PERANG IRAN

Serangan Balasan ”Operation Madman” Iran dan Perang Regional yang Mahal di Timur Tengah

Digempur serangan AS-Israel, Iran gencar membalas mengggunakan doktrin perang ”Operation Madman”. Perang regional yang sangat mahal bagi AS dan negara pendukungnya.

16 Mar 2026 10:01 WIB · Internasional

AFP/SEPAHNEWS

Oleh A. Yoga Prasetyo

Perang Iran memasuki pekan ketiga sejak serangan presisi militer dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Jet tempur, rudal, dan pesawat tanpa awak (drone) tempur AS dan Israel menghantam kompleks pemerintahan Iran di Teheran, 28 Februari 2026. Serangan AS-Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah petinggi militer Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Selepas kematian pemimpin tertinginya, Iran membalas menyerang fasilitas AS dan Israel. Data Al Jazeera Centre for Studies, 4 Maret 2026, menunjukkan bahwa dalam waktu 48 jam, Iran telah meluncurkan 1.500 rudal dan drone ke Israel dan fasilitas AS di Timur Tengah.

Target fasilitas AS yang diserang rudal dan drone Iran ini berada di Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Arab Saudi, Kuwait, Irak, Siprus, Oman, dan Suriah. Serangan balasan ini antara lain menyasar pangkalan militer AS di kawasan Teluk, yakni Al-Salem di Kuwait, Al-Dhafra di UEA, Manama di Bahrain, dan Al-Udeid di Qatar. Iran juga menyerang Bandara Internasional Zayed, Abu Dhabi, dan Hotel Burj Al Arab, Dubai.

Representasi pemerintahan AS di kawasan Teluk juga menjadi incaran balas dendam Iran. Serangan balasan Iran melalui drone dilancarkan ke Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Kuwait City, Kuwait; Kedubes AS di Riyadh, Arab Saudi; dan kantor Konsulat AS di Dubai, UEA. Drone Iran juga menyerang kantor Badan Intelijen Pusat AS (CIA) yang berada di area Kedubes AS di Riyadh, 4 Maret 2026.

Selain markas militer dan Kedubes AS, Iran juga menyasar fasilitas energi AS. Iran mengerahkan drone untuk menyerang fasilitas minyak Qatar Energy dan Ras Tanura milik Aramco. Rudal dan drone juga menyerang Pelabuhan Salman di Bahrain dan Pelabuhan Jebel Ali di Dubai. Serangan drone juga menyasar kilang minyak di pelabuhan Oman.

Workers clean debris in front of a building damaged in a reported overnight Iranian strike in Tel Aviv on March 1, 2026. US President Donald Trump said February 28 that Iran's supreme leader Ayatollah Ali Khamenei was dead, after Israel and the United States launched an attack of unprecedented scale aimed at bringing down the Islamic republic. (Photo by Ilia YEFIMOVICH / AFP)

Qatar kemudian menghentikan produksi gas alam cair (LNG) pada Senin (2/3/2026) setelah fasilitas Qatar Energy diserang drone Iran, 2 Maret 2026. Arab Saudi juga menutup kilang domestik terbesarnya, Ras Tanura, setelah diserang drone.

Perang makin membara di seputar sumber energi dan kilang minyak. Iran menutup Selat Hormuz tak lama setelah kematian pemimpin tertingginya. Selat Hormuz merupakan  jalur utama pembawa kapal-kapal tanker yang menyuplai 20 persen minyak dan gas dunia dari negara-negara Teluk.

Respons Iran menutup Selat Hormuz dibalas AS. Komando Pusat AS (Centcom) ganti menyerang pangkalan militer Iran yang berada di Pulau Kharg pada 13 Maret 2026. Pulau yang tak jauh dari Selat Hormuz ini menjadi pusat ekspor minyak Iran, memproses 90 persen ekspor minyak mentah Iran.  

Pulau ini sangat istimewa, hingga kantor berita dunia BBC menyebutnya sebagai mahkota permata Iran. Sebagai terminal ekspor minyak Iran, Pulau Kharg menjadi ladang pendapatan utama bagi IRGC.

Centcom menyebut telah melumpuhkan 90 persen kekuatan militer Iran di Pulau Kharg, seperti kekuatan rudal dan ranjau laut. Namun, AS tidak menargetkan fasilitas minyak yang menjadi urat nadi perekonomian Iran tersebut. Meski demikian, serangan AS ke pangkalan militer Iran di Pulau Kharg dinilai analisis perang Inggris, Justin Crump, memberi pesan kepada Iran agar segera menghentikan eskalasi konflik (BBC, 14/3/2026).

A plume of smoke rises from a reported Iranian strike in the industrial district of Doha on March 1, 2026. US President Donald Trump said on February 28 that Iran's supreme leader Ayatollah Ali Khamenei was dead, after Israel and the United States launched an attack of unprecedented scale aimed at bringing down the Islamic republic. (Photo by Mahmud HAMS / AFP)

 

Perluasan serangan balasan Iran

Tekanan menghentikan eskalasi konflik ini perlu dilakukan AS mengingat Iran terus melakukan jual-beli serangan balasan dan memperluas target sasarannya. Salah satu contoh ialah serangan ke fasilitas pusat data AS.

Pada 2 Maret 2026, drone Iran menyasar kantor penyedia komputasi awan (cloud) Amason Web Services (AWS) di Bahrain dan UEA. AWS selama ini dituding Iran melayani kebutuhan militer AS dan Israel. Akibat serangan tersebut, layanan perbankan dan platform konsumen UEA ikut terganggu.

Serangan ini dilakukan setelah serbuan AS dan Israel yang melumpuhkan sistem radar dan pertahanan udara Iran pada awal serangan 28 Februari 2026. Gelombang serangan AS dan Israel ini berhasil memadamkan situs radar Iran dan melumpuhkan pertahanan udara Iran.

Iran juga menargetkan serangan ke fasilitas desalinasi air milik negara-negara mitra AS. Pada 8 Maret 2023, drone Iran menyerang fasilitas desalinasi air di Bahrain. Desalinasi atau pengolahan air laut menjadi air tawar menjadi salah satu fasilitas strategis di Timur Tengah. Fasilitas air menjadi kebutuhan penting di wilayah kering seperti Timur Tengah.

Namun, sebagaimana serangan lain yang dilancarkan Iran, drone Iran yang menyerang fasilitas desalinasi air di Bahrain merupakan reaksi balas dendam. Satu hari sebelumnya, 7 Maret 2026,  AS menyerang fasilitas desalinasi air milik Iran di Pulau Qesm, Iran.

TOPSHOT - This handout image taken by the European Space Agency (ESA) captured by the Copernicus Sentinel-2 satellite shows a view of Iran's Kharg Island, which hosts the country�s main crude export terminal and is responsible for the overwhelming majority of its oil shipments to the world, about 25 kilometres south of the mainland in the north of the Gulf, on March 2, 2026. (Photo by EUROPEAN SPACE AGENCY / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / ESA" - HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Iran juga menyerang gedung International Finance Center di Dubai, UEA, 13 Maret 2026. IRGC menyatakan menyerang pusat ekonomi dan perbankan AS di Timur Tengah sebagai bentuk balas dendam Iran atas serangan AS.

Sebelumnya, Bank Sepah di Teheran menjadi sasaran serangan udara AS, Rabu (11/3/2026). Media Iran International melaporkan, gedung bank itu rusak diserang saat sedang memproses pembayaran gaji untuk personel militer Iran.

Tak sekadar balas dendam, perluasan target serangan Iran  juga menunjukkan perubahan sasaran dalam operasi militer. Biasanya Iran menargetkan pangkalan militer atau obyek penting seperti kilang minyak di negara-negara mitra AS di Teluk.

Iran bahkan telah mengumumkan akan menyerang perusahaan teknologi AS, seperti Google, Microsoft, Nvidia, dan Oracle, yang berada di kawasan Teluk. Ancaman serangan ke pusat-pusat bisnis dan teknologi ini menjadi bentuk serius mengingat sebelumny drone Iran pernah menyerang Kawasan Industri Al Ahwi di Sohar, Oman, Jumat (13/3/2026).

Infografik Pangkalan AS yang Berada dalam Jangkauan Rudal Balistik Iran

Doktrin perang ”Operation Madman” Iran

Ibarat bunga tulip yang dipatahkan kelopaknya, Iran terus melawan kekuatan AS dan Israel. Bunga tulip merupakan simbol negara yang tertera di tengah bendera Iran. Setiap serangan dilancarkan AS atau Israel, Iran segera balik memberikan target serangan yang sepadan. Spirit perlawanan habis-habisan Iran ini sudah disiapkan sejak tahun 2025.

Iran punya memori buruk saat fasilitas nuklirnya diserang AS dan Israel pada Juni 2025. Melalui operasi ”Rising Lion” Israel dan ”Midnight Hammer” AS, kedua negara ini berhasil menghancurkan tiga fasilitas utama nuklir Iran, yakni Natanz, Fordow, dan Isfahan.

Bobolnya pertahanan Iran yang ditandai dengan kehancuran tiga fasilitas nuklir dan tewasnya tokoh-tokoh nuklir Iran membuat pemimpin dan militer Iran mengembangkan strategi perang baru. Doktrin perang baru ini dinamai ”Operation Madman” untuk menandingi kegilaan AS dan Israel yang terus mengancam Iran.

Merujuk pada The New York Times, Sabtu (7/3/2026), Pemimpin Tertinggi Iran memberikan perintah untuk melumpuhkan Timur Tengah apabila Iran diserang lagi oleh AS dan Israel. Terlebih, jika Pemimpin Tertinggi Iran ikut terbunuh.

Doktrin perang ini juga memberikan panduan estafet kepemimpinan pasca-kehilangan Pemimpin Tertinggi Iran. Ada empat lapisan suksesi kepemimpinan yang disiapkan jika kursi pemimpin tertinggi sedang kosong. Lapis pemimpin keempat ini diisi oleh komandan militer dan pejabat tinggi Iran untuk memastikan terus berlanjutnya komando selama perang berlangsung.

Gambar yang disediakan oleh Sepahnews ini memperlihatkan pasukan Garda Revolusi Iran saat latihan di Teluk Persia pada hari Senin, 16 Februari 2026.

Dua substansi ini menjadi arah perlawanan Iran saat ini. Kepemimpinan darurat membuat Iran dapat terus memberikan perlawanan kepada AS dan Israel. Sementara cakupan perang regional dinyatakan dengan menyerang simbol dan fasilitas AS di negara-negara mitra AS di Timur Tengah.

Doktrin perang Iran ini membuat dampak perang yang dilakukan AS dan Israel tidak hanya merugikan bagi Iran, tetapi juga bagi AS dan negara-negara Arab. Perang regional ini dapat menimbulkan gejolak ekonomi, energi, jalur transportasi, bahkan hingga sektor pariwisata. Dampak perluasan perang kawasan ini akan memberikan tekanan luar biasa bagi AS dan sekutunya di Timur Tengah.

Tahapan perang dalam doktrin Operation Madman dibagi dalam tiga fase. Pertama, menyerang balik Israel. Fase kedua dilakukan dengan menyasar pangkalan militer AS di negara-negara Timur Tengah. Fase ketiga ialah menyerang fasilitas sipil di negara-negara Arab yang menjadi lokasi warga AS dan mobilitas kepentingan AS. Fasilitas sipil yang dimaksud ialah kantor Kedubes AS, bandara, dan hotel yang kerap menjadi hunian warga AS, pejabat AS, atau petinggi militer AS.

Infografik Beberapa Rudal Balistik yang Dimiliki Iran

Stategi perang baru ini melengkapi rumusan konsep pertahanan mosaik terdesentralisasi yang dimiliki IRGC. Al Jazeera Centre for Studies menguraikan, konsep pertahanan mosaik ini mendesentralisasi komando di berbagai lapisan wilayah. Komando yang tersebar ini membuat unit-unit tempur lokal tetap dapat bergerak meskipun para pemimpin militer tewas dan komunikasi pusat terputus.

Perang regional Timur Tengah

Doktrin Operation Madman dan konsep pertahanaan mosaik ini menjadi jawaban mengapa Iran mampu terus membalas serangan AS dan Israel, bahkan memperluas skala konflik menjadi perang regional Arab. Doktrin perang ini juga menunjukkan bahwa reaksi Iran bukanlah serangan balik spontan atau serangan impulsif.

Serangan Iran ini sudah dipikirkan matang dan dikembangkan jauh-jauh hari. Strategi perang yang matang ini ditujukan untuk menimbulkan kerugian sebanyak mungkin pada pihak AS dan negara-negara mitranya di Timur Tengah.

Al Jazeera mencatat, hingga 13 Maret 2026 ada 11 negara di kawasan Arab yang sudah terseret perang Iran. Kementerian Pertahanan UEA mengatakan, setidaknya 268 rudal dan 1.514 drone telah diluncurkan ke negara itu sejak awal perang (BBC, 13/3/2026).

Bahkan, perang Iran ini dapat menimbulkan dampak konflik yang lebih luas, terutama dalam hal gejolak harga minyak dunia. Sejumlah negara terutama negara-negara Asia yang terdampak penutupan Selat Hormuz mulai mengantisipasi gejolak harga minyak dunia.  

Terus berlangsungnya perlawanan Iran dengan strategi perang Operation Madman ini menjadi tantangan berat mewujudkan gencatan senjata dan perdamaian. Spirit perang ini hanya bisa diredam dengan jaminan tegas internasional terhadap ancaman agresi ke Iran di masa depan. Inilah yang menjadi salah satu syarat utama perdamaian yang diminta Iran.

(Litbang Kompas)


Kerabat Kerja

Penulis:

A. Yoga Prasetyo
 | 

Editor:

Yohan Wahyu
 | 

Infografik:

Ismawadi .
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul