Pakistan-Afghanistan Bentrok Lagi, 15 Orang Tewas

Bentrokan mematikan kembali terjadi di perbatasan Afghanistan-Pakistan. Bentrokan sempat berhenti pada Minggu berkat upaya Qatar dan Arab Saudi.

15 Okt 2025 16:00 WIB · Internasional

Oleh Helena Fransisca Nababan

PESHAWAR, RABU — Setelah pertempuran sempat berhenti pada Minggu (12/10/2025), baku tembak kembali pecah di perbatasan Afghanistan-Pakistan pada Selasa (14/10/2025). Sebanyak 15 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Ali Mohammad Haqmal, juru bicara Departemen Informasi Taliban Afghanistan, kepada AFP, Rabu (15/10/2025), mengatakan, bentrokan tersebut pecah di Distrik Spin Boldak, Afghanistan selatan. Abdul Jan Barak, pejabat di rumah sakit Distrik Spin Boldak mengatakan, lebih dari 80 perempuan dan anak-anak terluka.

The Hindu, yang mengutip media Pemerintah Pakistan, melaporkan, bentrokan itu melibatkan pasukan keamanan Pakistan dan Taliban Afghanistan. Baku tembak terjadi di perbatasan kedua negara di distrik Kurram, Khyber Pakhtunkhwa.

”Taliban Afghanistan dan Fitna al-Khawarij melepaskan tembakan tanpa alasan di Kurram. Tentara Pakistan merespons dengan kekuatan dan intensitas penuh,” ujar penyiar televisi Pakistan, PTV News.

Istilah ”Fitna al-Khawarij” digunakan otoritas Pakistan untuk merujuk pada militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) yang dilarang. Media Pemerintah Pakistan memberitakan, pasukan Taliban Afghanistan dan Taliban Pakistan bersama-sama melepaskan tembakan ke sebuah pos Pakistan ”tanpa provokasi”. Hal itu memicu ”respons keras” dari pasukan Pakistan di Kurram, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Taliban security personnel on a Soviet-era tank are followed by motorcyclists as they ride towards the border, as clashes take place between Taliban security personnel and Pakistani border forces, in the Spin Boldak district of Kandahar Province on October 15, 2025. Fifteen civilians were killed and dozens wounded in fresh clashes on the border between Afghanistan and Pakistan, Afghan officials told AFP on October 15. (Photo by Sanaullah SEIAM / AFP)

Dua pejabat keamanan Pakistan yang berbicara secara anonim mengatakan, pasukan Pakistan membalas tembakan Taliban dengan merusak tank dan pos militer Taliban di perbatasan Afghanistan-Pakistan. Militer Pakistan juga menghancurkan fasilitas pelatihan Taliban Pakistan.

Tahir Ahrar, wakil juru bicara kepolisian Provinsi Khost, Afghanistan, mengonfirmasi bentrokan tersebut. Akan tetapi, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Militer Pakistan juga belum memberikan komentar langsung terkait bentrokan itu. Padahal militer Pakistan terus bersiaga tinggi sejak Sabtu (11/10/2025).

Diketahui, bentrokan pada Selasa kemarin merupakan bentrokan kedua kalinya pada pekan ini di sepanjang perbatasan kedua negara. Pada Sabtu, pasukan Taliban Afghanistan dan militer Pakistan saling tembak di beberapa wilayah perbatasan.

News18 melaporkan, baku tembak pada Sabtu merupakan salah satu eskalasi paling mematikan antara Pakistan dan Taliban Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir. Ratusan orang tewas di kedua sisi perbatasan setelah pertempuran lintas batas yang sengit.

Bentrokan pada Sabtu menandai fase baru yang berbahaya dalam hubungan dua negara. Sebelum ini, Taliban Afghanistan-Pakistan tegang akibat sengketa tempat perlindungan militan, pelanggaran kedaulatan, dan legitimasi teritorial.

Bentrokan akhirnya berhasil dihentikan pada Minggu menyusul permohonan dari Arab Saudi dan Qatar. Akan tetapi, semua pelintasan perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan tetap ditutup.

Selama bentrokan pada 11-12 Oktober, Kabul mengatakan, mereka menargetkan beberapa pos militer Pakistan. Taliban Afghanistan kemudian mengklaim telah menewaskan 58 tentara Pakistan, melukai puluhan lainnya, dan merebut 25 pos militer. Klaim versi Taliban Afghanistan ini belum dikonfirmasi Islamabad.

Di sisi lain, sumber militer Pakistan mengatakan kepada media Dawn, 23 tentaranya hilang dalam pertempuran dua hari itu. Militer Pakistan mengklaim menewaskan lebih dari 200 pejuang Taliban dan afiliasinya dalam tembakan balasan di sepanjang perbatasan. Tak satu pun dari klaim ini yang telah diverifikasi secara independen.

Ketegangan di perbatasan Afghanistan-Pakistan tinggi pada pekan lalu. Ketegangan dipicu tuduhan Pemerintah Taliban bahwa Pakistan melakukan serangan udara di Kabul dan di sebuah pasar di wilayah timur Kabul.

Pakistan belum mengakui tuduhan tersebut. Namun, Pakistan sebelumnya telah melancarkan serangan ke Afghanistan, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan tempat persembunyian Tehreek-e-Taliban Pakistan, atau TTP, yang terpisah tetapi bersekutu dengan Taliban Afghanistan.

Pakistan menuduh Kabul melindungi TTP yang telah melakukan berbagai serangan mematikan di Pakistan. Kabul membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka tidak mengizinkan wilayahnya digunakan untuk melawan negara lain.

(AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Kris Mada, Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari