Tujuh orang ditangkap dan diperiksa penyidik setelah OTT KPK di Bengkulu, kemarin. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah ikut diperiksa.
24 Nov 2024 08:28 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap tujuh orang dalam operasi tangkap tangan KPK di Bengkulu. KPK pun ikut memeriksa Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Rohidin termasuk salah satu kontestan di Pemilihan Kepala Daerah Bengkulu 2024.
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata ketika dikonfirmasi pada Minggu (24/11/2024), di Jakarta, membenarkan adanya OTT KPK di Bengkulu. Menurut dia, penyidik KPK melakukan penindakan dan kini telah menangkap 7 orang.
”Detailnya baru nanti sore dipaparkan,” katanya.
Dari informasi yang diperoleh, KPK menangkap 7 orang dalam OTT KPK di Bengkulu pada Sabtu (23/11/2024). Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pun ikut diperiksa oleh penyidik pada Sabtu malam. Hingga saat ini, Rohidin masih menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Resor Kota Bengkulu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/06/f5cb25e1-775e-4079-b3ff-f5e003834e64_jpg.jpg)
Dikutip dari TribunBengkulu.com, Kapolresta Bengkulu Komisaris Besar Deddy Nata telah membenarkan OTT KPK di Bengkulu dan ditangkapnya tujuh orang oleh KPK dalam OTT itu. Mereka ditangkap petugas KPK dari beberapa lokasi berbeda, di antaranya di Kabupaten Bengkulu Selatan, kemudian ada yang dibawa ke Markas Polresta Bengkulu, dan ada pula yang dibawa ke Polda Bengkulu.
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah ikut menyusul diperiksa oleh KPK pada Sabtu malam. ”Terakhir yang tiba di mapolresta tadi, memang benar Pak Rohidin Mersyah,” ujar Deddy.
Ia mengaku tidak tahu pemeriksaan terkait apa. Pihaknya sebatas membantu pengamanan OTT oleh KPK.
”Pak Rohidin sedang dalam pemeriksaan. Kami juga tidak tahu terkait apa karena kami sifatnya hanya pengamanan kegiatan saja,” jelas Deddy.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2020/09/28/ROHIDIN_MERSYAH_1601288384_jpg.jpg)
Rohidin Mersyah adalah putera asli Bengkulu Selatan. Ia lahir di Manna, Bengkulu Selatan, pada 9 Januari 1970. Rohidin terpilih sebagai Wakil Bupati Bengkulu Selatan untuk periode 2010-2015.
Pada pilkada serentak 9 Desember 2015, Rohidin Mersyah terpilih menjadi wakil gubernur mendampingi Ridwan Mukti. Pada 12 Februari 2016, Presiden Joko Widodo melantik Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu periode 2016-2021.
Baru setahun menduduki jabatan Wakil Gubernur Bengkulu, Rohidin mendapat amanah untuk menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Gubernur.
Surat Keputusan Mendagri itu disampaikan setelah Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK pada 22 Juni 2017. Setahun kemudian, pada 10 Desember 2018, Presiden Jokowi melantik Rohidin sebagai Gubernur Bengkulu untuk sisa masa jabatan 2016-2021.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/05/03/d9d8c54b-dd8a-422e-bd5e-ab0aceba2c29_jpg.jpg)
Di Provinsi Bengkulu, nama Rohidin Mersyah sudah sangat dikenal. Keakraban Rohidin dengan masyarakat terlihat dari sebutan atau nama panggilan khusus yang muncul di tengah masyarakat, seperti di Kabupaten Bengkulu Selatan, Rohidin dikenal dengan panggilan akrab ”Dang Din” yang berarti Kakak Din, penggalan dari nama Rohidin. Belakangan, di media sosial muncul sebutan ”Romers” yang merupakan singkatan dari Rohidin Mersyah.
Pada Pemilihan Gubernur Bengkulu 2020, Rohidin Mersyah kembali maju berpasangan dengan Rosjonsyah. Mereka diusung oleh lima partai politik dan kemudian terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur. Pada 25 Februari 2021, Presiden Jokowi melantiknya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu periode 2021-2024.
Pada Pilkada Bengkulu 2024, Rohidin Mersyah kembali mencalonkan diri sebagai gubernur Bengkulu dengan didampingi Meriani, seorang pengusaha. Mereka diusung enam partai politik, yakni Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bulan Bintang, Perindo, serta Partai Solidaritas Indonesia.
Penulis:
Norbertus Arya Dwiangga MartiarEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan