tetap menjadi andalan untuk mengurai kemacetan.

Berdasarkan data PT Jasa Marga (Persero) Tbk, sebanyak 603.658 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek) selama periode 21-24 Maret 2025. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari kendaraan yang keluar menuju arah Trans-Jawa, Bandung, Merak, dan Puncak.

Total kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek kali ini tercatat naik 11,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, jika dibandingkan dengan arus lalu lintas saat hari biasa, kenaikannya sebesar 3,6 persen.

Logo Liputan Lebaran 2025

Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho mengatakan, kebijakan bekerja di mana saja atau work from anywhere bagi aparatur sipil negara berdampak positif terhadap arus mudik Lebaran. Arus mudik dapat terjadi secara bergelombang sehingga tidak menumpuk saat perkiraan puncak arus mudik pada 28 Maret.

”Justru saat perkiraan puncak arus mudik di H-3 Lebaran sudah tidak terlalu berat untuk di jalan tol karena sudah mulai terurai sejak awal,” ujar Agus saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (25/3/2025).

Meski demikian, lanjutnya, rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan saat puncak arus mudik tetap akan diberlakukan. Rekayasa lalu lintas berlaku mulai ruas Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 40 hingga ruas Tol Semarang-Batang Kilometer 414.

Rinciannya, contraflow atau lawan arus akan diberlakukan mulai Kilometer 40 hingga Kilometer 70. Selanjutnya, rekayasa berupa one way atau satu arah berlaku mulai Kilometer 70 hingga Kilometer 414 di Tol Trans-Jawa.

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono, Kakorlantas Polri Brigjen Agus Suryonugroho, dan sejumlah pimpinan media KG Media melepas Tim Mudik Gesit Lebaran KG Media 2025 di Menara Kompas, Jakarta, Jumat (21/3/2025). Tim Mudik Gesit akan menginformasikan seputar arus mudik dan arus balik yang terjadi di sejumlah wilayah di tanah air. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK) 21-03-2025

Penerapannya terbagi dalam dua tahap. Pertama, rekayasa lalu lintas dimulai Kamis (27/3/2025) pukul 14.00 hingga Sabtu (29/3/2025) pukul 24.00 serta Senin (31/3/2025) pukul 11.00 hingga Selasa (1/4/2025) pukul 18.00.

”Apabila terjadi puncak arus mudik, biasanya H-3 Idul Fitri. Itu akan kami lakukan one way, namanya one way nasional. Itu akan kami lakukan,” kata Agus.

Meskipun demikian, ia menekankan bahwa penerapan skema contraflow dan one way tergantung pada situasi di lapangan. Skema contraflow akan diterapkan apabila jumlah kendaraan yang melintas di Kilometer 50 mencapai 5.500 kendaraan per jam. Begitu pula one way akan diberlakukan apabila kendaraan yang melintas di Kilometer 71 mencapai 6.200 kendaraan per jam.

”Indikator-indikator itu kalau memang tidak sampai, kemungkinan tidak akan kami berlakukan. Namun, rencananya, untuk one way itu H-3 atau tanggal 28 Maret. Itu diprediksi puncak arus mudiknya di situ,” tutur Agus.

Infografik Pengaturan Lalu Lintas Arus Mudik dan Arus Balik di Tol Trans-Jawa

Adapun skema ganjil genap akan diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek mulai Kilometer 40 hingga Tol Semarang-Batang di Kilometer 414. Begitu pula di Tol Jakarta-Merak dari Kilometer 31 hingga Kilometer 98.

”Tidak ada sistem tilang konvensional atau pemberhentian kendaraan bagi pelanggar ganjil genap saat mudik Lebaran,” kata Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen (Pol) Raden Slamet Santoso.

Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Komisaris Besar Dodi Darjanto mengatakan, jalur rawan kepadatan lalu lintas kemungkinan terjadi di Tol Japek (Jakarta-Cikampek), Tol Cipali, Tol Palikanci (Palimanan-Kanci), dan Tol Pejagan.

Selain itu, potensi kemacetan juga muncul di jalur arteri, salah satunya di Simpang Jomin dan Simpang Mutiara di Karawang. Polda Jabar menyiapkan tim patroli dan tim urai macet gabungan yang ditempatkan di beberapa tempat istirahat yang berpotensi terjadi kepadatan arus lintas.

Deretan mobil terparkir di Rest Area 86A, Jalan Tol Cikopo-Palimanan, Subang, Jawa Barat, Selasa (25/3/2025). Menjelang puncak mudik Lebaran yang diprediksi terjadi pada 28 Maret 2025, sejumlah rest area di ruas Tol Cikopo-Palimanan bersiap. Sejumlah fasilitas seperti toilet, mushola, tempat makan, dan posko kesehatan siap menampung para pemudik. Para pemudik diimabu untuk beristirahat maksimal 30 menit. Itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan di rest area. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 25-03-2025

Sementara itu, pantauan lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Tol Cikopo-Palimanan terpantau lancar meski ada peningkatan kendaraan. Perjalanan dari Jakarta ke GT Cikampek Utama dapat ditempuh dalam 1,5 jam dengan batas kecepatan maksimal 80 kilometer per jam. Jalan Tol Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) juga masih terpantau lengang hingga Selasa siang pukul 12.00 WIB.

Lalu lintas mulai ramai lancar ketika sudah turun dari Jalan Tol Layang MBZ atau pada Km 48 di Karawang Barat. Beberapa mobil pribadi yang menaruh barang di atap mobil, penanda sedang mudik, pun sudah mulai terlihat. Bus-bus dengan stiker mudik gratis dari sejumlah instansi juga berjalan beriringan.

Keramaian kendaraan mulai terpecah di Km 67, tepatnya pada persimpangan Tol Jakarta-Cikampek yang mengarah ke arah Cikopo dan ke arah Bandung melalui Tol Cipularang. Setelah itu, perjalanan kembali lancar hingga GT Cikampek Utama.

Setelah itu, perjalanan terus-menerus lancar sepanjang Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Perbaikan jalan yang terlihat pada dua minggu sebelum Lebaran sudah selesai dilakukan sehingga semua lajur sudah siap digunakan untuk arus mudik Lebaran. (BOW/TIO/FLO/VIO/JUM/CIP)


Kerabat Kerja

Penulis:

TIM KOMPAS
 | 

Editor:

Iqbal Basyari